Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
78. Ulang Lagi


__ADS_3

🌸 Chapter ini mungkin agak sedikit 🍍🍍🍍. Harap bijak dalam membaca. Skip bagi yang tidak suka atau merasa tidak seharusnya membaca.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™.🌸


"Jangan menggodaku jika tidak ingin melayani ku,"suara bariton Mandala membuat Kahyang terkejut. Tidak menyangka jika ternyata suaminya belum tidur.


"Man, Maafkan aku! Aku..."Kahyang tidak melanjutkan kata-katanya. Bingung harus berkata apa. Merasa sikapnya barusan sangat kekanak-kanakan. Dirinya tidak membiarkan Mandala tidur atau pergi. Tapi dirinya juga menolak melayani Mandala. Sungguh kekanak-kanakan bukan?


"Kamu tahu, 'kan, Yang? Bagaimana aku mencintaimu? Cinta kita tumbuh bukan selama sehari dua. Cinta kita tumbuh seiring berjalannya waktu. Kita sudah melalui banyak hal dan banyak drama agar kita bersama seperti saat ini.Apa kamu tidak ingat semua itu?"tanya Mandala kemudian menghela napas.


"Tentu saja aku ingat, Man,"sahut Kahyang pelan. Masih merebahkan kepalanya di dada Mandala.


"Aku tahu, akhir-akhir ini aku tidak punya waktu untuk mu dan Rayno. Tapi bukan berarti rasa cinta ku pada kalian berubah apalagi berkurang. Ada masalah di perusahaan yang belum aku temui jalan keluarnya. Aku akan berusaha menyelesaikannya secepatnya agar kita bisa punya lebih banyak waktu untuk bersama,"ujar Mandala.


"Maaf!"ucap Kahyang merasa menyesal dengan tingkahnya barusan. Apalagi sampai menggigit bibir suaminya dua kali sampai berdarah.


"Tidurlah!"ucap Mandala kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi miring. Memeluk Kahyang dan mengelus kepala Kahyang.


"Aku cemburu melihatmu bersama pria lain. Apalagi dia tampan dan lebih muda dari ku,"ucap Mandala jujur.


"Kamu tidak percaya padaku?"tanya Kahyang menengadahkan kepalanya menatap Mandala.


"Aku percaya padamu. Tapi tetap saja aku cemburu,"ucap Mandala menatap Kahyang.


Kahyang mengulurkan tangannya menyentuh bibir Mandala yang bengkak karena digigitnya tadi,"Apakah sakit?"tanya Kahyang mengusap pelan bibir Mandala.


"Menurut mu?"tanya Mandala menatap lekat manik mata Kahyang.

__ADS_1


"Sakit,"sahut Kahyang.


Perlahan Mandala mendekatkan wajah mereka, semakin dekat hingga akhirnya bibir mereka.menempel dan mata mereka mulai terpejam. Saling memagut dan menyesap dengan lembut. Tangan Kahyang mulai menyusuri dada bidang dan perut berotot Mandala. Sedangkan Mandala mulai melucuti pakaian yang digunakan oleh Kahyang. Saat Kahyang mulai kesulitan bernapas,. Mandala melepaskan pagutannya dari bibir Kahyang dan beralih ke leher Kahyang, mencium, menyesap dan menggigit kecil leher Kahyang. Memberi tanda kemerahan dan merah keunguan di sana.


Setelah puas bermain di leher Kahyang, bibir Mandala terus turun dan memberi tanda d beberapa tempat yang disukainya. Hingga bibir Mandala tiba di salah satu bukit kembar istrinya. Menjilat puncak bukit kenyal yang berwarna kecoklatan sedangkan tangannya memainkan puncak bukit yang satunya. Meremas pelan hingga Kahyang melenguh saat secara bersamaan kedua bukit kembarnya di remas dan di sesap secara bersamaan. Mandala terus melakukannya secara bergantian antara kiri dan kanan hingga Kahyang terus melenguh menjambak rambut tebal Mandala.


Kahyang semakin bergerak gelisah saat Mandala menenggelamkan kepalanya di antara kedua belah pahanya, lidah dan tangan Mandala mulai bermain di lembah yang sudah basah itu.


"Ughh...Mann!"lenguh Kahyang merasakan sensasi geli dan nikmat menjadi satu.


"Mann.. lakukan! Aku sudah tidak tahan lagi!"pinta Kahyang dengan mata sayu penuh hasraat.


Mandala tersenyum miring kemudian mengangkat kedua kaki Kahyang, meletakkan nya di pundak kanan dan kirinya. Kemudian Mandala mengatur posisi dan mulai memasuki tabuh Kahyang. Bergerak mencari kenikmatan yang tak pernah ada habisnya. Membuat Kahyang semakin gelisah dan meracau , berkali-kali memanggil nama Mandala.


Mandala menurunkan kaki Kahyang dari pundaknya. Kemudian kembali bergerak di atas tubuh Kahyang, Mandala kembali mencium bibir Kahyang. Turun ke leher hingga sampai ke dada Kahyang. Mengecup, menjilat, dan menyesap dua benda kenyal milik istrinya itu secara bergantian, membuat Kahyang terus meracau karena merasakan kenikmatan yang terasa menjalar ke seluruh tubuhnya.


Kahyang menjambak rambut Mandala untuk melampiaskan kegelisahan karena rasa nikmat yang menggila di tubuhnya. Bahkan mencengkram dan mencakar punggung Mandala karena tak tahan dengan kenikmatan yang diberikan oleh Mandala.


"Gerakan pinggul mu, sayang!"pinta Mandala yang sudah bermandikan peluh.


"Ughh.. sayang ini nikmat sekali!"racau Mandala saat Kahyang menggerakkan pinggul nya.


Kahyang menelusuri wajah, leher dada dan perut Mandala yang sudah basah oleh peluh karena kegiatan panas mereka di atas ranjang. Sedangkan bibir mereka saling mengecup, menyesap dan melummat, dan terkadang lidah mereka pun saling membelit. Hingga akhirnya mereka mendapatkan pelepasan bersamaan.


Mandala merapikan rambut yang menutupi wajah Kahyang, mengusap peluh di wajah Kahyang, kemudian mengecup bibir Kahyang beberapa kali dengan wajah yang terlihat bahagia.

__ADS_1


"Kamu sangat hebat, sayang! Sangat pintar membuat aku puas. Tapi juga selalu membuat aku ketagihan,"ucap Mandala kembali mengecup bibir Kahyang beberapa kali. Mandala membaringkan tubuhnya di samping Kahyang dan menutup tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang dengan selimut. Merengkuh Kahyang dalam dekapannya.


"Tidurlah! Nanti kita ulang lagi,"ucap Mandala penuh senyuman memejamkan matanya.


Kahyang membulatkan matanya mendengar kata-kata Mandala. Ulang lagi? Percintaan mereka barusan sudah membuat Kahyang kelelahan karena durasinya cukup lama. Dan nanti masih ingin di ulang lagi? Kahyang hanya bisa menghela napas, pasrah. Asalkan suaminya tidak jajan di luar, Kahyang akan melayaninya, walaupun merasa lelah. Kahyang akhirnya terlelap dalam dekapan suaminya. Demikian pula dengan Mandala yang juga terlelap setelah bercinta dengan Kahyang.


Di tempat lain. Di sebuah kamar yang terlihat berantakan. Seorang pemuda berwajah pucat dengan bibir yang terlihat kering nampak duduk di sebuah kursi dengan meja yang terdapat lampu kecil. Menatap selembar foto di tangannya.


"Setelah kau buat aku mencintaimu.Kau meninggalkan aku demi dia? Karena dia lebih dari segalanya? Aku tidak akan membiarkan mu bahagia,"ujar pemuda itu menampilkan senyum yang menakutkan.Pemuda itu meletakkan selembar foto itu di atas meja yang terbuat dari kayu.


"Jleb"


Pemuda itu menghujam foto di atas meja itu dengan sebuah belati hingga belati itu menancap di meja.


"Jangan harap kamu bisa bahagia di atas penderitaan ku. Apa kamu ingat? Ada lagu yang lirik nya mengatakan, 'Jika ku mati, kau juga mati. Walaupun tak ada cinta sehidup semati',"gumam pemuda itu menatap tajam pada foto yang di hujam nya dengan belati itu dengan tatapan tajam penuh dengan dendam, kemudian tertawa. Tawa yang terdengar menakutkan.


"Aku pastikan, kamu akan membayar mahal atas pengkhianatan yang kamu lakukan padaku"gumam pemuda itu lagi, dengan seringai yang menakutkan di bibirnya.


...🌸❀️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2