
Dengan langkah gontai, Kahyang masuk ke lift di apartemen nya. Hari ini, wanita muda itu nampak malas-malasan untuk pulang. Mengingat kemungkinan Mandala tidak pulang, membuat Kahyang merasa kesepian berada di apartemen itu. Tapi mau pergi pun tidak punya tujuan.
"Huff.. aku merasa bosan sekali sendirian di apartemen ini,"gumam Kahyang, duduk di sofa seraya bersandar. Biasanya, setiap pukul 17.30, Mandala sudah pulang. Tapi hari ini kemungkinan pria itu tidak akan pulang. Kahyang sudah terbiasa dengan kehadiran pria itu disisinya. Jadi, Kahyang merasa kesepian saat Mandala tidak ada.
Kahyang bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kulkas, mengambil buah apel. Wanita itu duduk di salah satu kursi yang mengelilingi meja makan sambil memakan buah apelnya.
"Apa aku memasak saja, ya? Semenjak tinggal di sini, aku tidak pernah memasak,"gumam Kahyang yang tiba-tiba memiliki ide saat melihat peralatan memasak yang tersusun rapi di dapur, tapi tidak pernah digunakan selama mereka tinggal di apartemen itu. Seolah peralatan memasak itu hanya hiasan atau pelengkap dapur saja.
Semenjak tinggal di apartemen itu, Mandala selalu memesan makanan dari restoran. Di dalam kulkas pun tidak pernah ada bahan untuk memasak. Hanya ada minuman dingin, buah-buahan, kue , roti dan juga makanan ringan. Semua itu juga Mandala yang membelinya. Pria itu benar-benar menyiapkan semua kebutuhan Kahyang tanpa terkecuali. Bahkan Mandala menyewa seorang wanita paruh baya untuk membersihkan apartemen nya, hingga Kahyang tidak perlu capek-capek untuk bersih-bersih. Mandala benar-benar memanjakan Kahyang.
Kahyang pergi ke minimarket terdekat dan membeli beberapa bahan untuk memasak. Dari daging, ikan dan juga sayuran. Setelah sampai di rumah, Kahyang memasak beberapa menu masakan yang diinginkannya. Setelah selesai, Kahyang membawanya ke meja makan dan duduk di salah satu kursi.
"Huff.. sudah lama sekali aku tidak memasak. Dia terlalu memanjakan aku,"gumam Kahyang yang tiba-tiba wajahnya menjadi sendu saat teringat Mandala.
"Kenapa aku jadi teringat dia? Dia hanya suami sekedar status. Dan tidak lama lagi kami akan bercerai. Aku tidak boleh terlalu memikirkan dia. Aku tidak mau menyukainya apalagi jatuh cinta padanya,"gumam Kahyang kemudian membuang jauh-jauh pikirannya tentang Mandala.
Kahyang memakan masakan nya, kemudian membersihkan dapur dan peralatan masak serta peralatan makan yang dipakainya tadi. Setelah selesai, Kahyang pun memilih membersihkan diri. Cukup lama wanita itu berendam di bathtub, hingga akhirnya memutuskan mengakhiri ritual mandinya.
Tak terasa malam pun semakin larut, dan Kahyang sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Beberapa kali mengubah posisi tidur, tapi belum juga bisa terlelap. Terbiasa tidur dalam dekapan Mandala, membuat Kahyang sulit untuk memejamkan mata saat Mandala tidak ada. Biasanya, pria itu akan mendekap tubuhnya dan mengelus kepalanya hingga Kahyang tertidur. Tapi kali ini, malam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tapi Mandala belum juga pulang.
Karena belum bisa terlelap juga, Kahyang iseng membuka lemari pakaian nya.Kahyang melihat-lihat baju di dalam lemari. Hingga Kahyang melihat sebuah baju tidur model dress yang belum pernah dipakainya. Kahyang pun akhirnya mencoba dress itu. Dress dengan tali kecil di bagian pundak dan bagian dada yang agak rendah, mirip tank top. Pundak putih mulusnya pun terekspos sempurna, sedangkan dadanya yang terlihat montok pun nampak sedikit mengintip, terlihat begitu seksi. Panjang dress itupun hanya sebatas paha. Walaupun bahannya tidak tipis, namun terlihat menggoda saat Kahyang memakainya.
"Dia membelikan aku dress semacam ini? Pasti dia sangat ingin aku memakai dress ini.Dasar mesum! Tapi selagi dia tidak pulang, aku akan memakainya. Rasanya nyaman memakai dress ini, kainnya lembut,"gumam Kahyang seraya berdiri di depan sebuah cermin besar.
"Aku seksi sekali!"gumam Kahyang tertawa kecil mengamati bentuk tubuhnya sendiri di depan cermin.
Karena belum juga bisa memejamkan matanya, Kahyang menonton di handphone nya. Saat fajar hampir datang, Kahyang pun terlelap dengan handphone yang masih menyala.
__ADS_1
Satu jam kemudian, pintu apartemen itu nampak terbuka. Dengan wajah yang terlihat lelah, Mandala berjalan masuk menuju kamarnya. Sebenarnya semalam setelah urusannya selesai, Mandala langsung pulang. Tapi di tengah jalan ada kendala, hujan lebat yang baru saja turun di daerah itu membuat tanah disisi jalan longsor. Sehingga menghambat perjalanan Mandala. Akhirnya Mandala baru sampai apartemennya ketika hari beranjak pagi.
Mandala membuka pintu kamarnya dan mendengar suara dari handphone Kahyang yang masih menyala. Pandangan pria itu pun langsung tertuju ke atas ranjang. Seketika mata Mandala yang tadinya terlihat sayu karena lelah, menjadi terbuka lebar. Pemandangan di atas ranjang itu membuat kantuk dan lelahnya tiba-tiba hilang. Perlahan Mandala berjalan mendekati ranjang, jakun nya naik turun, bahkan pria itu nampak kesulitan menelan salivanya sendiri.
Paha putih mulus, dada yang terlihat begitu menantang, bahkan terlihat belahan nya. Pundak putih mulus, leher jenjang, wajah cantik dengan bibir mungil yang bervolume. Benar-benar pemandangan yang sangat indah. Sebelumnya, Mandala tidak pernah melihat Kahyang memakai dress seperti ini. Dan kali ini benar-benar sangat menggodanya. Sesungguhnya, selama ini Mandala selalu menahan diri agar tidak menerkam Kahyang. Namun melihat Kahyang seperti saat ini, Mandala benar-benar sulit untuk mengontrol tubuhnya sendiri.
Perlahan Mandala naik ke atas ranjang dan mematikan handphone Kahyang. Pria itu membaringkan tubuhnya di samping Kahyang. Napas Mandala tidak terlalu, jantungnya berdetak kencang, dan tubuhnya semakin lama semakin terasa panas. Dengan tangan yang bergetar, Mandala mengelus pipi halus Kahyang, wajahnya mendekat ke wajah Kahyang. Dengan perlahan pria itu memagut bibir wanita muda yang tengah tertidur itu. Jemari tangannya bergerak menelusuri tubuh Kahyang. Sentuhan bibirnya perlahan merambat ke leher Kahyang, mengecup menjilat dan menyesap leher putih mulus itu hingga meninggal tanda merah keunguan di sana.
'Ugh.."Kahyang melenguh saat Mandala meremas salah satu benda kenyal di dadanya.
Mandala memegang pipi Kahyang dengan jari jempol yang mengusap bibir Kahyang. Matanya nampak berkabut hassrat.
"Yang!"panggil Mandala dengan suara berat.
Perlahan mata Kahyang terbuka, melihat wajah Mandala yang begitu dekat dengannya.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Mandala berjalan cepat menuju kamar mandi. Berdiri di bawah shower yang mengeluarkan air dingin. Memejamkan matanya untuk mengendalikan hasraatnya.
"Apa yang aku lakukan? Selama ini dia sudah sangat menurut padaku. Jika aku melakukan itu, bisa-bisa dia akan kembali membenci aku. Bodoh! Bodoh!"maki Mandala pada dirinya sendiri. Memukul-mukul dinding kemudian menyandarkan kepalanya di dinding dengan air shower yang masih terus mengguyur tubuhnya.
Sedangkan Kahyang yang baru saja terbangun, nampak masih bingung dengan sikap Mandala barusan. Kahyang merasa tatapan mata Mandala tadi sangat aneh, tidak seperti biasanya.
"Ada apa dengan dia? Kenapa tatapan matanya seperti itu?"gumam Kahyang yang masih merasa bingung.
Beberapa saat kemudian perut Kahyang terasa mual. Kahyang bergegas ke kamar mandi. Wanita muda itu menggedor pintu kamar mandi dengan kuat.
"Buka pintunya!"teriak Kahyang sambil terus menggedor pintu itu.
__ADS_1
"Dia pasti mual lagi,"gumam Mandala, dengan cepat pria itu mematikan shower, menyambar handuk dan memakainya dengan asal.
"Ceklek"sebegitu pintu dibuka, Kahyang langsung menerobos masuk.
"Hati-hati!"ucap Mandala langsung menyusul Kahyang, takut jika Kahyang jatuh, karena lantai kamar mandi dalam keadaan basah.
"Huek.. huek.."
Kahyang kembali memuntahkan isi perutnya. Dengan sabar Mandala memijat tengkuk Kahyang dan mengelus punggungnya. Tanpa sengaja Mandala melihat dua benda yang mengintip dari dress Kahyang, terlihat begitu menggoda karena Kahyang sedikit membungkuk.
"𝙎𝙞𝙖𝙡! 𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙠𝙖𝙞 𝙙𝙧𝙚𝙨𝙨 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞? 𝙄𝙣𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙞𝙠𝙨𝙖𝙠𝙪,"gerutu Mandala dalam hati. Ada pemandangan indah didepan mata, dilihat bikin kepengen, nggak dilihat penasaran. Membuat sesuatu yang tadi belum tidur sepenuhnya, sekarang malah bangun lagi.
"Bawa aku ke kamar!"pinta Kahyang mengalihkan fokus dari dua buah benda kenyal yang menggoda itu.
"Hum,"sahut Mandala langsung menggendong Kahyang ke kamar dan membaringkan Kahyang di atas ranjang.
"Akkh! Dasar mesum!"
...🌟"Terkadang kita baru menyadari artinya sebuah kebersamaan, setelah kita berjauhan."🌟...
..."Nana 17 Oktober'...
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued