Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
23. Calon Mertua


__ADS_3

Tak terasa hari sudah malam, tamu yang ditunggu- tunggu pun telah tiba. Mandala keluar dari dalam kamar nya saat seorang ART mengetuk pintu kamarnya dan memberitahu Mandala agar segera pergi ke ruang tamu, karena sahabat papanya sudah datang. Dengan langkah gontai, Mandala berjalan menuju ruang tamu. Terdengar suara seorang pria yang sedang mengobrol dengan papanya.


"Nah, itu Mandala,"ujar Agung seraya menunjuk ke arah Mandala. Pria yang berbincang dengan Agung yang duduk di sofa membelakangi Mandala pun menoleh ke belakang menatap Mandala.


"Om!"sapa Mandala menghampiri pria itu seraya tersenyum tipis.


Pria yang dipanggil Om oleh Mandala itupun tersenyum pada Mandala dan bangkit dari duduknya.


"Kamu sudah dewasa dan semakin tampan saja,"ucap pria itu menepuk pundak Mandala kemudian memeluk Mandala penuh rasa haru.


Mandala duduk di sebelah pria paruh baya yang dipanggilnya Om itu. Pria paruh baya itu nampak sangat senang bertemu dengan Mandala.


"Apa kabar, Om?"tanya Mandala menatap pria paruh baya di sebelahnya yang tersenyum lembut padanya.


"Om baik-baik saja. Dan merasa bahagia saat bertemu dengan kamu. Om tidak menyangka, jika kamu lebih tampan dari yang Om bayangkan. Om takut, nanti banyak yang patah hati karena kamu menikah dengan putri Om,"ujar pria itu tertawa renyah.


"Om terlalu berlebihan memujiku,"sahut Mandala tersenyum tipis.


"Ngobrolnya dilanjutkan nanti saja. Ayo, makan dulu! Makan malamnya sudah siap,"ajak Prameswari menghampiri ketiga pria itu dengan ramah. Tidak ada lagi kemarahan di wajah wanita paruh baya itu, seperti yang terlihat saat berada di ruang kerja Agung tadi sore.


"Ayo, Pras! Kita makan dulu!"ajak Agung tersenyum ramah.


"Wah, aku jadi tidak enak, karena harus menumpang makan malam di rumah kalian,"ujar pria yang ternyata bernama Prasetyo itu.


"Jangan bicara seolah-olah kamu adalah orang asing!"sahut Agung.


Akhirnya mereka pun makan malam bersama seraya mengobrol ringan. Hingga akhirnya Agung mengajak semua orang ke ruang keluarga.


"Jadi, bagaimana Man? Apa kamu siap menikah dengan putri Om?"tanya Prasetyo pada Mandala, mengawali pembicaraan mereka.


"Aku siap, Om,"sahut Mandala yang suaranya terdengar tenang, walaupun sebenarnya hatinya merasa keberatan. Seandainya saja balas budi itu bisa dibayar dengan uang, maka Mandala akan lebih mudah untuk membayarnya.

__ADS_1


"Bagus kalau begitu. Tenang saja, kamu tidak akan kecewa. Putri Om sangat cantik, kamu tidak akan malu jika suatu hari harus pergi ke pesta bersamanya,"ucap Prasetyo nampak membanggakan putrinya.


"Kenapa kamu tidak mengajak putri mu kemari, Pras? Kan, bisa kenalan sama Mandala. Itung-itung untuk pendekatan,"ujar Agung.


"Putriku terlalu cantik dan menggemaskan. Aku takut, sekali lihat Mandala akan langsung menerkamnya,"canda Prasetyo kemudian terkekeh.


"Aku jadi semakin penasaran dengan putrimu,"sahut Agung apa adanya.


"Dia itu keras kepala. Tapi sebenarnya hatinya lembut dan penyayang. Dia juga hobi memasak seperti Prameswari,"ujar Prasetyo.


"Benarkah? Wahh.. aku senang sekali kalau bisa punya menantu yang hobi memasak,"sahut Prameswari.


"Jadi, kapan rencananya kita akan menikahkan anak-anak kita?"tanya Agung. Karena selama ini belum ada keputusan, kapan mereka akan menikahkan anak-anak mereka.


"Aku belum bisa memastikan. Mungkin sepuluh bulan lagi atau setahun lagi. Aku masih sibuk memindahkan induk perusahaan ku ke kota ini. Jika nanti Mandala sudah menikah dengan putriku, aku akan menyerahkan perusahaan itu pada Mandala,"ujar Prasetyo membuat Mandala, Agung dan Prameswari terkejut.


"Tapi, Pras. Perusahaan kita bergerak di bidang yang berbeda. Perusahaan kami adalah perusahaan yang memproduksi alat elektronik, sedangkan perusahaan kamu adalah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Aku takut Mandala tidak bisa menanganinya dengan baik. Apalagi perusahaan kamu bukanlah perusahaan kecil,"ujar Agung yang merasa takut jika Mandala tidak bisa menjalankan dua perusahaan sekaligus dengan bidang yang berbeda.


"Kalau kamu sudah bilang begitu, kami mau ngomong apa?"sahut Agung nampak pasrah.


Sungguh, Agung lupa jika Prasetyo mengatakan hanya memiliki seorang putri, sedangkan putra Prasetyo sudah meninggal tiga belas tahun yang lalu. Dan itu otomatis semua kekayaan Prasetyo akan diwarisi oleh putrinya. Agung setuju menikahkan Mandala dengan putri Prasetyo semata-mata hanya untuk membalas budi. Tidak ada niat apapun selain itu, sehingga tidak terpikirkan oleh Agung, jika Mandala menikahi putri Prasetyo, maka Mandala akan di beri kepercayaan untuk mengelola perusahaan Prasetyo.


"Kamu benar-benar tidak ingin memperkenalkan putrimu pada kami? Terutama pada Mandala,"ujar Agung kemudian.


"Aku sudah bilang, putriku itu terlalu cantik. Aku takut, Mandala tidak sabar untuk menikahinya jika sudah bertemu dengan putriku. Biarkan dia lulus kuliah dulu,"sahut Prasetyo masih kekeuh tidak mau mempertemukan Mandala dengan putrinya.


Setelah cukup lama mengobrol, akhirnya Prasetyo pun pamit pulang. Sedangkan Mandala sendiri, tidak lama setelah Prasetyo pulang juga kembali ke apartemen yang ditempatinya dengan Kahyang. Mandala berhenti saat melintasi sebuah toko kue. Mandala membeli beberapa kue untuk Kahyang.


"Semoga dia menyukainya,"gumam Mandala dengan segaris senyum di bibirnya.


Mandala kembali melajukan mobilnya dan tak berapa lama sudah tiba di apartemennya. Mandala melihat apartemennya yang nampak sunyi. Mandala melirik arloji di pergelangan tangannya, kemudian menghela napas panjang saat melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

__ADS_1


"Ternyata sudah larut. Kahyang pasti sudah tidur,"gumam Mandala kemudian berjalan menuju kulkas, memasukkan kue yang dibelinya ke dalam kulkas.


Mandala berjalan menuju kamarnya, namun Mandala membuang napas kasar saat ingin membuka pintu, namun ternyata Kahyang menguncinya dari dalam.


Tok! Tok! Tok!


"Yang, buka pintunya Yang! Aku mau masuk. Yang! Kahyang!"panggil Mandala seraya mengetuk pintu, namun pintu itu tidak kunjung terbuka. Jangankan terbuka, bahkan tidak ada sahutan sama sekali dari Kahyang.


"Haish.. jadi pengantin baru kok, apes banget. Jangankan menghabiskan malam dengan bermesraan bersama istri, aku malah harus tidur di luar,"gerutu Mandala. Apartemen itu memang terdiri dari satu kamar dengan kamar mandi di dalamnya, ruang tamu, dapur yang menyatu dengan ruang makan dan kamar mandi juga kamar mandi.


Mandala membuka kemeja nya hingga mengekspos dadanya yang bidang dan perutnya yang berotot. Pria itu membaringkan tubuhnya di atas sofa dan mulai memejamkan matanya Melipat kedua tangannya di bawah kepala, menjadikannya sebagai bantal.


Sedangkan di dalam kamar, apa benar, Kahyang sudah tidur? Sebenarnya Kahyang belum tidur dan asyik menonton drama Korea di sebuah aplikasi. Kahyang sengaja mengunci pintu agar Mandala tidak dapat masuk.


"Cih, ingin tidur dengan ku? Jangan mimpi!"gumam Kahyang tersenyum penuh kemenangan saat Mandala berhenti memanggil dan mengetuk pintu kamar.


Satu jam kemudian, Kahyang merasa perutnya lapar. Kahyang terpaksa keluar dari kamar dengan perlahan agar tidak diketahui Mandala.Saat keluar dari kamar, Kahyang melihat kaki Mandala yang terlihat sedikit di atas sofa. Sedangkan tubuh Mandala tidak kelihatan. Kahyang kemudian melangkah pelan menuju kulkas, mencari buah-buahan untuk mengganjal perutnya yang terasa keroncongan.


"Kue? Dia membeli kue-kue ini,"gumam Kahyang yang matanya langsung berbinar dan kedua sudut bibirnya langsung tertarik ke atas saat melihat beberapa kotak yang berisi kue di dalam kulkas.


Kahyang memakan beberapa potong kue. Setelah kenyang, Kahyang pun berniat kembali ke dalam kamar. Namun saat melihat ke arah sofa, Kahyang jadi ingin melihat Mandala. Dengan perlahan dan tanpa suara, Kahyang melangkah mendekati sofa. Kahyang berdiri di belakang sofa, melihat Mandala yang sudah memejamkan mata. Gadis itu tertegun saat melihat Mandala tidur dengan bertelanjang dada. Dada bidang dengan perut rata yang terlihat berotot. Sungguh pemandangan yang memanjakan mata.


"Kamu terbangun?"


...🌸❤️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2