
Dilantai bawah, Prasetyo bangkit dari duduknya dengan senyuman lebar saat melihat Kahyang yang keluar dari lift tersenyum lebar padanya, sedangkan Mandala sedang menggendong Rayno.
"Papa!"panggil Kahyang yang berlari kecil menghampiri Prasetyo dan langsung memeluk Prasetyo. Prasetyo pun membalas pelukan putri satu-satunya yang dia miliki itu dengan perasaan bahagia. Bagi Prasetyo, melihat Kahyang bahagia adalah kebahagiaan terbesar untuk dirinya.
"Maaf, pa! Kami agak lama. Tadi Rayno baru selesai menyusu,"ujar Mandala yang merasa tidak enak hati karena membuat mertuanya menunggu lama.
"Tidak apa-apa. Papa belum lama, kok,"ujar Prasetyo melerai pelukannya dengan Kahyang,"Cucu kakek sudah besar ternyata,"ujar Prasetyo mengulurkan tangannya pada Rayno dan Rayno pun mengulurkan tangannya pada Prasetyo, pertanda mau di gendong Prasetyo.
"Wah, cucu kakek sangat sehat,"ujar Prasetyo kemudian menciumi cucunya dengan gemas. Rayno tertawa terbahak-bahak saat Prasetyo menciuminya karena geli saat terkena kumis Prasetyo, membuat Prasetyo semakin gemas.
"Ray pasti geli karena kumis papa,"ujar Kahyang yang melihat Rayno tertawa terbahak-bahak saat Prasetyo menciumnya.
"Papa akan satu mobil dengan kalian saja. Papa masih kangen dengan cucu papa,"ujar Prasetyo.
"Ya sudah, kalau begitu kita berangkat sekarang saja, pa! Kahyang nampaknya sudah lapar setelah menyusui Rayno tadi,"ujar Mandala.
"Ah iya, papa sampai lupa. Kahyang tidak boleh kelaparan. Kalau tidak, cucu papa juga akan kelaparan. Ayo kita berangkat!"sahut Prasetyo dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.
Akhirnya mereka pun masuk ke mobil yang sudah diparkir Patih di depan pintu utama perusahaan. Dua orang security nampak bergegas membukakan pintu mobil untuk majikan mereka. Prasetyo yang sedang menggendong Rayno duduk di samping Patih yang duduk di belakang kemudi. Sedangkan Mandala dan Kahyang duduk di kursi penumpang bagian belakang.
"Siapa sebenarnya perempuan yang bersama Tuan Mandala itu?"
'Tuan memanggil pria paruh baya itu dengan panggilan papa,"
"Perempuan itu juga memanggil papa pada pria paruh baya itu,"
"Dan pria paruh baya itu juga memanggil bayi yang di gendong Tuan tadi cucunya,"
"Apakah ini berarti Tuan Mandala sudah menikah? Apakah perempuan itu istrinya, bayi itu anaknya dan pria paruh baya itu mertua nya?"
"Mungkin. Dan jika benar itu adalah anak dan istri Tuan, berarti tuan sudah lama menikah,"
"Wanita itu memang istri Tuan. Kami di lantai atas sudah tahu semua tentang hal ini,"ujar seorang karyawan yang mendengar perbincangan dua orang resepsionis itu.
"Benarkah? Kami benar-benar tidak tahu,"sahut salah seorang resepsionis.
"Dan lagi, apa kalian tidak melihat vidio yang sedang viral beberapa hari ini? Dalam vidio itu, secara tidak langsung Tuan mengaku sudah menikah,"ujar karyawan itu lagi.
"Video viral? Video apa?"tanya dua orang resepsionis itu tampak penasaran.
__ADS_1
"Video tentang mantan pacar Tuan yang bernama Sheila. Perempuan itu mengancam akan bunuh diri di depan pintu gerbang perusahaan jika Tuan tidak menikahinya. Huh, kalian ketinggalan berita. Nggak update!"ujar karyawan Mandala dari lantai atas itu.
"Kasih tahu kami doang, apa judul videonya!"
"Kalau kamu punya, kirim ke kami! Please!"pinta kedua resepsionis itu.
"Ntar aku kirim,"ujar karyawan dari lantai atas itu kemudian mengambil handphonenya dan mengirim video tentang Sheila pada dua orang resepsionis itu.
Di sisi lain, rombongan Mandala sudah tiba di sebuah restoran. Bik Mar juga ikut ke restoran itu untuk menjaga Rayno.
"Sayang, Rayno tertidur,"ujar Prasetyo saat mobil mereka baru saja terparkir.
"Pantesan tidak ada suaranya,"sahut Kahyang.
Kahyang mengambil Rayno dari Prasetyo kemudian menaikkan Rayno ke baby stroller yang sudah di siapkan Bik Mar. Mereka pun akhirnya masuk ke restoran dan memesan private room untuk kenyamanan mereka.
"Bik, ayo makan! Mumpung Rayno sedang tidur,"ajak Kahyang karena Rayno sedang tidur, maka Kahyang pun mengajak Bik Mar makan bersama.
"Nggak usah nyonya, saya makan nanti saja,"tolak Bik Mar secara halus, merasa tidak enak jika makan bersama majikannya.
"Makan saja, Bik! Tidak usah sungkan! Patih juga biasa makan bersama kami,"ujar Prasetyo. Akhirnya Bik Mar pun ikut makan siang bersama majikannya.
"Bagaimana masalah di perusahaan kamu, Man?"tanya Prasetyo di sela-sela mereka menyantap makan siang.
"Sudah lebih baik, pa,"sahut Mandala seraya meletakkan lauk pauk di piring Kahyang.
"Man, sudah! Aku akan kekenyangan jika kamu terus menambah lauk di piring ku,"protes Kahyang.
"Kamu sedang menyusui, sayang! Jadi harus banyak makan,"ujar Mandala.
"Ya tapi kalau terlalu banyak perutku akan sakit, Man!"jelas Kahyang.
Prasetyo hanya mengulum senyum melihat interaksi sepasang suami-isteri itu. Prasetyo sangat menyayangkan sikap Anggoro yang sampai saat ini masih belum bisa menerima Mandala sebagai menantunya. Padahal Kahyang nampak sangat bahagia bersama Mandala.
"Man, lusa ada rapat pemegang saham. Kamu datang, ya!"pinta Prasetyo.
"Iya, pa,"sahut Mandala patuh.
"Jam berapa, Tuan?"tanya Patih yang nantinya akan memberi tahu sekretaris Mandala, bahwa Mandala akan rapat di luar kantor. Sehingga sekretaris Mandala bisa menyesuaikan skedul yang akan di buat.
__ADS_1
"Jam sepuluh,"sahut Prasetyo.
Setelah makan siang, akhirnya mereka pun keluar dari restoran itu. Kahyang nampak bergelayut manja di lengan Mandala.
"Hai, Yang! Ketemu lagi,"sapa seorang pria membuat rombongan itu berhenti.
"Kamu?"ucap Kahyang menghelat napas panjang,"ππ§ππ£π ππ£π, π ππ£ππ₯π π¨ππ‘ππ‘πͺ π’πͺπ£ππͺπ‘ ππ π’ππ£π-π’ππ£π? πΏππ ππ ππ£ π’ππ’ππͺππ© π¨πͺππ’ππ πͺ πππ’ππͺπ§πͺ,"gumam Kahyang dalam hati.
"Kamu sudah selesai makan, ya? Sayang sekali, kita nggak bisa makan siang bersama,"ujar pria yang tidak lain adalah Aldi.
"Maaf, ya! Aku lagi buru-buru,"sahut Kahyang menarik lengan Mandala yang wajahnya sudah berubah menjadi datar.
Sedangkan Aldi hanya mengulum senyum melihat Kahyang yang nampak tidak nyaman bertemu dengan dirinya saat bersama Mandala. Tidak seperti waktu mereka bertemu di mall tadi yang terlihat santai.
Prasetyo nampak mengernyitkan keningnya, karena tidak tahu siapa pria yang nampak akrab dengan Kahyang itu. Namun pria paruh baya itu dapat merasakan aura kecemburuan dari menantunya. Sedangkan Bik Mar dan Patih nampak menghela napas panjang melihat kehadiran Aldi. Keduanya dapat melihat aura kecemburuan yang menguar dari majikan mereka, membuat suasana menjadi terasa mencekam.
"Untung saja dia tidak memanggil sayang pada nyonya. Kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi,"gumam Bik Mar lirih, tapi masih dapat didengar oleh Patih yang berjalan di samping Bik Mar.
"Bibi tahu siapa orang itu?"tanya Patih pelan.
"Kami bertemu dengan pria itu di mall tadi, bahkan kami juga bertemu dengan pemuda yang bernama Yudha yang katanya adalah mantan pacar nyonya. Dan dari pembicaraan mereka berdua tadi, mereka berdua sama-sama menyukai nyonya. Bahkan pria itu tadi berteriak pada nyonya 'Ku tunggu jandamu!' begitu katanya di depan orang banyak,"jelas Bik Mar.
Patih hanya bisa menghela napas panjang.Istri bos nya memang cantik, seksi dan masih muda. Jadi wajar saja jika banyak yang menyukai istri bos nya. Apalagi jika pada tahu betapa kaya istri bos nya itu.
Soal Mandala yang suka cemburu. Wajar. Pertama karena cinta, kedua karena perbedaan usia Mandala yang jauh lebih tua dari istrinya. Hal itu terkadang membuat Mandala menjadi insecure.
Notebook :
-Baby stroller alias kereta dorong bayi. Baby stroller akan membuat bunda tidak kerepotan saat menggendong si kecil. Dan masih banyak manfaat lain yang akan memudahkan bunda saat bepergian dengan si kecil menggunakan baby stroller.
-Insecure adalah perasaan tidak percaya diri atau tidak ada kepastian dalam diri sendiri. Ini mungkin dialami oleh kebanyakan orang mengenai beberapa aspek kehidupan mereka.
...πΈβ€οΈπΈ...
.
.
To be continued
__ADS_1