
Sore harinya, setelah pulang kuliah, Kahyang dan Riska mencari kado untuk Nela. Setelah itu mereka pulang, dan malam harinya mereka kembali ke kampus untuk menghadiri acara ulang tahun Nela.
"Kamu cantik sekali, Yang!"puji Riska yang melihat Kahyang memakai gaun berlengan pendek dan panjangnya dibawah lutut. Gaun berwarna merah maroon yang terlihat kontras dengan kulit Kahyang yang putih dan mulus.
"Kamu juga cantik!"puji Kahyang balik.
"Ya udah, yuk, cus ke tempat acara!"ajak Riska penuh semangat. Keduanya nampak bersenda gurau menuju tempat acara pesta ulang tahun diadakan.
Sedangkan tidak jauh dari tempat Riska dan Kahyang berdiri tadi, nampak Nita dan Roger tersenyum jahat menatap Kahyang.
"Kamu sudah tahu, 'kan, apa yang harus kamu lakukan?"tanya Roger dengan tatapan yang tidak lepas dari Kahyang yang semakin jauh dari mereka. Tatapan mata yang menelisik seluruh tubuh Kahyang, seolah ingin menelanjangi Kahyang dengan tatapan nya itu.
"Tenang saja, aku akan cari cara agar bisa membuat dia menjadi milikmu malam ini,"ujar Nita dengan tatapan penuh kebencian terhadap Kahyang.
Riska dan Kahyang masuk ke dalam ruangan tempat pesta diadakan. Setelah semua berkumpul, acara pun dimulai. Pesta ulang tahun itu sederhana tapi meriah. Semuanya yang hadir juga tampak senang. Acara ulang tahun itu semakin ramai setelah kue ulang tahun dipotong dan para peserta acara mendapatkan nomer yang harus dipakai di dada. Setelah itu, mereka akan bergiliran mengambil nomer yang ada di kotak dan sebelum melihat nomor yang diambil dari dalam kotak, mereka akan menentukan tantangan apa yang akan dilakukan oleh nomor yang terpilih. Tantangan itu tetap berlaku walaupun tanpa sengaja mereka mengambil nomer mereka sendiri.
Nela sebagai orang yang mengadakan acara ulangtahun mulai mengambil satu nomor dari dalam kotak.
"Tantangannya adalah, joget,"Nela menjeda kata-katanya kemudian melihat nomor yang diambilnya,"Dan nomer yang terpilih adalah nomer 16,"ucap Nela hingga semua mencari siapa yang memakai nomer 16.
"Riska, maju"
"Riska, kamu nomer 16, cepat naik ke panggung!"
Kata para peserta acara dan Riska pun terpaksa naik ke panggung. Saat musik diputar dan Riska berjoget, semua yang hadir di tempat itu tampak tertawa karena ternyata Riska tidak bisa joget. Hingga gerakan Riska yang kaku malah terlihat lucu di mata teman-temannya dan mengundang gelak tawa.
Acara terus berlanjut, setiap orang mengambil nomer, mengatakan tantangan, kemudian baru melihat nomer yang terpilih. Ada yang ditantang bernyanyi, merayu lawan jenis, menyatakan cinta pada lawan jenis dan masih banyak lagi. Ada pula yang ternyata mengambil nomer mereka sendiri dan terpaksa melakukan tantangan mereka sendiri. Kebetulan Kahyang mendapatkan tantangan bernyanyi. Walaupun suaranya tidak terlalu merdu, tapi setidaknya suara Kahyang tidak merusak gendang telinga. Karena ada beberapa orang teman Kahyang yang suaranya sangat fals yang bikin sakit gendang telinga. Ada pula yang tidak hafal lirik lagu. Acara itu begitu meriah dan seru, gelak dan tawa pun sering terdengar dari ruangan itu, semua orang nampak senang kerena merasa terhibur dengan acara ulang tahun Nela.
Beberapa kali Nita menyuruh orang yang berbeda-beda dengan membawa minuman yang berbeda pula untuk Kahyang. Tapi Kahyang menolak untuk minum, membuat Nita nampak frustasi karena itu.
"Ris, aku ke toilet dulu, ya?"pamit Kahyang saat setengah peserta acara sudah mendapatkan tantangan.
"Mau aku antar?"tanya Riska.
__ADS_1
"Nggak usah!"sahut Kahyang kemudian keluar dari ruangan itu.
Di sudut ruangan, Nita nampak tersenyum miring melihat Kahyang keluar dari ruangan itu. Nita pun segera menelpon seseorang,"Aku belum sempat memberikan minuman pada Puspa. Dari tadi dia tidak mau minum. Tapi sekarang dia keluar dari ruangan pesta,"ujar Nita memberi informasi.
"Kau ini memang tidak bisa diandalkan. Ya sudah. Aku akan mengeksekusi dia sendiri,"sahut pria yang tidak lain adalah Roger, terbit senyum jahat di bibir pemuda itu,"Ayo! Kita bersenang-senang malam ini!"ajak Roger pada kedua temannya.
"Akhirnya..! Aku sudah pegal menunggu di sini. Mana banyak nyamuk lagi. Aku sudah tidak sabar menikmati hidangan istimewa kita malam ini,"
"Benar, aku juga sudah tidak sabar,"
"Langsung kita evakuasi saja lah,"
"Evakuasi? Emang mau pindah lokasi?"
"Eh, salah. Maksudnya, kita eksekusi,"
"Nanti dulu! Tunggu dia keluar dari toilet dulu,"ujar Roger menanggapi pembicaraan kedua orang temannya.
Dua orang pemuda yang bersama Roger itu nampak sudah tidak sabar lagi. Ketiga pemuda itu pun mengawasi Kahyang yang berjalan menuju toilet kampus yang sepi.
"Oke. Sip! Kita akan membuat gadis itu menjerit malam ini,"ujar salah seorang teman Roger.
"Aku sudah membeli obat kuat, agar kita bisa memuaskan gadis itu sampai pagi,"ujar Roger tersenyum jahat.
Beberapa menit kemudian, Kahyang pun keluar seraya menatap layar handphonenya yang menyala. Kahyang menggeser ikon berwarna hijau, setelah tahu siapa yang menghubunginya.
"Cantik!"sapa Roger yang dari tadi sudah menunggu Kahyang di depan toilet.
Kahyang yang belum sempat menempelkan handphonenya di telinga pun terkejut mendengar suara seorang pria menyapanya dengan suara genit. Melihat siapa yang ada di depannya, ekspresi Kahyang pun menjadi dingin. Kahyang melewati Roger tanpa berkata apapun.
"Hei! Mau kemana?"tanya Roger seraya memegang tangan Kahyang.
"Lepaskan! Jangan macam-macam kamu!"sergah Kahyang seraya menghentakkan tangan kanannya yang dipegang Roger, agar terlepas dari pegangan Roger. Sedangkan tangan kirinya masih memegang handphone yang masih tersambung dengan seseorang.
__ADS_1
"Kamu sudah berulang kali mempermalukan aku di depan umum. Kali ini aku akan membuatmu menyesal karena telah menolak aku berulang kali bahkan telah dua kali menendang punyaku. Aku pastikan malam ini, aku akan membuatmu menjerit di bawah kuasaku!"ujar Roger dengan tatapan mesum.
"Lepaskan! Dasar brengseek!"umpat Kahyang. Wanita muda itu berusaha menyerang Roger, walaupun sebelah tangannya masih di pegang oleh Roger. Namun karena Roger sudah mempersiapkan diri, kali ini Roger bisa menangkis semua serangan Kahyang. Bahkan handphone Kahyang terlempar saat berusaha menyerang Roger. Tidak begitu lama, Roger sudah bisa mengunci pergerakan Kahyang.
"Aku suka dengan gadis seperti mu. Semakin kamu menolak, aku semakin bergairah padamu,"ujar Roger menarik kedua tangan Kahyang mengikuti langkahnya.
"Lepaskan! Tolong! Tolong!"teriak Kahyang namun tempat disekitar toilet itu benar-benar sepi. Hanya terdengar suara musik yang berasal dari ruangan tempat diadakannya pesta.
"Sampai urat lehermu putus pun, tidak akan ada yang bisa mendengar teriakanmu,"ujar Roger tersenyum miring, namun Kahyang terus saja berteriak minta tolong.
Roger menarik Kahyang yang terus berteriak minta tolong menuju sebuah ruangan, kemudian mendorong Kahyang ke matras. Tiga matras yang ditumpuk menjadi satu.
"Tolong! Tolong!"teriak Kahyang.
Kahyang berusaha bangkit dari matras itu, tapi Roger langsung mendorong dan mengikat tangan dan kaki Kahyang. Sekuat apapun Kahyang meronta, tetap tidak bisa melepaskan diri dari Roger.
"Jangan lakukan ini! Aku mohon! Aku sedang mengandung. Aku mohon lepaskan aku!"pinta Kahyang agar Roger melepaskan dirinya,"Tolong! Tolong! Tolong!"teriak Kahyang dengan suara yang semakin serak. Wajah Kahyang sudah basah oleh air mata.
Kali ini Kahyang benar-benar merasa putus asa. Kahyang tidak rela dijamah pria brengseek seperti Roger. Belum lagi karena saat ini dirinya sedang mengandung. Kahyang takut terjadi apa-apa pada janin yang.dikandungnya jika Roger menggaulinya.
"Kamu sedang hamil? Wah.. siapa yang telah mendahului aku? Tapi walaupun sudah di dahului juga tidak apa-apa. Aku akan dengan senang hati mengunjungi bayi dalam kandungan mu itu,"ujar Roger seraya melepaskan kemeja yang dipakainya, dan juga ikat pinggangnya.
"Tidak! Jangan! Maaannnn!!!!"
...π"Saat sedang sedih atau merasa berada dalam bahaya, maka hati hanya akan mengingat orang yang istimewa."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
.
__ADS_1
To be continued