
Agung dan Prameswari sangat terkejut mendengar perkataan Mandala. Sungguh,. mereka sama sekali tidak mengetahui jika wanita yang dinikahi putra mereka kemarin adalah wanita yang dinikahi putra mereka sembilan bulan yang lalu. Keduanya sampai bingung harus berkata apa. Hanya sehari dua malam bersama Kahyang. Itupun sembilan bulan yang lalu. Membuat sepasang suami-istri itu tidak mengingat wajah Kahyang. Dan soal nama, mereka pun tidak mengingat nama lengkap Kahyang. Lagi pula, bukankah banyak orang yang mempunyai nama yang sama?
"Sekarang, katakan padaku! Bagaimana aku harus menjelaskan tentang hubungan kami selama ini kepada orang tua Kahyang?"tanya Mandala membuat Agung dan Prameswari semakin bingung harus mengatakan apa.
Prameswari tidak menduga jika Kahyang yang dinikahi Mandala kemarin adalah Kahyang yang dihamili Mandala. Sekarang mereka merasa bingung bagaimana harus menjelaskan pada keluarga Kahyang tentang peristiwa yang terjadi sekitar satu tahun yang lalu.
Agung tertunduk mengepalkan kedua tangannya. Bagaimana reaksi keluarga Kahyang, jika keluarga Kahyang tahu bahwa yang menghamili Kahyang adalah Mandala? Bahkan waktu itu dirinya melarang Mandala untuk menikahi Kahyang secara hukum. Hanya memperbolehkan Mandala menikahi Kahyang secara siri. Jika waktu itu Prameswari tidak marah besar, Agung tidak akan pernah mengijinkan Mandala untuk menikahi Kahyang secara hukum, apalagi membiarkan Mandala tinggal bersama Kahyang selama wanita itu mengandung cucunya. Bahkan Agung selalu mengingatkan Mandala untuk menceraikan Kahyang setelah Kahyang melahirkan.
"Aku tahu, semua ini berawal dari kesalahanku. Aku yang membuat masalah ini menjadi rumit. Jika saja waktu itu aku tidak khilaf sehingga membuat Kahyang mengandung anakku, semua masalah ini tidak akan terjadi. Tapi jujur, selama sembilan bulan tinggal bersama, kami akhirnya saling mencintai. Dan kami sangat bahagia saat kami bisa menjadi pasangan suami-isteri yang sah di mata hukum dan agama. Namun, kami juga bingung bagaimana harus menjelaskan semua yang telah terjadi kepada orang tua Kahyang.Kami datang kemari karena ingin saran dari papa dan mama,"ujar Mandala panjang lebar.
Agung menghela napas berat. Mandala memang akar dari semua masalah ini. Tapi Agung juga bersalah dalam hal ini, karena menyuruh Mandala menyembunyikan pernikahannya dari publik. Tidak mengijinkan Mandala bertanggung jawab dan meminta maaf pada ayah Kahyang. Dan tidak jujur kepada Prasetyo tentang apa yang telah terjadi pada Mandala.
"Saat ini, mertua kamu sedang ke luar negeri. Nanti kita mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Papa lah yang paling bersalah dalam hal ini. Waktu itu kamu bilang pada papa untuk datang dan meminta maaf pada orang tua Kahyang, tapi papa melarang kamu. Jika waktu itu papa tidak melarang kamu, mungkin masalah ini tidak akan menjadi rumit seperti saat ini,"ujar Agung penuh penyesalan.
"Terlambat papa mengatakan itu semua. Mandala memang bersalah karena telah menghamili Kahyang. Tapi papa lebih bersalah karena menghalangi anak papa untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Seharusnya papa mendukung putra papa yang mau mempertanggungjawabkan kesalahan nya. Bukan malah menghalangi dan menjadikan putra kita seperti seorang pengecut seperti ini,"sinis Prameswari yang sejak awal memang tidak setuju dengan keputusan Agung.
Agung semakin tenggelam dalam penyesalan nya. Dua bulan yang lalu, tepatnya setelah Rayno lahir, diam-diam Mandala menemui Agung tanpa diketahui Prameswari. Mandala bicara jujur pada Agung bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Kahyang. Mandala ingin menjadikan Kahyang istrinya seutuhnya. Menemui orang tua Kahyang dan mengakui segala kesalahannya. Dan bicara jujur tentang hubungan nya dengan Kahyang kepada Prasetyo. Tapi Agung menentangnya mati-matian. Menjejali Mandala tentang hutang budi yang harus mereka balas kepada Prasetyo. Hingga akhirnya Mandala hanya bisa menuruti perkataan Agung untuk tetap menikah dengan putri Prasetyo. Tapi Mandala membohongi Agung bahwa dirinya sudah menceraikan Kahyang. Padahal Mandala tidak pernah menceraikan Kahyang.
"Yang, sepertinya Ray haus,"ujar Mandala yang melihat Ray dalam pangkuan nya nampak gelisah. Bayi yang baru berusia dua bulan itu nampak menggerak- gerakkan mulut dan kepalanya seperti sedang mencari sumber kehidupannya.
"Berikan padaku!"pinta Kahyang mengulurkan tangannya untuk mengambil Rayno dari pangkuan Mandala.
"Apa kalian membawa susunya? Berikan Ray pada mama! Biar Kahyang membuatkan susu untuk cucu mama,"ujar Prameswari yang sebenarnya sudah sejak lama ingin bertemu dengan cucunya.
"Ray, tidak minum susu formula, ma. Ray hanya minum ASI,"sahut Kahyang.
"Oh, begitu. Itu lebih bagus. Jarang perempuan jaman sekarang yang mau menyusui anaknya sendiri. Katanya takut payudarranya menjadi kendur. Mereka memberi susu formula pada anaknya.Dan lebih memilih menyusui bapak nya dari pada anaknya. Karena bapaknya juga ingin menyusu, tidak mau kalah dengan anaknya,"ujar Prameswari blak-blakan membuat Kahyang menunduk karena merasa malu.
Agung memalingkan wajahnya merasa tersindir karena dirinya termasuk bapak-bapak yang suka menyusu. Sedangkan Mandala nampak salah tingkah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Merasa tersindir karena dirinya juga sangat hobi menyusu pada Kahyang.
"Bawalah anak dan istrimu ke kamarmu! Biar Kahyang merasa nyaman saat menyusui Ray. Setelah selesai, turunlah untuk makan malam bersama kami. Malam ini kalian menginap saja di sini,"ujar Prameswari yang sejujurnya sangat ingin menggendong cucunya.
"Iya, ma,"sahut Mandala kemudian beranjak membawa Kahyang dan Rayno ke kamarnya.
__ADS_1
Kahyang segera duduk di ranjang Mandala yang ada di kamar Mandala dan menyusui Rayno. Kahyang memperlihatkan kamar Mandala yang baru kali ini dimasukinya. Ranjang king size, dinding yang di cat dengan warna putih. Sofa, lemari pakaian dan beberapa pajangan yang membuat kamar itu terkesan mewah. Mandala duduk di sebelah kiri Kahyang. Tangan kanannya memeluk pinggang Kahyang.
"Bagaimana jika malam ini kita mencobanya di sini?"tanya Mandala berbisik di telinga Kahyang kemudian mengecup ceruk leher Kahyang beberapa kali. Sedangkan tangan kirinya pun bergerilya di paha Kahyang. Tubuh Kahyang pun meremang karena ulah Mandala itu.
"Man, jangan banyak tingkah! Kamu mengganggu aku menyusui Rayno,"protes Kahyang menggerakkan bahunya, kemudian mendorong wajah Mandala agar menjauh dari ceruk lehernya.
"Apa yang kamu lakukan padaku? Apa kamu punya ilmu atau memakai susuk pengasihan di tubuhmu? Mengapa sejak pertama kali bertemu dengan mu, aku merasa sulit sekali untuk mengendalikan diri ku agar tidak menyentuh mu? Kamu seperti magnet yang selalu menarik ku. Tahukah kamu, betapa tersiksanya aku selama berbulan-bulan tinggal bersamamu? Aku mati-matian menahan diri agar tidak menerkam kamu,"ungkap Mandala dengan jemari tangannya yang tidak mau diam.
"Aku tidak melakukan apapun padamu. Aku tidak punya ilmu pengasihan ataupun memakai susuk seperti katamu. Dan mana aku tahu jika kamu sangat tersiksa selama tinggal bersama ku beberapa bulan ini?"sahut Kahyang kembali mendorong wajah Mandala yang sudah kembali berada di ceruk lehernya.
"Setiap inci tubuh mu membuat aku kecanduan. Setiap kali aku memasuki tubuh mu, aku merasa seperti disedot dan di jepit. Milikmu terasa sempit sekali, sangat nikmat. Kamu juga sangat pintar menggoyangkan pinggulmu saat kita bercinta. Kamu sangat pintar memanjakan aku di dalam sana. Kamu benar-benar membuatku tergila-gila pada mu,"ujar Mandala mengungkapkan semua yang dirasakannya saat bercinta dengan Kahyang. Sedangkan jemari tangan nya tidak berhenti bergerilya di tubuh Kahyang.
"Man, tidak bisakah kamu berhenti membahas tentang hal itu,"sahut Kahyang dengan wajah yang memerah. Kahyang merasa Mandala bicara terlalu blak-blakan soal urusan ranjang. Walaupun sejatinya Kahyang merasa tersanjung mendengar pujian Mandala tadi.
"Aku tidak bisa berhenti membicarakan nya, apalagi berhenti melakukan nya. Aku sangat menyukainya. Aku sangat suka saat kamu menggerayangi tubuh ku. Dan aku sangat suka mendengar kamu memekik memanggil namaku. Bergerak gelisah di dalam kungkungan ku, dan terlihat menikmati setiap detik saat kita bercinta. Aku menginginkan mu,"ujar Mandala yang malah mencium bibir Kahyang dengan agresif, membuat Kahyang kelabakan. Suaminya itu seperti ingin menelannya bulat-bulat. Mengecup, menyesap, menggigit bibir Kahyang dan membelit lidah Kahyang.
Kahyang memukul-mukul lengan Mandala dengan sebelah tangannya, saat Kahyang sudah mulai kehabisan napas. Hingga Mandala melepaskan ciumannya. Sedangkan tangan satunya menahan tubuh Rayno yang masih menyusu.
"Man, apa kamu tidak lihat kalau aku sedang menyusui Rayno,"ujar Kahyang seraya mengatur napasnya. Merasa kesal dengan suaminya. Entah mengapa suaminya ini seperti macan yang kelaparan saat berada di dekatnya.
Notebook :
Beberapa wanita beranggapan bahwa menyusui dapat menyebabkan payudara kendur. Padahal, perubahan pada bentuk dan ukuran payudara tidak dipengaruhi oleh aktivitas menyusui, melainkan karena faktor lain, seperti kehamilan, gaya hidup tidak sehat, dan proses penuaan.
# 7 Manfaat Memberi ASI bagi Kesehatan Ibu
Menunda Kembalinya Kesuburan.
Rahim Lebih Cepat Kembali ke Ukuran Normal.
Naluri Keibuan Meningkat.
__ADS_1
Berat Badan Kembali dengan Cepat.
5.Mengurangi Risiko Terkena Kanker.
Mengurangi Risiko Osteoporosis dan Patah Tulang.
Mengurangi Insulin bagi Ibu Menyusui Penderita Diabetes.
# Berikut 6 manfaat menyusui suami yang terdengar tabu atau mungkin jorok, tapi sangat bermanfaat.
Menyehatkan jantung
Menjaga berat badan tetap stabil
Meningkatkan kecantikan kulit
Awet muda
Mencegah penyakit paru-paru
Menghilangkan stres
Ini hanya sedikit info. Sebenarnya masih banyak lagi manfaat menyusui bayi dan suami. Readers bisa Googling sendiri untuk mengetahui penjelasan yang lebih detail lagi.
Sedangkan dalam agama Islam, masih ada pro kontra mengenai hukum menyusui suami. Namun melansir pada buku Islam dan Kebidanan yang disusun oleh Mokhamad Rohma Rozikin, hukum dari suami meminum ASI istri adalah tidak ada konsekuensi hukum ridho'ah atau persusuan apa pun. Sebab, konsekuensi persusuan hanya berlaku apabila yang meminum air susu usianya maksimal 2 (dua) tahun hijriah.
.
__ADS_1
.
To be continued