
"Akkhh! Dasar mesum!"pekik Kahyang langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Mandala, menutup wajahnya yang memerah.
Sebenarnya kenapa Kahyang berteriak seperti itu? Hal itu karena saat membaringkan tubuh Kahyang, tanpa diduga, handuk yang dipakai Mandala melorot. Ya, handuk Mandala melorot dan tanpa sengaja Kahyang melihat sesuatu yang tegak, tapi bukan tiang. Semua itu karena Kahyang yang menggedor-gedor pintu kamar mandi. Hingga Mandala terburu-buru memakai handuknya.
Mandala yang sempat terkejut mendengar umpatan Kahyang pun akhirnya menyadari jika handuknya melorot. Pria itu segera meraih handuknya kembali dan memakainya.
"Aku mandi dulu!"ucap Mandala langsung bergegas ke kamar mandi,"Huff.. sial sekali!"gerutu Mandala bersandar di balik pintu kamar mandi. Membuang napas kasar menatap sesuatu di bawah sana yang masih tegak.
"Apa sebesar itu,"gumam Kahyang bergidik ngeri mengingat apa yang dilihatnya tadi. Wanita muda itu langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut,"Memalukan sekali!"gerutu Kahyang dengan wajah yang memerah.
Cukup lama Mandala berada di dalam kamar mandi, menidurkan sesuatu yang nampak sulit ditidurkan. Mandala keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lesu. Menatap Kahyang yang masih bersembunyi di balik selimut. Mandala memakai pakaiannya kemudian duduk di tepi ranjang.
"Kamu ingin sarapan apa?"tanya Mandala lembut seolah sebelumnya tidak terjadi apa-apa.
"Terserah!"ucap Kahyang yang masih menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.
"Kalau begitu, mandilah dulu! Hari ini kamu ada kuliah, 'kan? Aku akan mengantarmu,"ujar Mandala kemudian keluar dari kamar.
Mendengar suara pintu yang dibuka kemudian di tutup, Kahyang pun membuka selimutnya. Kahyang membuang napas kasar kemudian beranjak dari tempatnya berbaring. Saat Kahyang akan mandi, tiba-tiba handphonenya berdering.
"Halo!"sapa Kahyang pada orang di seberang telpon.
"Halo, Pus! Pus, nanti malam datang ke acara ulang tahunku, ya!"ucap Nela, teman kuliah Kahyang.
"Mendadak sekali! Mau diadakan di mana?"tanya Kahyang.
"Di kampus. Aku memang baru punya rencana semalam untuk merayakannya. Jadi pagi ini baru memberi kabar padamu dan teman-teman yang lain,"ujar Nela.
"Baiklah, akan aku usahakan untuk hadir,"sahut Kahyang.
"Aku harap, loh, kehadiran kamu,"ujar Nela kemudian mengakhiri sabungan telepon.
Mandala memesan makanan untuk sarapan mereka. Kemudian membuka laptopnya dan mulai bekerja. Beberapa menit kemudian, makanan pesanan Mandala pun sampai. Bertepatan dengan Kahyang yang keluar dari kamar.
"Makanlah!"ucap Mandala kemudian menatap Kahyang,"Kenapa matamu seperti mata panda? Kamu semalam begadang?"tanya Mandala saat melihat mata Kahyang yang mempunyai lingkaran hitam.
"Aku nggak bisa tidur,"sahut Kahyang yang sebenarnya masih merasa malu dengan kejadian tadi.
__ADS_1
Kahyang sama sekali tidak berani menatap Mandala, sehingga tidak menyadari jika mata Mandala pun mempunyai lingkaran hitam yang sama dengan nya. Semalam Mandala juga kurang tidur. Keduanya sarapan tanpa membicarakan apapun.
"Yang!"panggil Mandala setelah Kahyang selesai sarapan.
"Hum,"sahut Kahyang tanpa mau menatap Mandala.
Mandala berjongkok di samping tempat Kahyang duduk. Dengan lembut meraih tangan Kahyang, lalu memakaikan cincin di jari manis Kahyang. Cincin bertahtakan red diamond yang terlihat indah dan pas di jari manis Kahyang.
Kahyang terkesiap saat tiba-tiba Mandala berjongkok di samping tempat duduknya, apalagi saat Mandala meraih tangan nya dan memasangkan cincin yang begitu cantik di jari manisnya.
"Tolong jangan pernah pernah lepaskan cincin ini. Anggaplah cincin ini sebagai kenang-kenangan dari ku. Kelak, jika anak kita perempuan, berikan padanya. Dan jika anak kita laki-laki, berikan cincin ini pada menantu kita,"ucap Mandala menggenggam tangan Kahyang dengan lembut. Mendongak menatap Kahyang dengan tatapan yang sangat teduh.
"Hum,"sahut Kahyang. Entah mengapa dadanya terasa sesak mendengar kata-kata Mandala. Seolah mereka akan segera berpisah. Pada kenyataannya, memang tinggal enam bulan lagi mereka akan berpisah.
"Ayo! Aku akan mengantarkan kamu ke kampus,"ujar Mandala yang juga merasa dadanya sesak saat mengingat bahwa kebersamaan mereka tidak akan lama lagi.
"Nanti sore, aku tidak bisa menjemput mu. Aku akan pulang agak malam. Kamu jangan lupa makan, ya!"ujar Mandala saat mereka sudah ada di dalam mobil.
"Hari ini ada temanku yang berulang tahun, Kami akan merayakannya di kampus. Mungkin aku juga akan pulang agak malam,"sahut Kahyang tanpa menatap Mandala.
"Baiklah! Hubungi aku, jika kamu sudah mau pulang,"ujar Mandala.
***
Setelah Kahyang turun dari mobil, Mandala pun segera melajukan mobilnya menuju perusahaan nya. Kahyang menatap sendu mobil Mandala yang semakin menjauh. Dengan langkah gontai Kahyang memasuki kampusnya, menuju kelasnya. Duduk di bangkunya menatap cincin red diamond yang tadi dipakaikan Mandala. Cincin yang terlihat indah dan elegan.
Di sisi lain.
"Gimana? Dia masuk nggak hari ini?"tanya pemuda yang tidak lain adalah Roger.
"Iya. Aku lihat tadi dia masuk kelas,"sahut Nita.
"Kita jalankan rencana kita hari ini,"ucap Roger tersenyum jahat.
"Kali ini jangan sampai gagal lagi! Jangan seperti kemarin!"ketus Nita yang masih merasa kecewa pada Roger karena rencana mereka pada waktu hari ulang tahun Nita kemarin gagal.
Waktu itu Nita berencana untuk menyebarkan vidio dan foto Kahyang saat ditiduri Roger. Namun nyatanya rencana mereka gagal total.Bahkan waktu itu, mereka tidak tahu dimana keberadaan Kahyang setelah gadis itu pamit ke toilet.
__ADS_1
"Kamu tenang saja! Kali ini, aku tidak akan gagal lagi. Asalkan kamu berhasil menjalankan tugas kamu, kali ini pasti tidak akan gagal lagi. Aku akan membalas perbuatan gadis itu padaku,"ujar Roger dengan mata yang berkilat penuh dendam.
Roger merasa sakit hati karena dihajar Kahyang di depan umum dua kali. Dua kali pula Kahyang menendang pisang yang dibanggakan nya. Sungguh kejadian itu benar-benar membuat Roger malu. Banyak gadis yang sudah ditaklukkan Roger, dijadikan sebagai penghangat ranjang nya. Tapi Kahyang benar-benar sulit untuk ditaklukkan.
"Kali ini jangan membuat bantuanku menjadi sia-sia! Kamu sudah menyiapkannya kamera nya, 'kan?tanya Nita.
"Tentu saja. Nanti aku akan memasangnya di tempat yang tepat, agar gambarnya terlihat jelas,"ujar Roger dengan senyuman licik di bibirnya.
Sementara itu, Riska menghampiri Kahyang yang duduk diam di bangku nya. Riska langsung duduk di sebelah Kahyang.
"Hai, Yang! Di undang Nela di acara ulang tahun dia, nggak?"tanya Riska yang juga mendapatkan undangan.
"Hum. Mendadak sekali. Aku belum punya kado buat dia,"ujar Kahyang.
"Aku juga. Gimana kalau selesai kuliah kita cari kado buat Nela?"ajak Riska.
"Oke. Aku setuju. Tapi kenapa diadakan di kampus, ya?"tanya Kahyang.
"Aku dengar, ada beberapa temannya yang kuliah malam di universitas ini. Karena itu dia mengadakan pesta ulang tahunnya di sini,"sahut Riska.
"Gitu, ya? Tapi terasa agak aneh saja. Mengadakan pesta ulang tahun di kampus,"ujar Kahyang.
"Biar nggak keluar uang buat nyewa tempat kali. Pak rektor, 'kan, paman Nela,"ujar Riska.
"Oh, aku baru tahu, kalau Nela keponakan Pak rektor,"sahut Kahyang.
"Perhatian! Perhatian!"ucap Nela yang tiba-tiba masuk ke dalam kelas, sehingga perhatian teman-temannya pun tertuju pada nya.
"Teman-teman! Acara nanti malam akan kita mulai pukul tujuh malam, ya! Kita akan bikin permainan seru yang bikin rame pesta kali ini. Jangan lupa bawa kadonya, ya!"ujar Nela cengengesan, nampak sangat bersemangat.
...π"Jika dia tidak ditakdirkan menjadi milikmu, maka kamu tidak akan pernah memiliki nya."π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
.
__ADS_1
.
To be continued