
Melihat Sheila terdiam, Mandala pun kembali berkata,"Jika tidak punya bukti, jangan menuduh orang sembarangan!"ketus Mandala berjalan meninggalkan tempat itu.
Melihat Mandala yang akan pergi meninggalkan tempat itu, Sheila pun memutar otak,"Jika kamu tidak mau menikahi aku, aku akan bunuh diri di sini!"teriak Sheila kembali mengancam Mandala.
Mandala kembali menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya dengan wajah kesal.
"Jika semua perempuan yang ada di sini mengancam akan bunuh diri di sini agar aku mau menikah dengan mereka, apa aku harus menikahi mereka semua? Apa kamu pikir istri ku akan rela? Kalian para wanita yang ada di sini, apa jika yang ada di posisi aku sekarang adalah pasangan kalian, apa kalian rela pasangan kalian menikah dengan perempuan seperti dia?"Tanya Mandala pada semua perempuan yang ada di tempat itu.
"Tentu saja, tidak,"
"Iya benar, jika ada orang yang ingin bunuh diri dan ingin dinikahi, apa suami kita harus menikahi orang itu?"
"Jadi dia ini ceritanya pelakor yang pengen jadi istri sah?"
"Ulet bulu ternyata,"ucap para wanita yang ada di tempat itu.
"Kalau mau bunuh diri, ya bunuh diri saja! Itu nyawa, adalah nyawa kamu sendiri. Terserah kamu mau hidup atau mati. Tidak ada urusannya dengan aku,"ujar Mandala kemudian kembali melangkah meninggalkan tempat itu.
"Man, aku akan benar-benar bunuh diri di sini!"teriak Sheila.
"Terserah!"sahut Mandala kesal.
"Dasar pelakor!"ucap seorang wanita melempar botol bekas minuman pada Sheila.
"Tidak tahu malu!"seorang ibu-ibu melempar Sheila dengan minuman kemasan gelas hingga pecah dan membasahi tubuh Sheila.
"Merusak nama baik perempuan saja!"ucap yang lainnya ikut melemparkan botol bekas.
"Mati saja! Dasar pelakor!"
Semua orang pun pergi dari tempat itu dengan perasaan kesal pada Sheila. Bahkan ada beberapa orang yang ikut melempari Sheila dengan botol bekas, kaleng bekas dan berbagai macam sampah bekas makanan dan minuman pada Sheila.
"Akkh! Sial! Sial! Sial!"pekik Sheila yang tubuhnya menjadi basah dan kotor.
"Hei, syaiton! Film pendek yang kamu buat hari ini bagus sekali,"ucap Patih yang ternyata sedari tadi mengabadikan semuanya dengan rekaman Vidio. Pria itu tertawa keras melihat keadaan Sheila yang mengenaskan, basah dan kotor, kemudian Patih meninggalkan Sheila begitu saja. Menghampiri mobil Mandala.
Sedangkan Sheila hanya bisa mengepalkan tangannya dengan amarah yang tertahan. Rencananya hari ini benar-benar Gatot, alias gagal total. Bukannya berjalan mulus, yang ada dirinya dipermalukan habis-habisan.
Perlahan Sheila melangkah pergi dari tempat itu dengan perasaan yang sangat kesal.
"Bagaimana pun, aku harus mendapatkan Mandala. Aku tidak mau selamanya menjadi budak nafsu Aldi. Jika aku bisa menikah dengan Mandala, Aldi tidak akan berani menganggu aku lagi,"gumam Sheila menatap gedung tempat Mandala berada.
__ADS_1
Patih langsung membawa masuk mobil Mandala yang ditinggalkan Mandala di depan pintu gerbang perusahaan karena Sheila yang menghalangi Mandala masuk tadi.
Sedangkan Mandala terlihat sangat kesal. Bahkan para karyawan yang tidak mengetahui kejadian di depan pintu gerbang perusahaan pun merasa heran dengan penampilan Mandala saat ini. Wajah yang terlihat kesal, dasi yang hanya tergantung begitu saja dan kemeja yang dua kancing bagian atasnya terbuka. Tidak seperti biasanya yang selalu tampil rapi. Hari ini terkesan berantakan.
"Eh, lihat! Itu Tuan Mandala kenapa penampilannya berantakan seperti itu?"bisik resepsionis berambut pendek pada temannya, resepsionis berambut panjang.
"Eh, lihat! Di leher Pak Mandala ada kiss mark nya,"sahut resepsionis berambut panjang yang ikut mengamati Mandala yang lewat di depan meja mereka.
"Wajahnya juga terlihat sangat kesal. Aneh, Tuan Mandala tidak seperti biasanya yang selalu tampil rapi"ujar resepsionis berambut pendek.
"Kira-kira siapa, ya, yang bikin kiss mark di leher Tuan Mandala?"sahut resepsionis berambut panjang.
"Namanya juga orang kaya. Perempuan mana saja pasti mau merangkak naik ke atas ranjang nya. Apalagi Tuan Mandala orangnya gagah dan tampan. Cewek mana, sih, yang nggak bakal klepek-klepek kalau di dekati sama dia,"ujar resepsionis berambut pendek.
"Termasuk kamu, dong?"ujar resepsionis berambut panjang.
"Memangnya kamu nggak mau? Seandainya Tuan Mandala mau sama kamu, kamu pasti juga mau, 'kan?"tanya resepsionis berambut pendek.
"Nggak lah! Nggak mau,"sahut resepsionis berambut panjang.
"Alahh.. jangan munafik! Mana mungkin kamu nolak orang kaya, gagah dan tampan seperti Tuan Mandala,"cibir resepsionis berambut pendek.
"Maksud aku itu, nggak mau aku tolak,"sahut resepsionis berambut panjang.
"Eh, itu ada Patih. Coba kita tanya sama Patih!"ujar resepsionis berambut panjang.
"Dia itu kalau ditanya kadang mau menjawab, kadang tidak,"sahut resepsionis berambut pendek.
"Coba aja kita tanya. Siapa tahu pas lagi mau menjawab. Mukanya terlihat senang gitu,"ujar resepsionis berambut panjang.
Patih memang sedang merasa senang karena Sheila dipermalukan di depan umum.
"Patih! Ada apa dengan Tuan Mandala? Kenapa penampilan Tuan berantakan, tidak seperti biasanya?"tanya resepsionis berambut pendek yang merasa sangat penasaran dengan penampilan Mandala pagi ini.
"Gara-gara ulet bulu si syaiton itu. Pagi-pagi sudah menghadang bos. Dia bercinta sama orang lain, tapi malah minta pertanggung jawaban dari bos. Dia minta dinikahi bos, dia mengancam akan bunuh diri di depan perusahaan kita kalau bos tidak mau menikah dia. Dasar ulet bulu! Syaiton! Tidak tahu malu! Pelakor!"ujar Patih kemudian meninggalkan kedua orang resepsionis yang masih penasaran itu. Segera menyusul majikannya ke lantai atas.
"Maksud Patih itu Sheila yang di usir dari perusahaan waktu itu, ya?"gumam resepsionis berambut pendek.
"Aku rasa yang dimaksud Patih memang Sheila. Karena yang biasa dipanggil Patih dengan sebutan syaiton memang perempuan itu,"sahut resepsionis berambut panjang.
"Jadi dia minta dinikahi Tuan Mandala dengan cara mengancam akan bunuh diri jika Tuan Mandala tidak mau menikahi dia?"sahut resepsionis berambut pendek.
__ADS_1
"Sepertinya begitu,"sahut resepsionis berambut panjang.
"Jadi, Tuan Mandala setuju, nggak, ya menikahi perempuan itu?"tanya resepsionis berambut pendek.
"Mana aku tahu? Dari tadi aku, 'kan disini bersama kamu,"sahut resepsionis berambut panjang.
"Iya juga, ya!"sahut resepsionis berambut pendek.
Di lantai atas.
"Pagi Tuan!"sapa sekretaris Mandala.
"Hum,"sahut Mandala langsung masuk ke dalam ruangannya.
Sekretaris Mandala nampak heran melihat kedatangan Mandala dengan penampilan yang tidak seperti biasanya yang selalu terlihat rapi.
"Ada apa dengan Tuan? Kenapa penampilannya seperti itu? Wajahnya juga terlihat sangat kesal? Kalau gara-gara nggak dapat jatah, rasanya nggak mungkin, deh! Tadi di leher Tuan ada bekas kiss mark yang kelihatannya masih baru,"gumam sekretaris Mandala yang jadi penasaran. Ada apa dengan majikannya hari ini?
Tidak lama kemudian, Patih pun keluar dari lift. Sekretaris Mandala itu nampak sudah tidak sabar menunggu Patih. Saat Patih baru saja duduk di sebelahnya, sekretaris Mandala langsung menarik tangan Patih agar mendekat padanya.
"Ada apa?"tanya Patih pada rekan kerjanya itu, mengernyitkan keningnya.
"Kenapa penampilan Tuan pagi ini berantakan? Sebelumnya, Tuan tidak pernah seperti itu. Apa kamu tahu apa sebabnya?"tanya sekretaris Mandala.
"Itu, si syaiton bikin ulah di depan pintu gerbang perusahaan. Dia mengancam akan bunuh diri di depan pintu gerbang perusahaan kita jika bos tidak mau menikahi dia,"sahut Patih.
"Si Sheila itu?"tanya sekretaris Mandala.
"Iya. Siapa lagi?" Aku sempat merekam kejadian tadi. Mau aku kirimi video nya?"tanya Patih antusias.
"Sungguh? Tentu saja mau. Aku sangat penasaran,"sahut sekretaris Mandala antusias.
"Baik, aku kirimkan video nya sama kamu. Tapi nonton nya pas istirahat saja!"ujar Patih memperingati.
"Iya, iya. Aku tahu,"sahut sekretaris Mandala,"Ngomong-ngomong, kamu tahu tidak, orang yang dipanggil Tuan Mandala papa Prasetyo?"tanya sekretaris Mandala nampak serius.
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued