
Mandala dan Kahyang memasuki sebuah kamar hotel yang telah disiapkan untuk mereka. Mandala langsung memeluk Kahyang dari belakang, setelah pintu itu tertutup.
"Aku sangat merindukan mu,"ucap Mandala kemudian mengecup leher Kahyang beberapa kali membuat tubuh Kahyang meremang.
"Aku ingin membersihkan diri. Tubuhku terasa lengket,"ujar Kahyang berusaha melepaskan tangan kekar Mandala yang melingkar di perutnya.
"Kita mandi bersama?"tanya Mandala menggosokkan hidung nya yang mancung di leher Kahyang, membuat tubuh Kahyang semakin meremang.
"Tidak!"sahut kahyangan cepat, masih berusaha melepaskan pelukan Mandala.
"Baiklah!"ucap Mandala seraya menghela napas panjang, melepaskan pelukannya dan Kahyang pun bergegas menuju ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Sambil menunggu Kahyang selesai mandi, Mandala duduk di tepi ranjang melihat email yang masuk di handphone nya. Setelah beberapa menit, Kahyang pun keluar dengan memakai bathrobe dengan rambut panjangnya yang terlihat basah. Mandala beranjak dari duduknya dan menghampiri Kahyang, membuat Kahyang terlihat gugup. Entah mengapa setelah satu minggu berpisah dan sekarang telah resmi menjadi istri Mandala yang sah di mata hukum dan agama, Kahyang malah terlihat gugup saat di dekati Mandala.
"Tunggu aku! Aku mandi dulu!"bisik Mandala dengan suara seksi dan dengan sengaja meniup leher Kahyang hingga napas hangatnya menyapu leher Kahyang membuat tubuh Kahyang meremang. Pria itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
"Kenapa setelah satu minggu tidak bertemu, aku merasa dia berubah,"gumam Kahyang bergidik ngeri, kemudian duduk di depan cermin besar meja rias.
Kahyang mengeringkan rambutnya dengan handuk, kemudian menggunakan hairdryer. Karena rambutnya panjang, butuh waktu agak lama bagi Kahyang untuk mengeringkan rambutnya. Setelah rambutnya kering, Kahyang pun menyisir rambut panjangnya.
Mandala keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Menghampiri Kahyang yang sedang menyisir rambutnya.
'Aku rindu dengan aroma tubuh mu ini," ucap Mandala memeluknya Kahyang dari belakang. Menghirup aroma tubuh Kahyang, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kahyang.
"Ke.. kenapa kamu tidak memakai baju?"tanya Kahyang yang baru menyadari jika Mandala hanya melilitkan handuk di pinggangnya, saat menatap cermin di depan mereka.
"Nanti juga di lepas. Buat apa memakainya?"bisik Mandala kembali menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kahyang.
"Man, boleh aku minta tolong!"ucap Kahyang yang merasa tubuhnya panas dingin karena kelakuan Mandala.
'Apa, hemm?"tanya Mandala memberi kecupan-kecupan kecil di leher Kahyang.
__ADS_1
"Tadi Ray hanya menyusu sebentar, ASI- ku penuh, rasanya sakit sekali. Bisakah kamu membelikan aku pompa ASI?"pinta Kahyang menggerakkan bahunya karena Mandala terus saja menyerang lehernya.
"Penuh?"tanya Mandala menatap Kahyang dari cermin, dan Kahyang pun mengangguk, menatap Mandala dari cermin.
"Man! Apa yang kamu lakukan?"pekik Kahyang saat tiba-tiba Mandala mengangkat tubuhnya.
"Aku akan memeriksa nya,"ujar Mandala tersenyum penuh arti membaringkan tubuh Kahyang di atas ranjang.
"Man! Kamu mau apa?"tanya Kahyang memegang tangan Mandala yang hendak menarik tali bathrobe yang dipakai Kahyang.
"Memeriksanya,"sahut Mandala masih dengan senyuman di bibirnya dan tatapan yang seolah ingin memakan Kahyang.
"Ti.. tidak perlu memeriksanya,"ucap Kahyang gugup. Namun dengan sekali sentakan Mandala menarik tali bathrobe yang dikenakan Kahyang dan membuka bathrobe itu.
"Man!"pekik Kahyang yang terkejut dengan aksi Mandala yang begitu cepat itu. Dengan sekali sentakan tubuh polos nya sudah terpampang di depan mata Mandala. Dengan wajah yang terlihat memerah, Kahyang berusaha menutupi tubuhnya, tapi dengan cepat Mandala mengunci pergerakan Kahyang.
"Aku sudah begitu lama menahannya, Yang. Izinkan malam ini aku menyentuh mu. Malam ini, aku ingin memilikimu seutuhnya,"ucap Mandala dengan tatapan yang terlihat sayu.
"Man.."
"Ugh.. Ma.. Man!"lenguh Kahyang dengan tubuh yang bergetar.
Mandala menghisap dua bukit kembar itu bergantian sedangkan jemari tangan nya sibuk bermain di bagian bawah tubuh Kahyang. Hingga membuat wanita itu bergerak gelisah di bawah kungkungan Mandala. Mandala mengusap bibirnya yang basah oleh air susu, kemudian mulai menikmati bibir Kahyang. Mengecup, menyesap dan membelit lidah Kahyang. Malam ini wanita ini adalah miliknya seutuhnya. Sudah lama Mandala menahan diri untuk tidak menyentuh Kahyang. Malam ini Mandala sama sekali tidak akan menahan diri lagi untuk menyentuh dan menikmati tubuh Kahyang.
Dengan kabut hasraat yang terlihat jelas di matanya, Mandala terus menjelajahi tubuh Kahyang. Memberi tanda di manapun yang disukainya. Kahyang bergerak gelisah di bawah kungkungan Mandala. Bibir, leher, perut, semua tidak lepas dari sentuhan bibir, lidah dan jemari tangan Mandala. Dan Kahyang pun semakin gelisah saat Mandala menenggelamkan wajahnya di antara ke dua pahanya dan menggoda lembah milik Kahyang yang terasa basah dengan bibir dan lidahnya.
"Ugh.. Ma.. Man! A.. aku tidak tahan lagi!"lenguh Kahyang terbata-bata, menjambak rambut Mandala. Ada sesuatu yang rasanya ingin meledak dari dalam tubuhnya saat lidah dan bibir Mandala terus bermain dan menggoda di bawah sana. Bahkan jemari tangan Mandala memberikan sentuhan yang membuat seluruh tubuh Kahyang semakin bergetar hebat.
"Ahh.!"pekik Kahyang dengan tubuh yang menegang saat merasakan ada sesuatu yang keluar dari inti tubuhnya dan terasa begitu nikmat.
Mandala kembali mencium bibir Kahyang dan kali ini ciumannya begitu menggebu dan agresif, membuat Kahyang kewalahan untuk mengimbangi nya. Perlahan Mandala memposisikan dirinya di atas tubuh Kahyang kemudian memasuki tubuh Kahyang secara perlahan.
__ADS_1
"Ughh..Man!"lenguh Kahyang saat Mandala telah memasuki tubuhnya sepenuhnya.
"Ughh.. Yang.. sempit sekali!"lenguh Mandala mulai bergerak di atas tubuh Kahyang. Merasakan kenikmatan yang sudah lama di inginkannya tapi selama ini mati-matian harus di tahannya.
Kahyang meraba dada dan perut berotot Mandala yang selama ini ingin selalu disentuhnya. Mengelus wajah Mandala yang basah oleh peluh. Mulai malam ini, pria ini adalah miliknya. Miliknya seutuhnya.
Mandala terus bergerak di atas tubuh Kahyang, mencium bibir Kahyang yang mendapatkan sambutan yang begitu hangat dari Kahyang. Bibir Mandala turun ke leher, dada dan menyesap air susu Kahyang tanpa menjeda gerakannya. Keduanya merasakan gejolak yang meledak-ledak dan kenikmatan yang tidak terlukiskan. Saling menyentuh tubuh pasangan nya, dan berperang lidah menikmati percintaan mereka. Tubuh mereka pun bermandikan peluh hingga akhirnya tubuh keduanya menegang saat cairan hangat dari dalam tubuh mereka keluar bersamaan.
"Aku mencintaimu?"ucap Mandala mengecup bibir Kahyang beberapa kali dengan napas yang tidak teratur.
"Aku juga mencintaimu!"ucap Kahyang memeluk tubuh Mandala yang basah oleh peluh.
"Aku rasanya tidak percaya jika kamu benar-benar menjadi milikku. Jika ini adalah mimpi, maka aku tidak ingin bangun dari mimpi ini,"ucap Mandala mendekap erat tubuh Kahyang yang sama polosnya dengan tubuhnya. Hanya selembar selimut yang menutupi tubuh sepasang suami-isteri itu.
Kahyang tidak menjawab, tapi mengeratkan pelukannya di tubuh Mandala. Menikmati dekapan pria yang dicintainya. Dekapan yang sudah seminggu ini tidak dirasakannya.
"Yang!"panggil Mandala.
"Hum,"sahut Kahyang yang merasa nyaman dalam dekapan Mandala, pria yang kini telah menjadi suaminya seutuhnya.
"Apa kamu lelah?"tanya Mandala seraya mengelus punggung Kahyang yang polos tanpa sehelai benang.
"Kenapa?"tanya Kahyang menengadahkan kepalanya menatap wajah tampan Mandala yang juga sedang menatapnya.
"Aku ingin lagi,"ucap Mandala dengan tatapan sayu.
"Hah?"
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
.
To be continued