Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
86. Aneh


__ADS_3

Mandala membawa Kahyang ke sebuah restoran. Memesan meja terpisah dengan Patih yang ikut bersama mereka.


"Hai, Yang! Kamu di sini juga?"sapa seorang pria membuat Kahyang dan Mandala langsung menoleh.


"Kamu di sini juga?"tanya Kahyang balik, melirik Mandala yang raut wajahnya berubah menjadi datar. Tiba-tiba Kahyang merasa was-was dengan kehadiran pemuda yang tidak lain adalah Aldi. Sedangkan Patih nampak mengamati situasi di meja majikannya itu.


"Nggak keberatan, 'kan, jika aku ikut gabung di sini. Nggak enak makan siang sendirian,"ujar Aldi yang langsung duduk di salah satu kursi. Disamping Mandala dan Kahyang yang duduk saling berhadapan,"Tidak masalah, 'kan, Tuan Mandala?"tanya Aldi tanpa dosa, menganggu makan siang suami-isteri yang sedang ingin berduaan.


"Kamu mengenal ku?"tanya Mandala tanpa menjawab pertanyaan Aldi.


"Siapa yang tidak mengenal anda? Seorang pebisnis muda yang disegani. Kekasih dari foto model Sheila,"sahut Aldi tersenyum penuh arti.


"Siapa yang bilang dia kekasih ku? Dia hanya mantan kekasih ku,"tegas Mandala terdengar tidak suka.


Perbincangan mereka terhenti sejenak saat makanan yang mereka pesan dihidangkan. Termasuk makanan yang di pesan Aldi juga.


"Oh, aku pikir dia masih menjadi kekasih, Tuan,"ujar Aldi menyambung pembicaraan mereka yang sempat terhenti tadi seraya mulai mengiris hidangan yang dipesannya yang berupa steik, sama dengan yang dipesan oleh Mandala dan Kahyang.


"Aku sudah lama putus dengan dia, bahkan sebelum aku bertemu dengan Kahyang,"ujar Mandala jujur adanya seraya memotong-motong steik di piringnya.


Mandala memang sudah putus dengan Sheila sebelum bertemu dengan Kahyang. Namun Sheila tidak terima jika diputuskan oleh Mandala. Selalu mencari cara untuk bertemu dengan Mandala Tapi tidak bisa karena Patih seperti tembok yang menghalangi Sheila untuk bertemu dengan Mandala. Bahkan tadi setelah mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Mandala pun, Sheila tidak bisa menjalankan rencananya.


"Benarkah? Aku pikir anda masih berhubungan dengan dia. Bukankah kalian sudah lama menjalin hubungan? Anda pasti sangat mencintai Sheila, 'kan?"tanya Aldi tanpa dosa.


Sedangkan Kahyang hanya diam, menjadi pendengar setia. Melihat bagaimana reaksi Mandala. Begitu pula dengan Patih yang memasang telinga nya baik-baik untuk mendengarkan pembicaraan majikannya.


"Tidak juga. Aku tidak terlalu mencintai dia. Karena awalnya aku menerima dia karena dia terus-menerus mengejar aku,"sahut Mandala kemudian menukar steik yang sudah dipotong-potong nya dengan steik milik Kahyang.


Sebenarnya memang Sheila yang mengejar-ngejar Mandala hingga suatu saat Sheila mengajak Mandala minum minuman beralkohol dan menggoda Mandala hingga akhirnya mereka melakukan hubungan suami-istri tanpa ikatan. Sejak saat itulah Mandala menerima Sheila sebagai kekasihnya dan berusaha mencintai Sheila. Namun walaupun sudah bertahun-tahun bersama Sheila, Mandala tidak bisa mencintai Sheila seperti Mandala mencintai Kahyang saat ini.


"Oh, begitu, ya? Aku kira anda masih mencintai Sheila. Mengingat sudah bertahun-tahun kalian menjalin cinta,"ucap Aldi tertawa kecil.

__ADS_1


"Tak"


Mandala menusuk daging di piring nya dengan pisau daging lumayan kuat, membuat Kahyang, Aldi dan Patih menoleh ke arah Mandala.


"Apa sebenarnya maksud kamu menanyakan tentang masa lalu ku? Tentang hubunganku dengan Sheila? Apa kamu ingin membuat istriku cemburu? Dengar! Aku tidak akan membiarkan siapapun menganggu apalagi merusak keluarga kecil ku! Baik itu Sheila atau keluarga kami sekalipun. Aku tidak akan pernah menceraikan istri ku walaupun sampai napas terakhir ku. Aku tidak akan membiarkan seorang pun mendekati apalagi merebut istri ku dari ku,"ucap Mandala dengan suara yang terdengar berat dan tatapan tajam penuh intimidasi pada Aldi.


"Tak"


Aldi yang dari tadi terlihat makan dengan santai tiba-tiba melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Mandala. Menusuk daging di piringnya dengan pisau daging.


"Sebaiknya anda menjadi pria yang setia! Karena aku sangat benci dengan orang yang tidak setia!"ucap Aldi pada Mandala dengan suara berat dan tatapan yang sama tajam dan mengintimidasi nya dengan Mandala. Dengan seringai di bibirnya yang terlihat menakutkan.


"Kalian ini bicara apa, sih? Kalian membuat nafsu makan ku jadi hilang!"dengus Kahyang yang merasa tidak nyaman dengan interaksi kedua pria yang satu meja dengan dirinya itu.


"Maaf, aku harus pergi sekarang. Lain kali kita mengobrol lagi,"ucap Aldi yang tiba-tiba wajahnya berubah penuh senyuman, ceria dan ramah. Sungguh ekspresi yang berubah drastis. Membuat Mandala dan Kahyang mengernyitkan kening mereka secara bersamaan.


"Sampai jumpa Tuan Mandala! Sampai jumpa Kahyang! Terimakasih sudah menemaniku makan siang,"ucap Aldi dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya, kemudian berlalu pergi begitu saja.


"Sudah. aku bilang, dia hanya teman ku, Man. Teman SMP ku. Tidak ada hubungan spesial di antara kami berdua,"sahut Kahyang jujur adanya.


Walaupun dulu Aldi pernah mengejar-ngejar dirinya dan berulangkali menyatakan cinta pada dirinya, tapi Kahyang tidak pernah menerima cinta Aldi. Apalagi manjadi pacar Aldi.


"Bau-bau aroma cemburu yang menyengat,"gumam Patih lirih, tertawa tanpa suara seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Kemudian melanjutkan menyantap makanannya.


Mandala menatap Aldi yang semakin menjauh. Mandala merasa ada yang aneh dengan tingkah dan perkataan pemuda itu.


***


Setelah diusir Mandala dari kantornya, dan kembali ke apartemen nya, Sheila pun menghubungi Andini.


"Halo, kak? Gimana? Sudah bicara dengan kak Mandala?"tanya Andini antusias.

__ADS_1


"Aku belum sempat bicara pada kakakmu, tapi perempuan itu sudah keburu datang dan menyuruh security menyeret aku keluar, An! Kakak ipar mu itu kejam sekali. Dia mendorong aku dengan kuat sampai aku terjatuh. Padahal aku baru mau bicara dengan kakakmu,"adu Sheila penuh kebohongannya. Tujuannya? Untuk membuat Andini membenci Kahyang tentunya.


"Apa? Kasar sekali. Kenapa kakakku bisa menikah dengan perempuan seperti dia?"sahut Andini terdengar kesal.


"Sudah kakak bilang, kakakmu terpaksa menikah dengan perempuan itu. Perempuan itu dari keluarga kaya, dia meminta keluarganya menikahkan dia dengan kakakmu. Kedua orang tuamu pasti tidak berani membuat keluarga perempuan itu tersinggung, mengingat keluarga perempuan itu bukan pebisnis biasa. Karena itu orang tua mu terpaksa menerima perempuan itu menjadi menantu mereka,"ujar Sheila berusaha mencuci otak Andini.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku akan bicara pada kakak,"sahut Andini terdengar menggebu-gebu.


"Jangan! Kamu jangan bicara apapun pada kakakmu!"larang Sheila.


"Kenapa?"tanya Andini nampak bingung.


"Jika kamu mendekati kakak mu dan ketahuan perempuan itu bahwa kamu membenci dia, aku takut perempuan itu akan berbuat sesuatu padamu. Tolong saja aku agar bisa bertemu dengan kakakmu. Biar aku yang bicara dengan kakakmu,"bujuk Sheila.


"Bagaimana caranya?"tanya Andini.


"Kalian punya villa, 'kan?"tanya Sheila.


"Punya,"sahut Andini polos.


"Kamu ajak kakakmu bertemu di villa itu. Tapi kamu tidak usah datang ke villa itu. Biar kakak saja yang menemui kakakmu di villa itu. Agar kakak bisa leluasa bicara dengan kakakmu. Kamu mau, 'kan?"tanya Sheila penuh harap.


"Baiklah. Aku akan mengajak kakakku ke villa itu. Kalau kakakku setuju, aku akan mengirimkan alamat villa nya pada kak Sheila,"ujar Andini menyetujui.


"Oke. Kakak tunggu kabar baiknya,"ucap Sheila kemudian mengakhiri panggilan teleponnya,"Jika gadis bodoh itu berhasil membujuk Mandala pergi ke villa itu, aku akan membuat Vidio hot dengan Mandala sehingga istri Mandala mencampakkan Mandala,"gumam Sheila dengan seringai licik di bibirnya kemudian tertawa.


...🌸❤️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2