Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
88. Pria Abnormal


__ADS_3

Sheila kembali ke apartemen nya setelah selesai melakukan pemotretan. Wanita yang berprofesi sebagai foto model itu terlihat sangat lelah setelah seharian bekerja. Sheila melangkahkan kakinya yang terasa berat. Wanita itu menaiki lift hingga akhirnya sampai di depan unit apartemen nya. Dengan lesu membuka pintu unit apartemen miliknya.


"Apa sangat melelahkan setelah bekerja seharian?"tanya seorang pria yang sedang duduk dengan santai di sofa ruang tamu.


"Kau?"ucap Sheila yang nampak terkejut melihat pria itu. Pria yang saat ini hanya menggunakan bathrobe.


Pria itu bangkit dari duduknya kemudian mendekati Sheila dengan senyuman yang lebih mirip seringai.


"Kenapa? Kamu terkejut melihat ku? Apa kamu tidak merindukan aku?"tanya pria itu menghampiri Sheila yang berjalan mundur, nampak ketakutan. Hingga akhirnya Sheila terpojok di dinding.


"Bersihkan dirimu! Aku tidak suka dengan sesuatu yang tidak higienis. Dan ingat! Aku hanya memberimu waktu 15 menit dari sekarang untuk membersihkan diri. Ingat! 15 menit dari sekarang!"ucap pria itu menatap tajam pada Sheila, membuat Sheila bergegas pergi untuk membersihkan diri.


"Kenapa pria abnormal itu datang kemari? Dia pasti akan menyiksaku lagi. Semenjak dua tahun yang lalu, dia mulai berubah menjadi menakutkan,"gumam Sheila seraya membersihkan diri.


Sebenarnya, Sheila sudah berpacaran lama dengan pria yang tidak lain adalah Aldi. Tepatnya satu tahun sebelum berpacaran dengan Mandala. Awalnya Aldi pacar yang mengasikkan karena apapun yang di inginkan oleh Sheila pasti dituruti oleh Aldi. Tapi lama-kelamaan Sheila bosan, karena pria itu ternyata tidak punya niat untuk menikahinya. Dan lebih parahnya lagi, pria itu ternyata mengidap hiperseeks.


Karena itu Sheila mencari kekasih baru saat Aldi harus mengurus perusahaan ayahnya di luar negeri. Dan akhirnya Sheila jatuh hati pada Mandala dan mengejar-ngejar Mandala hingga Mandala menjadikan Sheila pacarnya. Menyembunyikan hubungan nya dengan Mandala dari Aldi. Dan menyembuhkan hubungan nya dengan Aldi dari Mandala. Istilahnya, selingkuh. Tapi bukankah SLI, alias Selingkuh itu indah? Mungkin saja. Selingkuh itu indah, asalkan tidak ketahuan.


Namun sayangnya, Mandala tidak kunjung mau bertunangan dengan Sheila, apalagi menikahi Sheila. Yang ada Mandala malah memutuskannya. Dan harapan Sheila untuk lepas dari Aldi dengan menikahi Mandala pun akhirnya pupus.


Lima belas menit kemudian Sheila keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai bathrobe. Sedangkan pria Aldi sudah duduk bersandar di headboard ranjang.


"Lepaskan bathrobe kamu!"perintah Aldi dan Sheila pun menurutinya.


Wanita itu melepaskan bathrobe yang dipakainya sehingga tubuhnya benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. Berjalan pelan menghampiri Aldi seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Kamu tahu, 'kan? Aku tidak suka menunggu terlalu lama,"ucap Aldi dengan senyuman yang terlihat menakutkan.

__ADS_1


Sheila mempercepat langkahnya ke arah Aldi. Dengan cepat Aldi menarik tangan Sheila hingga Sheila terjatuh di pangkuan Aldi. Aldi memasukkan sebutir obat ke dalam mulut Sheila dan memaksa Sheila menelannya.


"Puaskan aku! Jika kamu tidak bisa memuaskan aku, maka aku akan menghukum mu,"titah sekaligus ancaman Aldi.


Sheila yang mengerti maksud Aldi pun segera melakukan apa yang di perintahkan Aldi. Membangkitkan gairah pria itu dengan berbagai macam cara yang dia bisa. Kemudian mulai memuaskan Aldi dengan dirinya sebagai pengendali permainan. Semakin lama Sheila menjadi semakin liar karena pengaruh obat yang di berikan oleh Aldi yang mulai bereaksi. Sedangkan Aldi nampak menikmati semua yang dilakukan oleh Sheila. Setelah merasa puas dengan apa yang di lakukan Sheila, Aldi pun membalikkan tubuh Sheila hingga dirinya yang saat ini ada di atas siap mengendalikan permainan.


Hal seperti itu sudah biasa dilakukan oleh Sheila dan Aldi. Jika Sheila tidak menuruti keinginan Aldi, maka Aldi akan menyiksa Sheila dengan segala macam cara. Bahkan pernah mengikat Sheila dan merendam tubuh Sheila di dalam bathtub hingga Sheila mengalami hipotermia kemudian meniduri Sheila secara brutal.


Aldi tidak mau melepaskan Sheila, ataupun menikahi Sheila. Karena tidak sedikit uang Aldi yang dihabiskan oleh Sheila. Wanita itu terlalu serakah dengan harta, hingga Aldi enggan menjadikan Sheila sebagai teman hidup.


"Berani-beraninya kamu mengejar-ngejar pria lain! Setelah menghabiskan banyak hartaku! Kamu ingin menjadi seorang nyonya? Dan kamu pikir aku akan membiarkan kamu melakukannya? Cih, kamu tidak pantas menjadi Nyonya dari siapapun, termasuk menjadi nyonya ku. Kamu hanya wanita yang serakah akan harta dan hanya ingin hidup senang tanpa mempedulikan orang lain. Jadi, kamu hanya pantas menjadi wanita peliharaan saja. Dan kamu harus menurut pada Tuan mu!"gumam Aldi menatap Sheila yang sudah tertidur karena kelelahan dengan tatapan sinis.


***


Mandala pulang larut malam. Lelah? Sudah pasti. Apalagi setelah mengetahui jika ayah mertuanya lah yang bermaksud menghancurkan perusahaan nya. Mandala sungguh tidak menyangka jika ayah mertuanya sangat membenci dirinya hingga ingin menghancurkan perusahaan nya.


"Man! Larut sekali kamu pulang?"tanya Kahyang pelan, membuat Mandala langsung menoleh. Sepertinya wanita itu baru saja membaringkan Rayno.


"Hum. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Apa Ray baru tidur lagi?'tanya Mandala seraya menatap box bayi putranya.


"Hum,"sahut Kahyang menghampiri Mandala, kemudian membantu melepaskan jas dan kemeja Mandala.


"Aku akan membersihkan diri,"ucap Mandala mengelus kepala Kahyang.


Kahyang menatap Mandala yang berjalan ke arah kamar mandi dengan tatapan kasihan,"Sepertinya dia sangat lelah,"gumam Kahyang kemudian meletakkan pakaian kotor Mandala di keranjang pakaian kotor.


Kahyang duduk di tepi ranjang menunggu Mandala selesai membersihkan diri. Tak lama kemudian, Mandala pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan celana boxer saja.

__ADS_1


Kenapa belum tidur? Hemm?"tanya Mandala mengecup kepala Kahyang dengan lembut. Pria itu kemudian naik ke atas ranjang.


"Tidak apa. Hanya menunggu kamu saja,"sahut Kahyang menyusul Mandala yang sudah berbaring lebih dulu.


"Kenapa? Kamu merindukan suamimu ini? Hemm?"tanya Mandala merengkuh Kahyang dalam pelukannya.


"Tidurlah! Aku tidak mau kamu kurang istirahat,"ujar Kahyang memeluk tubuh suaminya.


"Apa kamu sudah lelah dan mengantuk?"tanya Mandala seraya membelai kepala Kahyang dengan lembut.


"Kenapa?"tanya Kahyang mendongakkan kepalanya menatap suaminya dalam cahaya yang tidak terlalu terang karena lampu utama sudah dimatikan dan hanya lampu tidur di atas nakas yang menjadi penerangan di ruangan kamar itu.


Mandala tidak menjawab, tapi pria itu memegang dagu Kahyang, kemudian mendekatkan wajah mereka, dan akhirnya mencium bibir Kahyang dengan lembut. Namun Mandala tidak hanya mencium bibir Kahyang begitu saja. Pria itu mulai memagut dan dan menyesap bibir Kahyang. Ciuman yang awalnya lembut, lama kelamaan menjadi agresif dan panas.


Napas Mandala terdengar memburu dan tubuh Mandala terasa semakin panas. Kahyang tahu yang diinginkan suaminya saat ini. Sepertinya suaminya itu ingin bercinta dengan dirinya untuk menghilang stress dan rasa lelahnya. Menyadari hal itu, Kahyang pun mengimbangi permainan Mandala. Melakukan apa saja yang disukai Mandala saat mereka sedang.bercinta.


Mandala pun bercinta dengan Kahyang dengan perasaan bahagia. Bergerak di atas tubuh istrinya, merasakan setiap denyutan kenikmatan yang diberikan oleh istrinya tercinta. Kenikmatan yang terasa menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Aku mencintaimu! Sangat mencintai mu! Kamu adalah wanita yang paling mengerti aku. Dan aku sangat takut kehilanganmu,"ucap Mandala mengecup lembut bibir Kahyang untuk beberapa saat dengan wajah yang bermandikan peluh.


...🌟"Saat ada perasaan memiliki, maka rasa takut kehilangan pun akan tumbuh di dalam hati."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2