Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
55. Kabur


__ADS_3

Di sebuah kamar yang terlihat luas dan mewah, nampak Kahyang baru saja selesai di rias MUA.Wanita muda yang sudah memiliki seorang putra itu memakai sanggul yang dihiasi bunga melati dan mawar, dengan riasan yang terkesan natural. Namun walaupun di rias dengan riasan natural, Kahyang terlihat semakin cantik. Karena pada dasarnya memang sudah cantik.


Tubuh Kahyang dibalut kebaya yang berwarna gold, dipadu dengan rok yang terbuat dari kain panjang bermotif Sidomukti yang dipercantik dengan manik-manik sebagai penghias batik itu. Tubuh Kahyang yang padat berisi dan dada yang semakin besar setelah melahirkan, membuat body wanita itu terlihat semakin aduhai saja.


"Wahh.. Nona benar-benar cantik! Nona adalah wanita tercantik yang pernah saya rias. Mana body Nona berisi di tempat yang tepat lagi. Benar-benar perfect! Suami Nona nanti pasti bakal klepek-klepek kalau melihat Nona. Nggak bakalan mau melirik wanita lain, apalagi sampai pindah ke lain hati,"ujar MUA yang merias Kahyang. MUA itu terlihat sangat puas dengan hasil riasan nya sekaligus kagum dengan kecantikan yang dimiliki oleh Kahyang.


"Terimakasih,"ucap Kahyang tersenyum tipis. Tepatnya memaksakan diri untuk tersenyum. Tidak ada kebahagiaan yang terpancar di mata wanita muda itu. Dalam hatinya hanya ada Mandala dan Rayno. Kahyang selalu teringat pada Mandala dan putranya yang sudah satu minggu ini tidak dilihatnya dan sangat dirindukan nya. Entah rumah tangga macam apa yang akan dijalaninya dengan pria yang akan dijodohkan oleh kedua orang tuanya nanti.


"Putri mama memang cantik,"puji Mala pada putrinya yang dari tadi menemani Kahyang di dalam kamar. Nampak kebahagiaan di wajah wanita paruh baya itu.


"Ini bukan sekedar cantik. Tapi, benar-benar cantik, nyonya,"sahut sang MUA masih kagum dengan kecantikan Kahyang.


"Mama akan pergi melihat persiapan di di dapur dulu. Kamu tunggu di sini sampai nanti mama jemput, ya!"pesan Mala seraya mengelus lengan Kahyang.


"Iya,ma,"sahut Kahyang dan Mala pun keluar dari dalam kamar itu. Sedangkan MUA yang merias Kahyang nampak membereskan peralatan makeup nya.


Saat keluar dari kamar tempat Kahyang dirias, Mala berhenti dan menatap dua orang pria yang berdiri tegak di luar ruangan itu.


"Jaga putri saya dengan baik! Jangan sampai kabur! Kalau putri saya sampai kabur, kalian akan kehilangan pekerjaan kalian!"ujar Mala memperingati kedua pria bertubuh tegap yang berjaga di depan pintu kamar tempat Kahyang berada.


"Kami akan menjaga nona baik-baik, nyonya,"sahut salah satu penjaga itu.


Mala kemudian turun ke lantai satu dan berjalan ke arah dapur. Memeriksa makanan dan minuman yang akan di hidangkan untuk para tamu undangan.


Sementara itu di dalam kamar tempat Kahyang dirias.

__ADS_1


"Pekerjaan saya di sini sudah selesai, nona. Kalau begitu saya tinggal dulu, ya, non! Sebentar lagi acara nya akan segera dimulai. Saya akan melihat persiapan di bawah, dulu,"ujar MUA itu setelah membereskan semua peralatan makeup yang dipakainya tadi.


"Iya, terimakasih,"sahut Kahyang kembali tersenyum tipis.


"Sama-sama, Non. Semoga acaranya berjalan lancar, ya, non!"harap wanita yang berprofesi sebagai MUA itu tersenyum lebar. Kahyang tidak menanggapi perkataan wanita yang berprofesi sebagai MUA itu. Karena di dalam hati, Kahyang ingin acara ini gagal.


"Saya permisi, non!"pamit MUA itu sopan.


"Iya,"sahut Kahyang singkat.


Kahyang menatap MUA itu hingga MUA itu menghilang di balik pintu. Kahyang membuang napas kasar saat mendengar suara pintu itu di kunci dari luar. Tidak ada jalan untuk kabur melalui pintu itu.


"Papa benar-benar tidak membiarkan aku kabur. Tapi aku akan tetap berusaha kabur. Aku tidak mau menikah dengan pria pilihan papa. Aku hanya ingin bersama Mandala dan Rayno. Aku sangat merindukan mereka,"gumam Kahyang dengan dada yang terasa sesak saat teringat Mandala dan Rayno.


Kahyang kemudian berjalan menuju pintu balkon. Wanita muda itu membuka pintu balkon dan berjalan ke arah pagar balkon. Wanita itu nampak melihat ke bawah dan tersenyum menyeringai setelah mengamati keadaan di bawah sana.


"Huff.. kenapa rumah ini tinggi sekali, sih?"gerutu Kahyang saat melihat jarak antara tempat nya berdiri dan lantai di bawah sana lumayan tinggi,"Tapi aku tidak mau menikah dengan pria lain selain Mandala. Aku mencintai Mandala dan hanya ingin bersamanya. Aku harus mencari cara untuk kabur,"gumam Kahyang nampak berpikir keras.


"Ah, aku punya ide!"gumam Kahyang setelah berpikir keras. Kahyang kembali masuk ke dalam kamar dan mengamati ruangan kamar itu.


Kahyang menarik sprei dari atas ranjang, kemudian melepaskan gorden jendela kamarnya dengan memanjat kursi meja rias. Kahyang mengikat sprei dan gorden, menyambung nya menjadi satu. Setelah merasa ikatannya kuat, Kahyang mengikat ujung sprei ke pagar balkon.


"Aih, tali ini panjangnya tidak sampai ke bawah. Tapi lumayan, sih, sepertinya tidak terlalu tinggi dari lantai di bawah sana. Sudah tidak ada lagi kain yang aku pakai untuk menyambung tali ini. Aku harus cepat-cepat kabur, jika tidak, aku akan dinikahkan secara paksa dengan pria pilihan papa. Aku sangat rindu pada Rayno dan Mandala,"gumam Kahyang yang sebenarnya sangat takut melihat ketinggian balkon yang harus dituruninya.


Kahyang berusaha membuang semua rasa takutnya. Wanita muda itu perlahan mulai menyeberangi pembatas balkon dengan menaikkan roknya. Mengambil napas panjang Kahyang mulai turun dengan menggunakan sprei dan gorden yang sudah diikatkannya tadi dengan perlahan.

__ADS_1


"Setelah melahirkan, berat badanku sepertinya naik drastis,"gumam Kahyang yang perlahan turun dengan bergelantungan di sprei dan gorden yang sudah diikatkannya.


"Sedikit lagi,"gumam Kahyang lirih menahan bobot tubuhnya yang terasa semakin berat dengan kedua tangannya yang semakin berkeringat karena rasa tegang juga rasa pegal yang semakin menjalar di kedua tangan dan lengannya.


"Aku harus kuat! Aku tidak boleh mati sia-sia di sini. Aku tidak mau mati dan menjadi hantu pengantin gentayangan karena jatuh dari balkon kamar ini. Aku harus kembali pada Mandala dan Rayno. Aku harus bertahan demi mereka berdua,"gumam Kahyang mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Tubuh Kahyang sudah berkeringat dingin, tangannya semakin basah oleh keringat. Hingga akhirnya...


"Aaaaa...!"pekik Kahyang memejamkan matanya saat tangannya tidak dapat menahan berat badannya lagi dan tubuhnya merosot ke bawah.


"Tamat riwayatnya ku! Kali ini sepertinya malaikat Izrail akan menjemput ku. Malaikat Malik, aku tidak mau masuk neraka! Aku tidak berniat bunuh diri! Kalau aku harus mati, aku pengen ketemu malaikat Ridwan saja! Man, Rayno, aku mencintai kalian,"gumam Kahyang dalam hati. Pasrah jika tubuhnya sebentar lagi akan berciuman mesra dengan lantai yang keras.


...๐ŸŒŸ"Mungkin benar, jika cinta itu buta. Karena orang yang jatuh cinta terkadang tidak berpikir rasional dan tidak menggunakan logika."๐ŸŒŸ...


..."Nana 17 Oktober"...


...๐ŸŒธโค๏ธ๐ŸŒธ...


Notebook : Gambar batik Sidomukti



Sidomukti berasal dari kata โ€œsidoโ€ yang berarti jadi dan โ€œmuktiโ€ yang artinya mulia dan sejahtera. Makna motif batik Sidomukti yaitu harapan agar pengantin pria dan wanita mendapatkan kemuliaan dan kesejahteraan dalam membangun rumah tangga.


.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2