
Kahyang baru saja selesai menyusui Rayno. Putra pertama nya itu tertidur setelah kenyang menyusu.
Kahyang menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang seraya mengecek handphone nya. Mandala keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenal celana boxer saja. Pria itu kemudian duduk menempel di sebelah istrinya, bahkan memeluk dan menciumi leher Kahyang.
"Man!"panggil Kahyang mendorong wajah Mandala yang berada di ceruk lehernya.
"Hum,"sahut Mandala masih saja menciumi leher Kahyang.
"Aku ingin kuliah lagi,"ujar Kahyang membuat Mandala menghentikan aktivitas nya dan memandang lekat wajah istrinya.
"Kamu ingin mengambil S2?"tanya Mandala masih memeluk tubuh Kahyang dari samping.
"Tidak. Aku ingin kuliah di jurusan yang aku suka,"sahut Kahyang.
"Kamu ingin kuliah jurusan Fashion Design?"tanya Mandala yang tahu jika Kahyang sering menggambar berbagai model pakaian di sebuah buku khusus miliknya.
"Hum. Boleh, 'kan?"tanya Kahyang penuh harap.
"Boleh. Tapi.."Mandala menggantung kalimatnya.
"Tapi apa?"tanya Kahyang tidak sabar.
"Aku tidak ingin kuliah kamu mengurangi waktu kebersamaan kita. Kamu tahu, 'kan, aku sangat sibuk dan aku merasa kekurangan waktu untuk bersama mu dan Rayno? Jadi, jika kamu ingin kuliah lagi, pastikan waktu untuk ku dan Rayno tidak berkurang,"ujar Mandala panjang lebar.
"Iya. Aku janji. Terimakasih!"sahut Kahyang dengan senyuman manis di bibirnya.
"Cuma ucapan terima kasih?"tanya Mandala memicingkan sebelah matanya.
"Kamu ingin apa, hemm?"tanya Kahyang seraya melingkarkan kedua tangannya di leher Mandala dengan gaya yang manja. Kahyang tidak akan lagi menolak jika Mandala menginginkan nya. Kahyang tidak ingin Mandala mencari kepuasan di luar sana. Tidak ingin membuka celah untuk pelakor.
__ADS_1
"Sebagai ucapan terima kasihnya, aku ingin malam ini kamu menjadi coboy yang gagah. Bisa? Sanggup?"tanya Mandala tersenyum nakal mengeratkan pelukannya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja.
"Oke. Koboy yang gagah, 'kan?"tanya Kahyang langsung mendorong tubuh Mandala hingga terlentang. Sedangkan Mandala nampak tersenyum senang.
Kahyang mulai meraba dada bidang dan perut rata Mandala, kemudian melucuti pakaiannya sendiri dengan gaya seksi. Membuat Mandala menelan salivanya susah payah. Ingin rasanya dirinya langsung menerkam istrinya itu. Namun ditahannya karena ingin merasakan sensasi nikmat saat istrinya menjadi pengendali dalam pergulatan mereka kali ini.
***
Kahyang mengendarai mobilnya menuju sebuah minimarket. Membeli beberapa macam cemilan.
"Brugk"
"Auwh"pekik Kahyang yang hampir saja jatuh karena ditabrak seseorang.
"Kau?"ucap Kahyang saat melihat siapa orang yang menabrak dirinya.
"Sorry, aku sengaja,"ucap orang yang menabrak Kahyang, yang tidak lain adalah Sheila, tersenyum miring.
Kahyang membuang napas kasar mendengar kata-kata Sheila. Mengacuhkan Sheila dan kembali memilih cemilan yang akan dibelinya.
"Sejak kapan kamu mengenal Mandala?"tanya Sheila ikut memilih cemilan.
"Itu urusan ku. Tidak ada hubungannya dengan mu,"sahut Kahyang acuh. Malas rasanya melihat apalagi bicara pada mantan pacar suaminya ini.
"Tentu saja ada hubungannya dengan ku. Karena Mandala memutuskan aku demi dirimu,"ujar Sheila sinis.
Kahyang mengernyitkan keningnya. Jika dipikir memang benar. Mandala mengaku memutuskan Sheila karena kedua orang tuanya ingin menjodohkan Mandala dengan dirinya. Walaupun waktu ini Kahyang belum tahu bahwa yang dijodohkan dengan Mandala adalah dirinya. Bahkan Mandala sendiri juga tidak tahu. Mereka pikir Mandala akan dijodohkan dengan orang lain.
"Mandala memutuskan kamu, berarti dia tidak mencintai kamu lagi,"sahut Kahyang enteng.
__ADS_1
"Dia sangat mencintai aku. Buktinya selama kami berpacaran, dia selalu memberikan apapun yang aku mau. Dia sangat menyayangi aku dan selalu meluangkan waktu untuk aku. Dia memutuskan aku karena orang tuanya, bukan karena tidak lagi mencintai aku lagi,"ucap Sheila nampak bangga.
"Itu dulu. Buktinya dia memutuskan dan meninggalkan kamu , 'kan? Dia bahkan tidak mau memperjuangkan cintanya padamu, 'kan?"tanya Kahyang tersenyum sinis.
"Dia meninggalkan aku karena dijodohkan dengan kamu. Mandala terpaksa menikah dengan kamu,"ujar Sheila sok tau.
Kahyang tertawa tanpa suara mendengar kata-kata Sheila,"Dia tidak terpaksa menikah dengan aku. Karena dia sangat mencintai aku,"sahut Kahyang yang masih ingat bagaimana mereka berdua menghabiskan waktu mereka saat itu karena menyangka akan berpisah sebentar lagi.
"Kamu tahu seberapa jauh hubungan ku dan Mandala? Kami sudah beberapa kali berhubungan layaknya suami-istri istri. Ah, aku tidak bisa melupakan bagaimana hebatnya Mandala di atas ranjang,"ujar Sheila membuat Kahyang mengepalkan kedua tangannya.
"Dia begitu pintar dan lihai di atas ranjang. Membuat aku tidak berdaya. Dia terlihat seksi saat berada di atas tubuh ku dengan peluh yang membasahi wajah dan tubuhnya. Dia benar-benar pria yang tangguh di atas ranjang. Dadanya yang bidang dan perutnya yang sixpack itu.. Ah..aku Benar-benar merindukan saat dia bergerak di atas tubuh ku dan mendesaahkan namaku. Miliknya benar-benar terasa memenuhi milikku. Terasa sesak dan nikmat,"ujar Sheila lagi yang sengaja membuat Kahyang sakit hati karena mengetahui jika suaminya tidak hanya berhubungan intim dengan dirinya saja.
Kahyang menahan amarah mendengar semua kata-kata Sheila. Semua yang dikatakan Sheila memang benar. Mandala memang sangat pintar dan lihai saat berada di atas ranjang. Dan terlihat semakin tampan dan seksi saat tubuhnya dibanjiri peluh karena sedang bercinta. Dadanya memang bidang dan perutnya memang sixpack. Mandala juga selalu mendesaahkan namanya saat mereka sedang bercinta. Dan milik Mandala memang terasa penuh saat masuk ke dalam miliknya. Cara Mandala bercinta'dengan Sheila sama dengan saat Mandala bercinta dengan dirinya.
Cemburu? Tentu saja. Marah? Jangan ditanya. Mana ada seorang wanita apalagi seorang istri yang tidak cemburu dan marah saat mendengar wanita lain memuji kehebatan suaminya di atas ranjang.
"Apa maksud kamu mengatakan semua ini padaku?"tanya Kahyang berusaha tenang walaupun ingin rasanya mencabik-cabik mulut kurang ajar si wanita mantan ini. Menjambak, mencakar dan menginjak-injak wanita sialan di depannya ini.
"Tidak ada. Aku hanya teringat saja, dan merindukan saat-saat seperti itu bersamanya,"ucap Sheila tersenyum simpul.
"Oh, kamu mengingat saat kamu berbuat dosa, ya? Tidur dengan seorang pria hanya berdasarkan ikatan pacaran. Memberikan tubuhmu untuk memuaskan kebutuhan biologis nya. Kamu berusaha mengikatnya dengan hubungan yang tidak seharusnya itu. Berharap dia tidak akan pernah meninggalkan kamu karena kamu memberikan tubuhmu? Sungguh bodoh! Sangat teramat bodoh. Kamu hanya di jadikan pemuas biologis nya. Penghangat ranjang nya. Tapi kamu begitu bangga. Kenapa kamu tidak umum kan saja di media sosial kamu pernah ditiduri suamiku tapi berakhir dicampakkan dan menjadi mantan? Aku yakin semua orang akan menertawakan kamu. Hanya ditiduri tapi tidak di nikahi. Kamu mau ingin mengatakan padaku bahwa kamu sama seperti seorang wanita penghibur? Menggelikan sekali,"ucap Kahyang tertawa tanpa suara kemudian meninggalkan Sheila.
"Kurang ajar! Berani sekali dia,"geram Sheila yang usahanya untuk memanas manasi Kahyang tidak berhasil dan malah berakhir dirinya yang dihina Kahyang. Sheila berharap dengan kata-kata nya tadi Kahyang akan marah dan ribut dengan Mandala saat pulang nanti karena masa lalu Mandala bersama nya. Tapi bukannya marah, perempuan itu malah menghinanya.
...🌸❤️🌸...
.
.
__ADS_1
To be continued