
"Kalau papa keukeh tidak memperbolehkan Mandala tinggal dan menjaga Kahyang, biar mama saja yang menjaga dan menemani Kahyang sampai melahirkan. Mama akan mengemasi barang-barang mama sekarang juga dan tinggal bersama Kahyang,"ujar Prameswari menatap sinis ke arah Agung, lalu bangkit dari duduknya.
"Eh.. apa maksud mama? Mana boleh begitu?"tukas Agung langsung memegang tangan Prameswari. Jika istrinya pergi, Agung tidak akan dapat mengambil jatahnya. Meskipun tidak sesering waktu masih muda, tapi Agung masih melakukan hubungan intim dengan istrinya dua kali dalam seminggu.
"Kalau tidak ingin mama yang menjaga Kahyang, biarkan Mandala yang menjaganya!"bentak Prameswari yang masih emosi.
"Iya, iya. Biar Mandala saja yang menjaganya. Mama tetap disini bersama papa, ya?"bujuk Agung.
Prameswari menepis tangan Agung kemudian keluar dari ruangan itu. Agung menghela napas berat menatap Prameswari yang keluar dari ruangan itu. Kali ini istrinya benar-benar marah besar.
"Kalau begitu, aku akan kembali ke apartemen,"ujar Mandala seraya bangkit dari duduknya.
"Tidak bisa! Sudah papa bilang, malam ini kamu harus makan malam di rumah ini. Kamu akan bertemu dengan calon mertua kamu saat makan malam nanti,"cegah Agung, membuat Mandala menghela napas panjang.
Entah mengapa hati Mandala menjadi sedih jika mengingat harus bercerai dengan Kahyang setelah Kahyang melahirkan nanti. Bahkan harus menikah dengan wanita yang belum dikenalnya sama sekali.
"Apakah gadis yang akan dijodohkan dengan ku juga akan makan malam bersama kita?"tanya Mandala nampak tidak bersemangat.
"Tidak. Sahabat papa hanya akan datang sendiri,"sahut Agung, kemudian menatap Mandala dengan tatapan serius,"Ingat! Jangan sampai ada yang tahu jika kamu sudah menikah! Segera ceraikan Kahyang setelah dia melahirkan!"ujar Agung memperingati.
"Aku tahu,"sahut Mandala dengan wajah yang nampak lesu.
"Kenapa ekspresi kamu seperti itu? Dari tadi kamu nampak keukeh ingin menjaga gadis itu dan tinggal bersamanya. Jangan-jangan, kamu sudah mencintai gadis itu!"tebak Agung nampak curiga.
Walaupun hanya bertemu beberapa kali, bukan tidak mungkin, 'kan, seorang pria jatuh cinta pada seorang gadis? Apalagi Mandala sudah dua kali meniduri gadis itu. Bahkan sekarang gadis itu sedang mengandung anak Mandala.Ditambah lagi mereka tinggal bersama. Akan ada kemungkinan dimana lama kelamaan mereka bisa akan saling jatuh cinta. Seperti kata orang Jawa "Witing tresno jalaran soko kulino" artinya kurang lebih adalah "cinta hadir karena terbiasa". Itulah yang membuat Agung khawatir dan tidak ingin Mandala tinggal bersama Kahyang.
Mandala terkejut mendengar kata-kata Agung. Namun segera menyembunyikan keterkejutannya itu dari Agung. Apa benar dirinya sudah jatuh cinta pada Kahyang? Memang ada perasaan nyaman dan senang saat berada di dekat gadis itu. Apakah itu bisa dikatakan jatuh cinta? Pertanyaan itulah yang ada di pikiran Mandala.
__ADS_1
"Kenapa kamu diam? Apakah yang papa katakan itu benar?"tanya Agung penuh selidik. Entah kenapa Agung merasa khawatir jika Mandala sampai jatuh cinta pada Kahyang. Tapi melarang Mandala tinggal bersama Kahyang, sama saja menabuh genderang perang dengan istrinya.
"Aku mencintai Kahyang atau tidak, apa penting bagi papa? Walaupun aku mencintainya, papa akan tetap menyuruh aku untuk menceraikan Kahyang, 'kan? Dan papa akan tetap menikahkan aku dengan putri sahabat papa, 'kan?"tanya Mandala tanpa menjawab pertanyaan Agung. Mandala benar-benar sadar, apapun yang terjadi papanya akan tetap menyuruhnya menikahi putri sahabatnya.
"Kamu benar. Walau bagaimanapun, kamu harus menikah dengan anak sahabat papa. Apa papa perlu mengingatkan kamu sekali lagi? Kita akan tinggal di jalanan jika sahabat papa tidak menolong kita. Dan kamu tidak akan bisa melihat, jika sahabat papa tidak mendonorkan mata putranya untuk kamu. Selama ini dia tidak pernah meminta apapun dari kita. Apa pantas kita menolak keinginan nya untuk menikahkan kamu dengan putrinya?"tanya Agung membuat Mandala menghela napas berat. Apa yang dikatakan oleh papanya memang benar.
"Papa jangan khawatir! Aku akan tetap menikahi putri sahabat papa itu,"sahut Mandala dengan berat hati.
Sahabat papanya memang sangat berjasa pada keluarganya. Menyuntikkan dana di perusahaan papanya yang hampir bangkrut karena peristiwa kebakaran. Sahabat papanya bahkan mendonorkan mata putranya untuk Mandala. Hingga Mandala bisa kembali melihat dunia.
Saat berusia tiga belas tahun, Mandala mengalami kecelakaan. Waktu itu, Mandala yang duduk di samping supir pribadinya mengalami kecelakaan mobil. Kaca bagian depan mobil pecah dan mengenai mata Mandala hingga menyebabkan Mandala kehilangan penglihatan nya. Sedangkan supir pribadinya. mengalami cidera di bagian kaki karena bagian depan mobil yang tepat di depan pengemudi ringsek akibat bertabrakan dengan mobil lain.
Selama satu tahun Agung mencari donor mata untuk Mandala, tapi belum ada yang cocok. Sahabat Agung yang mengetahui keadaan Mandala pun menawarkan mendonorkan mata putranya untuk Mandala. Karena putranya mengalami kecelakaan hingga meninggal di tempat. Semenjak mendonorkan mata putranya untuk Mandala, sahabat Agung itu hilang tanpa kabar. Dan tiga bulan belakangan tiba-tiba muncul dan mengatakan ingin menjodohkan putri semata wayangnya dengan Mandala. Merasa sudah banyak berhutang budi pada sahabatnya itu, tanpa berpikir panjang, Agung pun langsung menyetujui perjodohan itu.
Setelah itu, Agung langsung menyuruh Mandala untuk memutuskan hubungannya dengan Sheila. Karena dari awal Agung memang tidak menyukai Sheila. Alasan Agung tidak menyukai Sheila adalah karena kesan yang diberikan Sheila sejak pertama kali bertemu. Sheila berpakaian yang lumayan terbuka dan nampak tidak canggung bermesraan dengan Mandala dihadapannya dan Sedankan, status mereka hanya berpacaran. Menurut Agung, Sheila tidak memiliki tata krama dan tidak bisa membawa diri di depan nya dan istrinya. Ditambah lagi dengan Sheila yang berprofesi sebagai foto model. Agung tidak mau mempunyai menantu dari kalangan artis dan foto model yang kehidupan nya akan selalu dikelilingi oleh para kuli tinta. Agung tidak ingin suatu saat kehidupan pribadi nya diekspos ke publik.
*
Setelah keluar dari ruang kerja Agung, Mandala memilih berdiam diri di dalam kamar nya. Membaringkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit-langit kamarnya.Entah mengapa Mandala selalu teringat kepada Kahyang.
"Sedang apa dia saat ini? Apakah dia sudah makan?"gumam Mandala yang tiba-tiba kedua sudut bibirnya tertarik ke atas. Mandala mengambil handphone nya dari saku celananya kemudian menghubungi nomor Kahyang.
"Ada apa?"suara ketus Kahyang langsung menyapa pendengaran Mandala, namun pria itu malah menarik kedua sudut bibirnya ke atas.
"Apa kamu sudah makan?"tanya Mandala lembut dengan senyum yang terpatri di bibirnya.
"Memangnya kenapa?"ketus Kahyang malah balik bertanya. Wajah gadis itu masih terlihat kesal karena dicium oleh Mandala tadi.
__ADS_1
"Aku hanya ingin memastikan saja. Aku tidak ingin kamu membuat anakku kelaparan,"ujar Mandala membuat Kahyang semakin kesal.
"Aku baru mau makan. Dan kamu membuat nafsu makan ku hilang. Jika tidak ada yang penting, jangan menghubungi aku!"ketus Kahyang.
Tut! Tut! Tut!
Kahyang langsung memutuskan sambungan telepon.
"Menganggu saja!"gerutu Kahyang seraya meletakkan handphone nya. Kemudian menatap makanan pesanan nya yang baru saja di letakkan nya di atas meja makan. Apa benar Kahyang jadi tidak berselera makan karena ditelepon Mandala?
"Aku harus makan. Berdebat juga butuh energi, 'kan?"gumam Kahyang mulai mengeksekusi makanan yang ada di depan matanya.
Sedangkan Mandala hanya bisa menghela napas kasar menatap layar ponselnya, saat menyadari Kahyang sudah memutuskan sambungan telepon tanpa persetujuan darinya.
"Huff.. ketus sekali! Tapi aku gemas saat melihat dia sedang marah,"gumam Mandala tersenyum saat mengingat betapa menggemaskan nya jika istrinya sedang marah,"Kahyang pasti sangat cantik jika sedang tersenyum. Tapi sayang, sekalipun aku belum pernah melihatnya tersenyum,"gumam Mandala dengan senyuman yang memudar. Apalagi jika mengingat akan bertemu dengan calon mertuanya sebentar lagi. Mandala menjadi tidak bersemangat.
...🌟Ada beberapa orang yang menolong tanpa pamrih. Namun ada juga yang menolong karena ingin mendapatkan balasan."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
__ADS_1