Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
77. Aku Juga Cemburu!


__ADS_3

"Man!"pekik Kahyang. Namun Mandala langsung membungkam bibir Kahyang dengan bibirnya.


Kahyang kembali meronta, namun Mandala tidak membiarkan Kahyang melepaskan diri dari dalam kungkungan nya. Hingga akhir Kahyang kembali menggigit bibir Mandala. Mandala melepaskan ciumannya dan kembali mengusap bibirnya yang berdarah.


"Kenapa? Kamu benar-benar tidak ingin melayani aku? Tidak ingin aku sentuh? Apa karena diluar sana kamu telah menemukan yang lebih muda dan lebih tampan dari aku? Apa begitu?"tanya Mandala penuh kekecewaan.


"Bicara apa kamu? Tidakkah kamu merasa jika kamu sangat kasar padaku? Kamu seperti bukan orang yang aku kenal selama ini. Kenapa kamu jadi seperti ini?"tanya Kahyang yang merasa sangat kesal dengan perlakuan Mandala malam ini.


Mandala tidak menjawab pertanyaan Kahyang. Pria itu beringsut dari atas tubuh Kahyang kemudian mengambil pakaian dari dalam lemari.


"Mau kemana kamu?"tanya Kahyang yang melihat Mandala mengambil celana jeans dan kemeja dari dalam lemari. Pria itu hanya diam saja, seolah enggan menjawab pertanyaan Kahyang.


"Jawab aku!"teriak Kahyang membuat Mandala membuangnya napas kasar.


"Aku ingin pergi. Untuk apa aku berada di sini, jika istri ku sendiri tidak menginginkan aku lagi,"sahut Mandala datar mulai memakai celana panjangnya.


"Apa kamu ingin mencari wanita di luar sana untuk melayani mu?"tanya Kahyang dengan suara berat dan mata yang berkaca-kaca.


"Bagaimana menurut mu?"tanya Mandala sinis.


"Dasar brengseek! Kamu mencoba selingkuhan dari ku. Dasar bajingan!"pekik Kahyang memukul Mandala bertubi-tubi dan terus mengumpat Mandala.


"Hentikan!"bentak Mandala menangkap tangan mungil Kahyang yang memukuli dadanya.


"Dasar brengseek! Kamu ingin mengumbar adegan ranjang mu dengan perempuan lain. Lalu membiarkan mereka mendatangi aku untuk menceritakan bagaimana hebatnya dirimu saat bercinta dengan mereka. Begitukah?"bentak Kahyang dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Apa maksud mu?"tanya Mandala yang jadi tidak tega saat melihat Kahyang menangis.


"Kamu tidak tahu betapa sakitnya hati ku saat mantan pacar mu itu mendatangi aku dan menceritakan adegan ranjang kalian padaku? Hah?"bentak Kahyang yang memang merasa sangat sakit hatinya saat mendengar Sheila menceritakan bagaimana Mandala saat bercinta dengan Sheila. Waktu itu Kahyang benar-benar menahan diri untuk tidak menyerang mantan pacar suaminya itu. Ingin sekali saat itu Kahyang mencabik-cabik mulut wanita itu, mencakar wajahnya, menjambak rambutnya dan menginjak-injak tubuh Sheila.


Mandala membuang napas kasar,"Aku sudah bilang padamu. Dia hanya masa laluku. Kenapa kamu masih juga cemburu. Aku tidak bisa masuk ke pintu ajaib Doraemon untuk merubah masa laluku dengan dia. Aku juga tidak bisa memutar waktu dengan mesin waktu, merubah apa yang terjadi pada kami dulu. Berhentilah cemburu pada Sheila. Jika kamu terus mengungkit masa lalu, kamu tidak akan fokus dengan masa depanmu, masa depan kita,"ujar Mandala kemudian kembali menghela napas,"Apa kamu pikir aku tidak cemburu melihat mu disentuh bahkan dirangkul oleh pria lain? Pria yang lebih muda dari ku?Aku juga cemburu!"ucap Mandala melepaskan tangan Kahyang yang dipegangnya. Kemudian kembali melanjutkannya aktivitas nya memakai celana yang belum sempat dikancingkan nya.


Mendengar kalimat terakhir Mandala, Kahyang pun mencoba mengingat aktivitas nya seharian ini,"Kamu memata-matai aku?"tanya Kahyang mengingat jika tadi siang dirinya sempat bertemu dengan Aldi yang memegang tangannya dan bahkan sempat merangkum pundaknya.


"Apa salah jika aku mengawasi kamu? Kamu adalah istri ku. Apa salah jika aku ingin tahu kamu sedang apa , pergi kemana dan dengan siapa?'tanya Mandala datar seraya memakai kemeja nya tanpa menjawab pertanyaan Kahyang. Padahal Mandala mendapatkan foto-foto Kahyang itu dari nomor tidak dikenal. Namun setelah kejadian ini, Mandala benar-benar akan menyuruh seseorang untuk mengawasi Kahyang.


"Cemburu kamu itu keterlaluan. Aku tidak tahu jika dia tiba-tiba memegang tangan ku dan merangkul aku. Kamu aja diam saja waktu kemarin dipeluk Sheila,"ketus Kahyang menghapus air matanya dengan kasar.


"Aku sudah melepaskan nya waktu itu. Tapi dia memelukku erat. Jika aku bersikap kasar pada dia untuk melepaskan pelukannya, aku akan viral di media sosial,"ujar Mandala yang sudah selesai mengenakan celana dan kemeja nya.


"Pergi,"sahut Mandala singkat.


Dengan cepat Kahyang berdiri di depan pintu, menghalangi Mandala yang ingin membuka pintu. Mandala membuang napas kasar melihat tingkah istrinya.


"Sebenarnya apa maumu? Kamu tidak membiarkan aku tidur, tapi juga tidak mau melayaniku. Dan sekarang juga tidak membiarkan aku pergi,"ucap Mandala mengusap wajahnya kasar.


"Kau ingin bercinta dengan wanita di luar sana, 'kan?"tuduh Kahyang membuat Mandala benar-benar merasa frustasi.


"Apa kamu tidak bisa berpikir positif pada suamimu sendiri?"ketus Mandala.


"Kamu yang membuat aku berpikir negatif!"sergah Kahyang.

__ADS_1


"Aku lelah, capek. Aku pulang karena ingin beristirahat dengan tenang, bukan untuk berdebat dengan mu. Minggir! Aku mau pergi!"ucap Mandala menatap tajam pada Kahyang.


Suara tangis Rayno membuat perhatian mereka teralih. Namun Kahyang nampak enggan beranjak dari pintu kamar itu. Mandala menghela napas mendekati box bayi Rayno. Pria itu memeriksa popok putranya, kemudian menggantinya saat merasa popok putranya sudah penuh. Sedangkan Kahyang hanya memperhatikan apa yang dilakukan Mandala. Masih tetap bergeming berdiri di depan pintu.


"Susui lah, Ray! Sepertinya dia haus,"ujar Mandala pada Kahyang. Tapi Kahyang masih diam di depan pintu, membuat Mandala kembali menghela napas panjang,"Aku tidak akan pergi. Susui lah Ray!"pinta Mandala mengalah. Kahyang mengambil alih Rayno, namun sesekali matanya nampak melirik suaminya, nampak takut jika Mandala pergi.


Melihat kegelisahan di wajah istrinya, Mandala pun melepaskan kembali kemeja dan celana jeans nya, hingga hanya tersisa celana boxer yang menempel di tubuhnya. Pria itu membaringkan tubuhnya di ranjang dengan posisi terlentang, kemudian meletakkan lengan kanannya di atas dahinya seraya memejamkan matanya.


Kahyang merasa lega melihat Mandala yang tidak jadi pergi. Ada rasa sesal di hatinya saat melihat bibir Mandala yang bengkak karena digigitnya tadi. Kahyang baru mengerti jika suaminya sedang cemburu mengetahui dirinya di pegang dan di rangkul pria lain hari ini. Pandangan Kahyang kemudian tertuju pada dada bidang dan perut rata Mandala yang berotot. Entah mengapa Kahyang tidak pernah bosan melihat nya. Dan membayangkan dada serta perut berotot suaminya diraba oleh wanita lain benar-benar membuatnya merasa sangat kesal. Hanya dirinya yang boleh merabanya dan memilikinya. Wajar bukan jika Kahyang berpikir demikian?


Setelah Rayno kenyang dan kembali terlelap, Kahyang pun membaringkan putranya itu di box bayinya. Perlahan Kahyang naik ke atas ranjang dan mendekati suaminya. Dengan hati-hati dan pelan Kahyang merebahkan kepalanya di dada kiri suaminya. Mendengarkan detak jantung suaminya. Sedangkan tangannya memeluk pinggang suaminya. Pahanya pun dinaikkan di atas paha suaminya.


"Jangan menggodaku jika tidak ingin melayani ku,"suara bariton Mandala membuat Kahyang terkejut. Tidak menyangka jika ternyata suaminya belum tidur.


...🌟"Cemburu itu wajar, selama tidak melampaui batas sabar, dan tidak melebihi kadar"🌟...


..."Nana 17 Oktober"itu ...


...🌸❀️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2