
Mandala, Kahyang dan Prasetyo berpisah di area parkir restoran. Prasetyo kembali ke kantor mereka masing-masing. Sedangkan Kahyang berniat pulang untuk beristirahat.
"Sayang, kembali ke kantor bersama aku aja, yuk!"bujuk Mandala.
"Kalau aku ikut kamu balik ke kantor, nanti kamu malah nggak kerja, Man. Nggak enak juga kalau bawa Bik Mar ke kantor,"ujar Kahyang.
"Biar nanti Rayno di urus Patih. Bik Mar suruh pulang saja, sayang!"Mandala masih berusaha membujuk Kahyang.
"Baiklah. Tapi sekali ini saja,"sahut Kahyang setelah berpikir beberapa saat.
Akhirnya Bik Mar pulang bersama supir dan Kahyang kembali ke perusahaan bersama Mandala, Patih dan Rayno. Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di kantor. Patih nampak senang saat menggendong Rayno, berjalan di belakang Mandala yang memeluk pinggang Kahyang.
Mandala masuk ke ruangannya bersama Kahyang. Sedangkan Patih kembali ke meja kerjanya bermain dengan Rayno membuat fokus para karyawan teralih pada Rayno. Bayi montok yang di dudukkan Patih di atas meja kerjanya itu sering kali terkekeh karena tingkah polah konyol Patih saat menimangnya.
Patih menggosok-gosokkan hidungnya di perut Rayno, membuat Rayno tertawa karena merasa geli. Rayno menjambak rambut Patih karena menahan geli.
"Ayo ikut Tante!"ucap seorang karyawati mengulurkan tangannya pada Rayno. Tapi Rayno hanya menatap karyawati itu kemudian memalingkan wajahnya dan kembali menatap Patih seraya berceloteh yang tidak bisa dimengerti oleh semua orang termasuk Patih.
"Sudah, sana pergi! Bos kecil tidak suka sama kamu,"ujar Patih menepis tangan karyawati itu.
Karyawati yang ingin mengajak Rayno adalah seorang penjilat, suka cari muka. Mungkin karena itu Rayno tidak mau diajak karyawati itu.
"Dari mana kamu tahu kalau bayi ini tidak suka padaku,"ketus karyawati itu.
"Bos kecil tidak suka dengan orang yang tidak tulus. Kalau tidak percaya, kamu tunjuk orang yang ada di sini dan aku akan menebak bos kecil mau diajak orang itu apa tidak,"tangan Patih percaya diri.
__ADS_1
"Kalau begitu, coba dia. Aku ingin tahu tebakan kamu benar atau tidak,"ucap karyawati itu seraya menunjuk pada sekretaris Mandala yang sibuk mengetik di laptopnya.
"Aku?"tanya sekretaris Mandala seraya menunjuk hidungnya sendiri.
"Aku tebak, bos kecil bakal mau diajak dia,"ujar Patih percaya diri."Ayo, bro! Buktikan kalau kata-kata ku benar,"pinta Patih.
"Baiklah,"sahut sekretaris Mandala yang sebenarnya tidak yakin dengan dirinya sendiri. Karena tidak tau banyak soal bayi.
Dan benar apa yang dikatakan oleh Patih. Saat sekretaris Mandala mengulurkan tangannya pada Rayno bayi itu langsung menyambutnya dengan uluran tangan dann senyuman. Beberapa detik kemudian...
"Auwh! Awhh! Auwh!"pekik sekretaris Mandala yang tiba-tiba pipinya di gigit Rayno.
"Bos, sudah jangan lama-lama salam perkenalannya,"ujar Patih seraya memencet hidung Rayno. Setelah melepaskan gigitannya, Rayno malah tertawa menatap sekretaris Mandala.
"Bos selalu menggigit sebagai salam perkenalan. Dan itu tandanya dia menyukai kamu. Kamu sudah ditandai nya,"ujar Patih terkekeh.
"Benarkah?"tanya sekretaris Mandala.
"Iya. Kalian semua! Dengar apa kataku! Bos kecil tahu, siapa orang yang baik dan tulus. Bos kecil juga tahu mana orang yang punya akal bulus. Jika orangnya baik, bos kecil akan mau di ajak dan memberi satu gigitan sebagai salam perkenalannya. Aku sudah membuktikan satu orang. Sekarang, siapa yang berani mengetes tebakan aku?"tanya Patih.
Akhirnya ada beberapa orang yang mencoba karena penasaran. Dan ternyata semua tebakan Patih benar. Mana orang yang bisa menggendong Rayno dan mana yang tidak. Dan anehnya apa yang dikatakan Patih memang benar. Setiap orang yang di bilang Patih tidak tulus akan diacuhkan oleh Rayno. Dan setiap orang yang di bilang Patih tulus, maka Rayno pasti mau di gendong. Dan benar kata Patih, Rayno pasti memberikan salam gigitan pada mereka yang di bilang Patih tulus atau baik.Ada yang di gigit Rayno di hidung pipi dan juga telinga. Hingga akhirnya orang yang merasa tidak tulus dan tidak baik tidak berani mengajak Rayno.
"Ada apa ini? Kenapa berkumpul di sini? Dan kenapa pipi, hidung dan telinga kalian bekas gigitan semua?"tanya Mandala yang tiba-tiba muncul, melihat beberapa karyawan nya yang memiliki bekas gigitan. Mandala tadinya keluar bermaksud mengambil Rayno. Tapi penasaran dengan apa yang membuat karyawannya berkumpul di meja Patih.
"Begini, bos. Orang-orang yang memiliki bekas gigitan ini adalah stempel dari bos kecil bahwa mereka adalah karyawan yang tulus dan baik. Dan yang tidak mendapatkan stempel dari bos kecil, sebaiknya kalian memperbaiki diri,"ujar Patih sinis.
__ADS_1
"Siapa saja yang di cuekin Rayno?"tanya Mandala dan Patih langsung menunjuk orang-orang yang diacuhkan oleh Rayno saat mereka mengulurkan tangan pada Rayno.
Mandala menghela napas panjang seraya memijit pelipisnya sendiri setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Patih. Patih menunjuk orang-orang yang sebenarnya memang tidak begitu disukai oleh Mandala. Mereka adalah orang-orang yang suka menjilat, atau cari muka.
Mandala baru menyadari jika apa yang dikatakan oleh Patih itu memang benar. Rayno memang tidak mau diajak sembarangan orang. Buktinya, dari vidio yang dikirimkan oleh anak buahnya saat di mall tadi siang, Rayno tidak mau di ajak oleh Yudha dan Aldi. Tapi sama orang-orang kepercayaannya di kantor ini mau. Buktinya, saat ini orang-orang yang dipercaya Mandala semuanya mempunyai bekas gigitan Rayno. Bahkan saat ini Rayno masih di gendong salah satu karyawan kepercayaannya yang saat ini hidungnya sudah merah bekas gigitan Rayno.
"Ray, ayo ikut papa!"ujar Mandala mengulurkan tangannya pada Rayno dan Rayno pun menyambutnya dengan senyuman dan uluran tangannya.
"Kalian lanjutkan pekerjaan kalian!"titah Mandala seraya meninggalkan tempat itu bersama Rayno dalam gendongannya.
"Apa papa harus mengetes ketulusan dan kebaikan karyawan papa dengan bantuan kamu?"tanya Mandala dengan berbisik pada Rayno, dan bayi itu pun tertawa.
Sebenarnya apa bedanya penjilat dan cari muka? Sebenarnya, keduanya beda tipis. Penjilat itu lewat kata-kata, menyusun kata-kata indah, memuji, berlebihan untuk mendapatkan perhatian orang lain yang biasanya adalah atasan sang penjilat. Sedangkan cari muka biasanya show off (lambat), bisa berbentuk kegiatan atau perbuatan untuk mendapatkan perhatian orang lain atau atasan.
Penjilat adalah sosok yang FOMO atau tidak mau ketinggalan berita di kantor.
Bersikap baik dan menunjukkan kelebihan pada atasan. Dan hanya menunjukkannya kepada atasan. Dia akan secara otomatis bersikap tidak bertanggung jawab jika tidak diawasi oleh atasan.
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
__ADS_1