
"Hentikan!"teriak Mala yang tiba-tiba datang bersama Kahyang. Mencoba menghalangi Anggoro yang masih ingin menghajar Mandala. Mala bersama pria kepercayaan Anggoro berusaha memegangi Anggoro agar tidak menghajar Mandala lagi.
"Apa yang papa lakukan?"teriak Kahyang pada Anggoro seraya merengkuh Mandala yang tergeletak di lantai ke dalam pelukannya.
Tanpa terasa Kahyang menitikkan air mata melihat keadaan Mandala yang mengenaskan karena dihajar Anggoro habis-habisan.
"Lepaskan! Akan ku bunuh pria brengseek ini!"teriak Anggoro mencoba melepaskan diri dari Mala dan orang kepercayaan nya.
"Hentikan, Anggoro! Apa kamu akan membunuhnya?"suara berat seorang pria itu membuat semua orang terkejut. Suara itu adalah suara Prasetyo.
Sebenarnya, setelah menelpon Mandala tadi, orang kepercayaan Anggoro juga mengirimkan pesan pada Mala yang kebetulan sedang keluar bersama Kahyang. Selain itu, orang kepercayaan Anggoro juga mengirim pesan pada Prasetyo. Karena orang kepercayaan Anggoro sangat tahu bagaimana perangai Tuan nya. Orang kepercayaan Anggoro sudah menduga jika Anggoro akan marah besar pada Mandala. Karena itulah orang kepercayaan Anggoro menghubungi Prasetyo.
"Apa kakak tahu apa yang telah pria brengseek ini lakukan pada putri kita?"tanya Anggoro dengan suara berat penuh amarah.
"Apapun yang dia lakukan, kita bisa membicarakannya baik-baik,"ujar Prasetyo membantu Kahyang memapah Mandala menuju sofa.
Semua orang pun akhirnya duduk di ruangan tamu itu. Nampak Anggoro yang masih terlihat marah. Namun berusaha mengendalikan dirinya. Walaupun keras kepala dan pemarah, tetapi Anggoro masih tetap menghormati Prasetyo. Karena selain Prasetyo adalah kakak kandungnya, apa yang Anggoro miliki saat ini juga karena modal dari Prasetyo.
"Sekarang jelaskan padaku! Apa sebenarnya yang membuat kamu menghajar menantu kita seperti ini?"tanya Prasetyo tenang, tapi penuh wibawa.
"Aku menghajarnya, karena dia adalah pria yang telah menghamili putri kita!"ucap Anggoro penuh penekanan, menatap tajam pada Mandala.
"Apa maksud kamu? Menghamili Kahyang? Mandala adalah suami Kahyang, memangnya kenapa jika dia menghamili Kahyang?"tanya Prasetyo nampak tidak mengerti. Bukankah tidak masalah jika seseorang suami menghamili istrinya? Itulah yang ada di otak Prasetyo. Prasetyo sama sekali tidak mengetahui jika Kahyang pernah hamil di luar nikah karena Anggoro menyembunyikan hal itu dari Prasetyo.
__ADS_1
"Sebelas bulan yang lalu, dia telah menghamili Kahyang. Saat kandungan Kahyang berusia dua bulan, Kahyang kabur dari dari rumah. Aku mencari nya dua minggu yang lalu. Dan Kahyang baru kembali ke rumah ini seminggu sebelum kita menikahkan dia dengan pria brengseek ini,"ujar Anggoro yang masih terlihat marah.
"Tolong jelaskan dengan lebih terperinci!"ujar Prasetyo seraya memijit pelipisnya. Merasa terkejut dengan penjelasan Anggoro, tapi juga merasa masih bingung. Mandala menghamili Kahyang sebelas bulan yang lalu, Kahyang kabur dari rumah dan Anggoro baru mencari Kahyang dua minggu yang lalu? Kenapa dirinya tidak tahu? Benar-benar membuat Prasetyo pusing.
"Aku akan menjelaskan semuanya, pa,"ucap Mandala yang wajahnya terlihat lebam di beberapa bagian karena di hajar Anggoro tadi.
"Jelaskan lah!"titah Prasetyo yang ingin penjelasan lebih detail.
"Sebelas bulan yang lalu, aku bertemu dengan Kahyang secara tidak sengaja. Aku bertemu dengan Kahyang yang saat itu dalam pengaruh obat. Dia membuka pakaiannya di depan ku, bahkan menggodaku. Aku khilaf hingga akhirnya aku meniduri nya. Saat itu Kahyang meminta pertanggungjawaban dari ku. Tapi aku menolaknya, karena waktu itu papaku mengatakan bahwa aku harus menikah dengan putri papa Prasetyo,"
"Kami merasa sudah terlalu banyak berhutang budi pada papa Prasetyo, karena itu, aku hanya menikahi Kahyang secara hukum saat mengetahui Kahyang mengandung anak ku. Hanya untuk memberikan status anak sah pada putra kami. Kami sepakat akan bercerai setelah putra kami lahir. Namun, tanpa aku sadari, aku telah jatuh cinta pada Kahyang. Sehingga sampai papa menikahkan kami kemarin, aku belum menceraikan Kahyang,"ujar Mandala panjang lebar.
"Akulah yang bersalah dalam hal ini,"suara bariton seorang pria yang tiba-tiba muncul itu membuat perhatian semua orang teralih.
Kenapa Agung dan Prameswari bisa datang ke rumah Anggoro? Sebenarnya, setelah Prasetyo dihubungi oleh orang kepercayaan Anggoro bahwa Anggoro menyuruh Mandala ke rumah Anggoro, Prasetyo langsung menghubungi Agung. Karena orang kepercayaan Anggoro mengatakan jika dia punya firasat tidak baik jika Mandala bertemu dengan Anggoro. Karena itu, Prasetyo menghubungi Agung agar datang ke rumah Anggoro.
"Aku tahu, karena akulah yang menyebabkan masalah ini menjadi semakin rumit. Sejak awal Mandala sudah punya niat untuk bertanggung jawab pada Kahyang. Tapi aku menghalangi nya. Bahkan Mandala berniat menemui Anggoro, tapi aku tetap menghalanginya,"
"Itu semua karena aku merasa berhutang budi pada Prasetyo. Saat Prasetyo mengatakan ingin menikahkan Mandala dengan putrinya, aku tidak berani menolak permintaan Prasetyo. Selama ini Prasetyo tidak pernah meminta imbalan apapun dari kami setelah banyak membantu kami. Karena itu, aku tidak mengijinkan Mandala bertanggung jawab sepenuhnya pada Kahyang. Karena aku ingin Mandala menikah dengan putri Prasetyo. Aku tidak tahu jika putri Prasetyo yang akan dijodohkan dengan Mandala adalah Kahyang. Jadi, semua ini adalah salahku,"ujar Agung mengakui kesalahannya.
"Ternyata kalian anak dan ayah sama brengseek nya!"umpat Anggoro menatap Agung dan Mandala bergantian. Kemudian beralih menatap Prasetyo,"Kenapa kakak menikahkan putri kita ke keluarga brengseek seperti mereka? Mereka memperlakukan putri kita secara tidak adil hanya karena ingin membalas budi! Bagaimana jika yang ingin mereka balas budinya itu bukan kakak? Mereka menganggap putri kita ini apa?"tanya Anggoro penuh amarah.
Prasetyo memijit pelipisnya setelah mendengar penjelasan Mandala dan Agung. Sekarang Prasetyo sudah semakin mengerti duduk permasalahannya.
__ADS_1
"Kahyang, kenapa kamu bisa terpengaruh obat?"tanya Prasetyo pada Kahyang tanpa menjawab pertanyaan Anggoro. Ingin mengetahui awal mula masalah ini terjadi. Karena Prasetyo belum mengetahui kenapa Kahyang bisa terpengaruh obat.
"Malam itu, aku diundang salah satu teman kuliah aku ke pesta ulangtahun nya. Tapi tidak disangka, kami dibawa ke sebuah klub malam. Setelah acara potong kue selesai dan meminum segelas minuman bersoda, aku merasa kepalaku pusing dan tubuhku panas. Aku keluar dari klub malam itu dan hampir ditabrak Mandala. Aku di bawa Mandala masuk ke dalam mobilnya dan setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi. Hingga pagi harinya... "Kahyang menjeda sejenak kata-katanya seraya menarik napas berat,"Pagi harinya.. aku terbangun tanpa sehelai benang pun melekat di tubuhku bersama Mandala,"jelas Kahyang panjang lebar dengan wajah tertunduk.
Prasetyo memijit pelipisnya, kemudian menghela napas panjang yang terasa berat. Sekarang semakin jelas dari mana permasalahan ini bermula.
"Jadi kamu dijebak oleh teman mu?"tanya Prasetyo pada Kahyang.
"Aku merasa seperti itu, pa,"sahut Kahyang.
"Aku tidak bisa mengatakan siapa orang yang bersalah di dalam ruangan ini atas masalah yang terjadi saat ini. Namun awal dari masalah ini terjadi adalah Kahyang yang dijebak oleh temannya. Sedangkan Mandala dan Agung punya alasan yang bisa aku maklumi dan aku mengerti. Jika aku berada di posisi Agung, aku mungkin juga berbuat sama seperti Agung. Karena aku juga tipe orang yang tahu membalas budi. Bagaimana dengan kamu Anggoro? Jika kamu berada di posisi Agung, apa kamu tidak akan membalas budi ku yang telah mendonorkan mata untuk anakmu dan menolong kamu yang mungkin akan tinggal di jalanan jika aku tidak berbaik hati menyuntikkan dana ke perusahaan kamu? Kamu pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan oleh Agung, 'kan?"tanya Prasetyo pada Anggoro.
...π"Jangan menghakimi orang tanpa tahu alasan orang itu melakukan kesalahan. Karena jika kamu berada di posisinya, mungkin kamu akan melakukan hal yang sama, atau mungkin lebih buruk dari nya."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
.
To be continued
__ADS_1