
Kahyang mengendarai mobilnya meninggalkan minimarket dengan perasaan marah dan jengkel. Ingin rasanya tadi Kahyang merobek-robek mulut Sheila. Namun Kahyang tidak bisa melakukannya. Negara ini adalah negara hukum. Kahyang tidak mau masuk penjara hanya karena menganiaya mantan suaminya. Tidak keren sama sekali jika dirinya harus terjerat kasus hukum karena menganiaya mantan suaminya.
"Eh, ada apa dengan mobil ini,"gumam Kahyang yang merasa ada yang tidak beres dengan mobilnya. Kahyang pun menepikan mobilnya, dan keluar untuk memeriksa mobilnya.
"Hais, pakai bocor lagi! Tidak tahu apa kalau aku lagi badmood!"gerutu Kahyang merasa kesal.
"Tin! Tiinn!"terdengar suara klakson sebuah mobil yang kemudian menepi di depan mobil Kahyang. Seorang pria tampan, sama tampan nya dengan Mandala keluar dari dalam mobil itu menghampiri Kahyang.
"Kamu? Kamu Kahyang, 'kan?"tanya pria itu menunjuk pada Kahyang.
"Siapa, ya?"tanya Kahyang pada pria itu seraya mengernyitkan keningnya. Mencoba mengingat siapa pria yang menyapanya ini.
"Aku Aldi, teman SMP kamu,"ujar pria itu mencoba membantu Kahyang mengigat dirinya.
"Aldi? Teman SMP?"tanya Kahyang masih mencoba mengingat pria yang ada di depan nya itu.
"Iya. Masa nggak ingat? Aku, 'kan pangeran tertampan di SMP kita dulu,"sahut Aldi seraya membusungkan dadanya. Bangga.
"Ohh.. si Aldi yang playboy dan sok kegantengan dulu, ya?"tanya Kahyang tertawa kecil setelah dapat mengingat siapa Aldi.
"Hais, nggak seru sekali. Kenapa kamu mengingat aku seperti itu?"ujar Aldi membuang napas kasar.
"Ya memang kenyataannya seperti itu, 'kan? Kamu memang playboy. Hampir semua gadis di SMP kita dulu adalah pacar kamu. Untung saja kucing penjaga sekolah nggak kamu pacari juga,"sahut Kahyang tertawa kecil. Mengingat betapa playboy nya teman SMP nya ini dulu.
"Ya. Kecuali kamu. Kamu nggak mau jadi pacar aku. Padahal kalau waktu itu kamu mau jadi pacarku, aku tidak akan menjadi playboy,"dengus Aldi.
"Apa hubungannya dengan aku? Jadi playboy atau tidak, itu kan pilihan kamu sendiri,"protes Kahyang tidak mau disalahkan.
"Karena aku patah hati kamu menolak cintaku. Kamu adalah mawar terindah yang aku puja. Tak disangka kamu menancap kan duri-duri tajam mu di hatiku dengan menolak cinta suciku. Kamu membuat hati kecil ku terluka tapi tidak berdarah,"ujar Aldi dengan ekspresi sedih.
"Masih saja lebay, dan suka menggombal,"ujar Kahyang tertawa kecil melihat sikap teman lamanya yang raja gombal itu.
Dulunya Aldi memang mengejar-ngejar dirinya dan beberapa kali menyatakan cinta tapi selalu ditolaknya. Waktu itu Kahyang hanya fokus sekolah dan tidak ingin menjalin hubungan yang nantinya hanya akan dianggap sebagai cinta monyet, mengingat saat itu mereka masih SMP. Namun setelah beberapa kali ditolak Kahyang, Aldi malah jadi playboy. Hampir semua siswi di sekolah mereka di pacari pria itu.
"Kamu selalu saja menganggap aku seperti itu. Padahal aku serius sama kamu, sangat-sangat serius,"ucap Aldi meraih tangan Kahyang dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Dasar playboy! Sudah! Nggak usah drama! Mending bantu aku, deh!"ujar Kahyang menarik tangannya yang dipegang Aldi.
"Oke. Mau diantar ke mana? Kemana aja akan aku antar. Ke hati aku juga boleh. pintu hatiku selalu terbuka lebar untuk mu,"ujar Aldi merentangkan kedua tangannya.
Kahyang menghela napas dalam melihat temannya itu"Bantu aku mengganti ban mobilku,"ujar Kahyang menunjuk pada ban mobil nya.
"What? Seorang pangeran di suruh mengganti ban mobil? No.. no..no! Aku nggak bakat mengganti ban mobil dan aku nggak bisa,"ujar Aldi menolak permintaan Kahyang.
"Ishh.. nggak keren sama sekali. Muka aja yang dibanggakan, ganti ban mobil saja nggak becus,"ujar Kahyang membuang napas kasar.
"Aku tidak dilahirkan untuk mengganti ban mobil. Aku dilahirkan untuk mencintai kamu. Karena mengganti ban itu bukan tugas pangeran, tapi tugas montir. Sudah, ayo aku antar! Di sini nggak ada angkutan umum yang lewat, loh,"ujar Aldi merangkul Kahyang.
"Woi! Tangan kondisikan!"sergah Kahyang melepaskan tangan Aldi dari pundaknya.
"Ye, ile.Cuma pegang dikit doang!"protes Aldi.
"Bukan muhrim!"sahut Kahyang.
"Tenang saja, nanti aku halalkan. Biar bisa pegang kamu kapan saja dan dimana saja,"sahut Aldi seraya mengedipkan sebelah matanya dengan genit.
"Ya sudah, mau tetap di sini atau mau pulang, nih?"tanya Aldi.
Kahyang kembali membuang napas kasar,"Baiklah,"sahut Kahyang yang terpaksa mengambil barang belanjaannya dan memindahkan nya ke mobil Aldi.
"Yang, aku serius masih cinta sama kamu. Jika saja aku tidak disuruh orang tuaku sekolah ke luar negeri, aku pasti akan bersekolah di tempat yang sama dengan kamu.Mengejar cintamu sampai aku mendapatkannya,"ujar Aldi terdengar serius.
"Maaf! Kita tidak berjodoh. Aku sudah menikah dan memiliki anak,"ucap Kahyang tersenyum tipis.
"Benarkah? Sayang sekali. Padahal aku masih mencintai kamu, Yang,"ujar Aldi terdengar sedih. Melajukan mobilnya sesuai panduan Kahyang.
"Tidak usah di kenang! Itu hanya cinta monyet,"sahut Kahyang.
"Tapi bagiku itu bukan cinta monyet, Yang. Aku beneran cinta sama kamu. Aku pacaran sama hampir semua siswi di SMP kita cuma pengen buat kamu cemburu. Tapi kamu malah tidak cemburu sama sekali,"ujar Aldi membuang napas kasar.
"Sudahlah! Itu semua sudah berlalu,"sahut Kahyang.
__ADS_1
"Yang!"panggil Aldi setelah beberapa saat mereka saling diam.
"Hum,"sahut Kahyang tanpa menatap Aldi.
"Aku tunggu jandamu!"ucap Aldi membuat Kahyang memijit pelipisnya.
"Carilah yang masih gadis! Jangan menunggu janda siapapun,"ujar Kahyang.
Tak lama kemudian mereka pun sudah tiba di depan rumah Kahyang. Kahyang segera keluar dari mobil Aldi.
"Yang, kamu nggak nyuruh aku masuk gitu? Disuguhi secangkir teh hangat sebagai ucapan terimakasih juga nggak apa-apa. Masa sudah dibantu nggak ada basa basi apa gitu,"ujar Aldi dengan wajah memelas. Ikut keluar dari dalam mobil membuka pintu mobil tempat Kahyang meletakkan barang belanjaannya.
"Terimakasih banyak, Tuan Aldi. Maaf sudah merepotkan dan menyita waktu anda yang sangat berharga!"ucap Kahyang tersenyum yang terkesan dipaksakan, kemudian keluar dari dalam mobil Aldi tanpa menyuruh Aldi masuk.
Aldi hanya bisa menghela napas berat melihat kahyangan yang sudah memasuki gerbang rumahnya.
"Bye!"ucap Aldi seraya melambaikan tangannya pada Kahyang. Sedangkan Kahyang melambaikan tangannya tanpa menoleh atau menyahuti ucapan Aldi.
"Kamu semakin cantik dan mempesona. Tapi kenapa dari dulu kamu tidak pernah menanggapi perasaan ku?"gumam Aldi kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Di sisi lain.
Mandala menggenggam erat handphonenya. Seolah ingin menghancurkan handphonenya dengan tangannya. Rahangnya mengeras dan tatapan matanya penuh amarah. Baru saja Mandala menerima foto-foto Kahyang bersama seorang pria tampan. Dari foto-foto itu, Mandala melihat Kahyang dan pria itu nampak akrab. Bahkan ada foto saat pria itu memegang tangan Kahyang dan saat Kahyang dirangkul oleh pria itu.
"Kamu tidak berniat selingkuh dari ku, 'kan?"gumam Mandala menatap foto dirinya bersama Kahyang dan Rayno yang berada di atas meja kerjanya. Foto keluarga yang nampak bahagia.
Akhir-akhir ini Mandala memang sangat sibuk dan selalu pulang malam. Tidak banyak waktu yang bisa Mandala habiskan bersama Kahyang. Melihat foto-foto yang dikirimkan oleh nomer tidak dikenal tadi, tentu saja ada rasa cemburu di hati Mandala. Tidak rela wanitanya di sentuh pria lain.
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
__ADS_1