
Ngomong-ngomong, kamu tahu tidak, orang yang dipanggil Tuan Mandala papa Prasetyo?"tanya sekretaris Mandala nampak serius.
Patih mengernyitkan keningnya menatap rekan kerjanya itu,"Kenapa kamu tiba-tiba menanyakan tentang orang itu? Dari mana kamu tahu?"tanya Patih curiga.
"Tuan yang menyebut nama itu. Kamu tahu tentang orang itu?"tanya sekretaris Mandala lagi.
"Tentu saja aku tahu. Tuan Prasetyo adalah pengusaha kontruksi ternama, ayah mertuanya bos,"sahut Patih bangga, karena merasa lebih tahu tentang Mandala dari pada orang lain yang ada di perusahaan itu. Tentu saja karena Patih adalah asisten pribadi Mandala.
"Kamu salah! Ayah mertuanya Tuan Mandala adalah Tuan Anggoro, pengusaha perhotelan yang terkenal itu. Tuan Mandala mengatakannya sendiri padaku,"sahut sekretaris Mandala merasa lebih tahu dari Patih.
Patih menghela napas panjang menatap malas pada rekan kerjanya itu,"Itu juga tidak salah. Tapi yang aku katakan juga benar. Tuan Prasetyo adalah kakak kandung Tuan Anggoro. Dan keduanya hanya mempunyai satu orang putri, yaitu bos nyonya. Bos nyonya lah yang kelak akan mewarisi semua harta Tuan Prasetyo dan Tuan Anggoro. Dan tentunya, kelak, bos Mandala lah yang akan menjalankan usaha yang di wariskan kepada bos nyonya itu,"jelas Patih.
"Apa kamu bilang? Jadi istri Tuan adalah pewaris perusahaan Tuan Prasetyo dan Tuan Anggoro? Dia wanita kaya raya?"tanya sekretaris Mandala seakan tidak percaya.
"Benar,"sahut Patih.
"Lalu kenapa Tuan Anggoro sangat membenci Tuan Mandala? Apa Tuan kawin lari dengan nyonya?"tanya sekretaris Mandala semakin penasaran.
"Sudah kerja sana! Jangan mengurusi urusan pribadi orang lain,"ujar Patih mulai mengerjakan pekerjaannya. Tidak berani bercerita tentang rumah tangga majikannya. Takut dipecat. Patih memang seperti itu. Jika merasa apa yang diketahuinya tidak boleh diketahui orang lain, Patih akan memilih diam. Karena Patih adalah tipe orang yang sulit berbohong.
Sekertaris Mandala menghela napas saat Patih tidak mau menjawab pertanyaan nya. Sudah terbiasa dengan sikap Patih yang seperti itu.
"Bisa bantu aku menemui Tuan Prasetyo?"tanya sekretaris Mandala membuat Patih terkejut.
"Kenapa kamu ingin menemui Tuan Prasetyo?"tanya Patih curiga.
"Karena mendengar kata-kata Tuan kemarin, masalah perusahaan kita akan segera selesai jika Tuan Prasetyo tahu tentang masalah ini. Tapi Tuan tidak mau memberitahu Tuan Prasetyo,"sahut sekretaris Mandala.
"Maksud kamu?"tanya Patih.
"Yang menyebabkan krisis yang dialami perusahaan kita ini adalah Tuan Anggoro. Tuan Anggoro lah orang yang menyuruh saingan bisnis kita untuk menurunkan harga barang mereka,"jelas sekretaris Mandala.
"Apa?"tanya Patih nampak terkejut, kemudian membuang napas kasar. Sekarang Patih mengerti dengan situasi saat ini,"Aku mengerti. Bos pasti akan merasa harga dirinya jatuh jika bos mengadu pada tuan Prasetyo. Baiklah. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan Tuan Prasetyo. Kita akan pergi bersama untuk menemui nya, dan jangan sampai diketahui oleh bos. Jika sampai ketahuan, gaji kita akan dipotong, atau lebih parahnya, kita akan dipecat,"sahut Patih serius.
"Aku mengerti,"sahut sekretaris Mandala yang juga terlihat serius.
__ADS_1
"Kamu siapkan bukti-bukti nya. Jika kita bicara tanpa bukti, kita tidak akan dipercaya orang,"ujar Patih.
"Oke, akan aku siapkan,"sahut sekretaris Mandala.
***
Aldi nampak sedang duduk di kursi kebesaran nya. Hingga sekretarisnya masuk ke ruangan nya.
"Sudah kamu siapkan berkasnya?"tanya Aldi.
"Ini, Tuan,"sahut sekretaris Aldi menyerahkan sebuah berkas,"Tuan, ada Tuan Anggoro. Beliau ingin bertemu dengan anda,"ucap sekretaris Aldi.
Aldi membuang napas kasar mendengar kata-kata sekretarisnya,"Suruh dia masuk!"titah Aldi dengan nada kesal. Tak lama kemudian Anggoro pun masuk ke ruangan Aldi.
"Halo, Om! Apa kabar?"tanya Aldi dengan wajah cerah, memeluk Anggoro.
"Baik. Kamu sendiri bagaimana?"tanya Anggoro berbasa-basi.
"Baik, Om. Silahkan duduk, Om!"ujar Aldi mempersilahkan Anggoro duduk di sofa,"Kenapa Om sampai repot-repot datang kemari? Jika ada perlu dengan aku, aku bisa datang menemui, Om,"ujar Aldi nampak akrab dengan Anggoro.
"Om tahu, kamu adalah orang yang sibuk. Om tidak ingin menyita banyak waktu mu. Kebetulan Om tadi lewat, jadi sekalian mampir. Oh ya, bagaimana dengan Kahyang? Apa kamu sudah berhasil mendekati Kahyang?"tanya Anggoro.
"Tidak apa-apa. Om mengerti. Tapi Om sangat berharap kamu bisa menjadi menantu, Om,"ujar Anggoro penuh harap.
"Aku akan berusaha, Om,"sahut Aldi penuh senyuman.
Aldi adalah putra dari rekan bisnis Anggoro. Anggoro bermaksud menyingkirkan Mandala dan menjadikan Aldi sebagai menantunya. Karena itulah, sampai saat ini Anggoro tidak pernah berniat melibatkan Mandala dalam bisnis yang dikelola nya, tidak seperti yang dilakukan oleh Prasetyo. Prasetyo telah melibatkan Mandala dalam bisnis nya. Karena nantinya semua bisnis yang dimiliki oleh Prasetyo akan dikelola oleh Mandala sebagai suami dari Kahyang.
Anggoro berniat membuat Mandala bangkrut agar Prasetyo setuju Kahyang bercerai dengan Mandala. Anggoro ingin Mandala dianggap tidak becus dalam mengelola perusahaan. Itulah tujuan Anggoro menyerang perusahaan Mandala dengan bersembunyi di balik perusahaan saingan bisnis Mandala. Karena jika Anggoro melakukan secara terang-terangan, maka Prasetyo akan marah besar pada dirinya.
Anggoro merasa sakit hati pada Mandala dan keluarga nya. Karena tidak punya itikad baik untuk meminang putrinya, setelah Mandala menghamili putrinya. Jika yang dijodohkan dengan Mandala bukanlah putrinya, maka sudah jelas Mandala akan mencampakkan putrinya. Anggoro merasa terhina dengan perlakuan Mandala dan keluarganya yang menjadikan Kahyang istri tanpa sepengetahuan dirinya. Dan lebih buruknya lagi, putrinya diperlakukan seperti istri simpanan. Karena itulah, Anggoro menjadi sakit hati pada Mandala dan keluarganya. Merasa tidak dihargai oleh Mandala dan keluarganya.
Lalu bagaimana dengan Sheila? Sesungguhnya Sheila juga orang suruhan Anggoro. Anggoro menyelidiki jika Mandala pernah berpacaran lumayan lama dengan Mandala. Karena itu Anggoro menyuruh Sheila untuk menggoda Mandala agar pernikahan Mandala dan putrinya hancur dan Anggoro bisa menikahkan putrinya dengan Aldi.
"Maaf, Om jadi menambah kesibukan kamu,"ujar Anggoro.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, kok, Om,"sahut Aldi dengan seulas senyum di bibirnya.
"Kamu suka, nggak pada putri Om, setelah melihat putri, Om?"tanya Anggoro.
"Tentu saja suka Om. Kahyang adalah teman SMP aku. Waktu SMP dulu, aku mengejar-ngejar Kahyang. Tapi sayangnya dia tidak pernah menerima cinta ku,"ujar Aldi menghela napas panjang.
"Benarkah? Om baru tahu kalau kamu pernah menyukai putri Om. Kalau begitu berjuanglah! Pantang bagi lelaki jika tidak bisa mendapatkan keinginan kita,"sahut Anggoro memprovokasi Aldi.
Anggoro tidak menyangka jika Aldi adalah teman SMP Kahyang dan ternyata pernah mengejar-ngejar Kahyang. Sungguh sebuah kebetulan. Dan Anggoro berharap bisa memisahkan Kahyang dari Mandala.
"Tapi aku lihat Mandala sangat mencintai Kahyang, Om,"ujar Aldi.
"Dia mencintai putri Om karena putri Om akan menjadi pewaris bisnis Om dan kakak Om. Kalau tidak, setelah menghamili putri Om, pasti dia datang menghadap Om untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tapi buktinya, dia tidak melakukan hal itu. Dia malah memperlakukan putri Om seperti istri simpanan. Dia itu tidak lebih dari pria brengseek!"ujar Anggoro penuh kebencian.
"Oh, begitu, ya? Baiklah aku akan kembali mendekati Kahyang,"sahut Aldi.
"Om yakin, kamu pasti bisa. Om sudah melihat, kamu adalah pebisnis muda yang berbakat. Kamu nantinya pasti bisa menjadi penerus untuk mengelola bisnis Om. Dan Om yakin, kamu adalah orang yang terbaik untuk mendampingi putri Om,"ucap Anggoro penuh keyakinan.
"Terimakasih atas kepercayaan nya, Om,"sahut Aldi.
"Baiklah, Om tidak akan membuang waktu berharga kamu lagi. Om, pamit!"ucap Anggoro beranjak dari duduknya.
"Kalau ada apa-apa, Om hubungi saja aku. Tidak perlu repot-repot datang ke sini,"sahut Aldi penuh senyuman.
"Oke,"sahut Anggoro kemudian keluar dari ruangan Aldi.
Aldi mengantarkan Anggoro sampai ke mobilnya. Membuat Anggoro semakin simpati pada Aldi. Setelah mobil Anggoro menjauh, senyuman di bibir Aldi tiba-tiba menghilang dan berganti dengan senyum yang lebih mirip dengan seringai.
...π"Yang menurut kita baik, belum tentu juga baik menurut orang lain."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
.
To be continued