
Seorang gadis cantik yang baru saja turun dari mobil menghampiri seorang pria yang berdiri mematung setelah keluar dari mobil.
"Kak, ayo cepat masuk! Entar kebagian kursi yang dibelakang, 'kan nggak seru. Nggak kelihatan kalau ada yang bening-bening,"ujar gadis itu seraya menarik lengan kakaknya,"Kakak, kenapa? Muka kakak, kek orang yang lihat pacarnya lagi selingkuh aja,"celetuk gadis itu saat melihat wajah kakaknya yang terlihat suram. Kemudian mencoba melihat kearah pandang kakaknya. Mencari tahu apa, siapa yang sedang dilihat kakaknya. Tapi karena suasana cukup ramai, gadis itu tidak tahu siapa yang sedang dilihat kakaknya.
Kahyang menarik tangannya yang di pegang Yudha,"Selamat, ya! Kafe ini jadi semakin maju semenjak kamu membukanya,"ucap Kahyang tersenyum tulus.
"Terimakasih! Ayo masuk!"ucap Yudha tersenyum manis mengarahkan Kahyang dan Riska untuk masuk.
"Ayo, masuk!"ucap pria yang tidak lain adalah Mandala, dengan wajah dan suara yang terdengar datar.
Ya, pria itu adalah Mandala. Saat keluar dari mobil, Mandala melihat Yudha dengan senyum lebar berlari kecil menghampiri sebuah taksi. Mandala terkejut saat melihat Kahyang keluar dari taksi itu dibantu oleh Yudha. Rahang pria itu nampak mengeras, kedua tangannya terkepal erat, dan tatapan nya begitu tajam, saat melihat Yudha menyentuh istrinya. Mandala sangat tahu, jika Yudha adalah mantan kekasih Kahyang. Karena itu, Mandala sangat tidak suka saat Yudha mendekati apalagi menyentuh Kahyang.
Seandainya saat ini Mandala tidak sedang bersama adiknya, Mandala pasti sudah menghampiri Kahyang. Namun Mandala menahan diri karena kedua orang tuanya sudah mewanti-wanti Mandala, agar adiknya tidak tahu jika dirinya sudah menikah, dan bahkan akan segera memiliki anak. Hanya empat hari adiknya pulang, setelah itu akan kembali ke luar negeri untuk kuliah. Karena itu, Mandala menahan diri untuk menghampiri Kahyang.
Mandala menarik tangan adiknya masuk ke dalam kafe yang lumayan besar itu. Kafe yang satu tahun ini dibuka oleh Yudha, dan ternyata maju pesat.Gadis itu pun mengikuti langkah kaki kakaknya dengan ekspresi bingung.
"Kenapa jadi dia yang nampaknya lebih bersemangat dari aku untuk masuk ke dalam? Terus kenapa aura wajahnya jadi suram begitu?"gumam gadis itu lirih, mengikuti langkah lebar kakaknya yang menarik tangannya masuk ke dalam kafe.
"Duduklah!"ucap Yudha masih dengan senyum manisnya, menarik kursi untuk tempat duduk Kahyang.
"Cuma Kahyang saja, nih, yang dipersilahkan duduk,"ucap Riska pura-pura ngambek.
"Nggak usah manja! Kamu nggak lagi berbadan dua, 'kan?"celetuk Yudha terkekeh.
"Hah! Nasib kalau jadi obat nyamuk, ya begini, nih!"gerutu Riska memasang ekspresi tidak berdaya.
"Ngomong apa, sih?"sambar Kahyang yang merasa tidak enak dengan kata-kata Riska, yang seolah-olah dirinya dan Yudha sedang menjalin hubungan.
Tak jauh dari tempat Kahyang, mata Mandala nampak seperti elang yang sedang mengawasi mangsanya, menatap setiap gerak gerik Kahyang dengan tatapan tajam. Sedangkan adik Mandala sibuk melihat daftar menu.
"Kalian duduk di sini dulu, ya! Kalian boleh pesan apa saja yang kalian mau. Gratis!"ucap Yudha dengan senyum manisnya membuat hati Mandala semakin panas.
'Beneran, nih?"tanya Riska antusias.
__ADS_1
"Tentu saja,"sahut Yudha masih dengan senyum manisnya.
"Wah, rejeki nomplok ini. Jarang-jarang bisa makan dan minum gratis,"ujar Riska terkekeh, langsung mengambil buku menu.
"Aku tinggal dulu buat buka acara, ya?"pamit Yudha.
"Silahkan!"sahut Kahyang tersenyum tipis.
"Oke!"sahut Riska dengan mata yang menatap ke arah buku menu.
Yudha berjalan ke panggung yang sudah disiapkan. Dengan penampilan kasual dan wajah yang tampan, membuat para gadis di tempat itu pun menatapnya dengan tatapan kagum.
"Selamat malam semuanya! Sebelumnya, saya ingin berterimakasih pada para pelanggan tetap di kafe ini dan seluruh pengunjung yang hadir di tempat ini. Hari ini, genap satu tahun kafe ini dibuka. Dan sebagai perayaan ulang tahun kafe ini yang kesatu, maka, makanan dan minuman yang di pesan para pengunjung malam ini akan di diskon 50%,"ucap Yudha membuat para pengunjung bertepuk tangan.
Setelah menyampaikan beberapa hal dan mempromosikan kafenya, Yudha pun memulai acara ulangtahun kafenya. Sebuah kue yang besar akhirnya dipotong dan di bagikan pada para pengunjung. Setelah selesai acara potong kue, Yudha kembali naik ke atas panggung.
Mandala nampak tidak memperdulikan apapun, matanya hanya terarah pada Kahyang. Sedangkan adiknya nampak sangat menikmati acara itu tanpa melihat ekspresi kakaknya.
Andai engkau tahu.. Betapa ku mencinta Selalu menjadikanmu.. Isi dalam doaku
Ku tahu, tak mudah.. Menjadi yang kau minta.. Ku pasrahkan hatiku... Takdir 'kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu.. Ku berhenti mengharapkan mu.. Jika aku memang tercipta untukmu.. Ku 'kan memilikimu Jodoh pasti bertemu
Bait demi bait lagu itu dinyanyikan oleh Yudha penuh dengan perasaan dan ekspresi yang menjiwai lagu. Wajahnya yang tampan dan suaranya yang merdu membius semua orang yang ada di tempat itu. Sehingga semua orang yang ada di kafe itu terhanyut dengan lagu dan petikan gitar yang di mainkan oleh Yudha. Kecuali Mandala yang tahu lagu itu ditujukan Yudha untuk siapa.
Dalam lagu itu Yudha secara tidak langsung mengatakan, betapa dia mencintai Kahyang dan berharap masih bisa berjodoh dengan Kahyang. Dan hal itu membuat Mandala menjadi semakin geram.
Kahyang menunduk menghapus air matanya mendengar setiap bait yang dinyanyikan oleh Yudha.Terasa sangat menyayat hatinya. Kahyang tahu jika sampai saat ini Yudha masih mencintai nya. Kahyang merasa bersalah telah membuat Yudha seperti ini.
Sedangkan Mandala menahan gejolak dalam dadanya, melihat Kahyang menangis saat Yudha menyanyikan lagu untuknya di atas panggung.
"๐ผ๐ฅ๐ ๐ ๐๐ข๐ช ๐ข๐๐จ๐๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐? ๐ผ๐ฅ๐๐ ๐๐ ๐จ๐๐ข๐ช๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐ ๐ช ๐๐๐ง๐๐ ๐๐ฃ ๐ฅ๐๐๐๐ข๐ช ๐จ๐๐ก๐๐ข๐ ๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ง๐ฉ๐๐ฃ๐ฎ๐? ๐๐๐๐๐ ๐จ๐๐๐๐ ๐๐ฉ๐ฅ๐ช๐ฃ ๐ข๐๐ฃ๐ฎ๐๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐๐๐ฉ๐๐ข๐ช?"batin Mandala menahan amarah dan cemburu yang menjadi satu.
__ADS_1
Kahyang beranjak dari duduknya, berniat ke toilet setelah Yudha selesai menyanyikan lagu yang diberi tepuk tangan meriah oleh pengunjung kafe. Mandala pun beranjak dari duduknya dan berniat menyusul Kahyang.
"Kakak mau kemana?"tanya Andini, adik Mandala seraya memegang tangan Mandala.
"Aku mau ke toilet dulu,"sahut Mandala, membuat Andini melepaskan pegangan tangan nya.
"Jangan lama-lama!"pesan Andini.
"Hum,"sahut Mandala bergegas menyusul Kahyang.
Mandala menunggu Kahyang di depan toilet pria yang bersebelahan dengan toilet wanita. Pura-pura sibuk dengan handphonenya. Mandala mengepalkan tangannya saat melihat Yudha juga ke toilet. Tak lama kemudian, Kahyang pun keluar dari toilet.
"Kenapa kamu keluar malam-malam begini?"tanya Mandala langsung mencekal tangan Kahyang.
"Kamu? Kamu ada di sini?"tanya Kahyang nampak terkejut. Siang tadi Kahyang tidak terlalu mendengarkan alamat kafe yang dikatakan adik Mandala. Sehingga Kahyang tidak tahu jika Mandala juga ada di kafe ini.
"Kenapa? Kamu terkejut karena aku ada di sini? Pergi tanpa pamit pada suamimu untuk bertemu dengan mantan pacar mu? Apa kamu tidak ingat jika kamu adalah seorang istri? Dan kamu sedang mengandung anakku? Bahkan kamu berpegangan tangan dengan mantan pacar mu di depan umum tanpa merasa malu! Apakah kamu sudah tidak. sabar lagi untuk bercerai dari ku?"
"Plak "
...๐Hubungan yang harmonis tidak terjalin begitu saja, semua itu membutuhkan waktu, kesabaran dan dua orang yang benar-benar ingin bersama....
...Dan cinta adalah ketika kebahagian nya lebih penting dan lebih berarti dari pada kebahagiaanmu sendiri.๐...
..."Nana 17 Oktober"...
...๐ธโค๏ธ๐ธ...
.
.
To be continued
__ADS_1