Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
53. Kantong Susu


__ADS_3

Di apartemen milik Mandala, Bik Mar nampak kewalahan. Dari tadi Rayno terus menangis. Walaupun sudah diberi susu, Rayno tidak mau meminumnya. Sudah di gendong dan di ajak bermain oleh Bik Mar pun, Rayno juga tetap menangis. Karena takut terjadi apa-apa dengan Rayno, Bik Mar pun menghubungi Mandala.


Di mobil, melihat ada panggilan masuk dari Bik Mar, Mandala pun menjadi khawatir. Dan benar saja, begitu Mandala menerima panggilan telepon itu, pendengarannya langsung disapa oleh suara tangis putranya.


"Ada apa, Bik?"tanya Mandala cepat.


"Tuan muda tiba-tiba rewel, Tuan. Sudah diberi susu, diajak main dan digendong pun tetap menangis,"lapor Bik Mar terdengar panik.


"Saya akan segera pulang,"sahut Mandala cepat dan langsung menutup teleponnya.


"Tih, kita ke apartemenku. Cepat!"titah Mandala.


"Baik, bos!"sahut Patih langsung mempercepat laju mobilnya menuju apartemen Mandala.


Setelah tiba di apartemennya, Mandala pun bergegas keluar berlari ke arah lift. Patih pun ikut berlari mengejar Mandala, hampir saja Patih tertinggal. Begitu sampai di unit apartemennya, Mandala langsung menggendong putranya yang masih menangis.


"Tolong berikan susunya, Bik!"pinta Mandala.


"Ini, Tuan,"dengan cepat, Bik Mar pun memberikan susu Rayno pada Mandala.


Mandala pun berusaha menenangkan Rayno. Anehnya, setelah berada dalam gendongan Mandala, tangis Rayno mulai reda dan mau meminum susunya. Patih nampak takjub melihat Mandala yang dengan mudah menenangkan Rayno. Pria berwajah tampan itu terlihat kebapakan saat menenangkan putranya.


"Dia sudah tidur, Bik. Saya akan kembali ke kantor. Kalau ada apa-apa telepon saja,"pamit Mandala setelah membaringkan Rayno yang sudah tidur di box bayi.


"Baik, Tuan,"sahut Bik Mar.


Mandala dan Patih akhirnya keluar dari apartemen itu, dan bermaksud kembali ke kantor. Namun baru lima belas menit Patih melajukan mobil, Bik Mar kembali menelpon jika Rayno kembali menangis. Akhirnya Mandala dan Patih pun kembali lagi ke apartemen. Dan anehnya, baru saja digendong Mandala, tangis Rayno langsung mereda.

__ADS_1


"Maafkan saya, Tuan! Sepertinya Tuan Muda tidak mau ditinggal oleh Tuan. Sejak tadi pagi Tuan muda rewel, tapi sebegitu digendong Tuan, Tuan Muda langsung tenang,"ujar Bik Mar menghela napas berat. Merasa tidak berguna karena tidak bisa mengasuh Rayno.


Mandala menghela napas panjang, kemudian melirik arlojinya. Dua jam lagi dirinya akan ada meeting dengan klien.


"Kamu tidak ingin papa tinggal? Oke, papa akan membawamu,"ujar Mandala mengusap lembut rambut Rayno, kemudian menatap Bik Mar,"Bik, tolong siapkan perlengkapan Rayno! Bibi dan Rayno ikut saya,"ujar Mandala membuat Patih membulatkan matanya. Sedangkan Bik Mar segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Mandala.


"Bos akan membawa anak bos ke kantor?"tanya Patih memastikan bahwa asumsinya benar.


"Aku tidak punya pilihan lain. Kita akan naik lift yang ada di basemen yang langsung menuju kamar pribadi ku,"ujar Mandala pada Patih.


Di basemen perusahaan Mandala memang ada lift khusus yang hanya bisa di pakai oleh Mandala. Dan lift itu hanya bisa digunakan untuk masuk ke kamar pribadi Mandala yang ada di ruangan Mandala. Lift itu sebenarnya digunakan untuk keadaan darurat atau saat Mandala ingin datang atau pergi dari ruangan nya tanpa ingin diketahui oleh karyawan nya.


Akhirnya Mandala pun membawa Rayno dan Bik Mar ke kantor dan menempatkan Bik Mar dan Rayno di kamar pribadi nya. Kamar itu cukup luas, lengkap dengan toilet dan juga bisa melihat keadaan di luar apartemen itu dari dinding kaca apartemen itu.


"Patih, kamu simpan sisa ASI ini di freezer pantry. Dan pastikan tidak ada yang hilang satupun, atau aku akan memotong lima puluh persen gajimu bulan ini! Dan sekarang, kamu hangatkan satu kantong ASI ini. Dengarkan baik-baik caranya! Panaskan air dalam panci sampai cukup panas, tidak perlu sampai mendidih. Setelah itu, masukkan kantong ASI ini ke dalam panci. Biarkan ASI terendam dalam air hangat selama 1-2 menit, setelah itu baru bawa kemari! Lakukan dengan benar, jika tidak, aku akan memotong gaji mu sembilan puluh persen!"ancam Mandala.


"Boleh,"sahut Mandala.


"Kalau begitu, tolong ulangi tutorial menghangatkan ASI tadi, bos! Biar aku tidak salah melakukan pekerjaan yang bos suruh. Aku tidak mau gajiku di potong hanya gara-gara insiden salah menghangatkan ASI,"pinta Patih terlihat serius.


Mandala pun menjelaskan kembali tutorial menghangatkan ASI pada Patih. Setelah mengingat tutorial menghangatkan ASI, Patih pun membawa ASI dalam box khusus ASI itu dan menghampiri sekretaris Mandala.


"Buat pengumuman pada seluruh karyawan yang ada di lantai ini lewat email. Katakan pada mereka, jangan mengambil kantong susu yang aku simpan di freezer. Jika ada yang hilang, aku akan laporkan pada bos siapa orang yang mengambilnya. Aku bisa mengetahui pencurinya dari cctv yang ada di pantry. Dan aku jamin yang mengambilnya tidak akan mendapatkan gaji satu bulan penuh. Cepat buat sekarang juga!"titah Patih sok berkuasa.


"Iya,"sahut sekretaris Mandala segera mengetik apa yang dikatakan oleh Patih. Dan tidak sampai lima menit sekretaris Mandala sudah mengirimnya ke seluruh karyawan yang ada di lantai itu. Sekretaris Mandala tahu benar jika Patih tidak pernah berbohong. Jadi sekretaris Mandala langsung melakukan apa yang dikatakan oleh Patih tanpa ragu. Sedangkan Patih segera pergi ke panty untuk menyimpan ASI dan menghangatkan ASI sesuai perintah Mandala. Patih juga tidak lupa memberi peringatan dilarang mengambil kantong susu di dalam freezer dan menempelkannya di pintu kulkas.


"Bos, ini sudah aku hangatkan,"ucap Patih yang sudah kembali ke ruangan Mandala.

__ADS_1


"Berikan pada Bik Mar Paijo! Apa kamu nggak lihat kalau aku sedang bekerja? Bik Mar yang akan memberikan susunya pada Rayno,"ujar Mandala sibuk dengan laptopnya tanpa menoleh pada Patih.


"Patih, bos, Patih! Orang tua ku menyembelih dua ekor kambing untuk memberikan aku nama,"protes Patih sambil berjalan masuk ke dalam kamar pribadi Mandala dengan wajah bersungut-sungut. Sedangkan Mandala tampak acuh mendengar protes dari Patih.


Sementara itu, karyawan yang menerima email dari sekretaris Mandala nampak penasaran dengan kantong susu yang di simpan di freezer yang ada di pantry. Namun tidak berani bertanya.


"Eh, kalian tahu, nggak? Kantong susu yang disimpan di freezer pantry itu mirip kayak kantong ASI,"


"Iya, benar,"


"Aku juga sempat lihat Patih menghangatkan satu kantong. Dan caranya sama kayak cara menghangatkan ASI,"


"Tapi, siapa yang minum ASI? Disini,'kan nggak ada bayi?"


Itulah bisik-bisik para karyawan setelah menerima email dari sekretaris Mandala.


"Sudah, jangan bergosip! Turuti saja apa kata bos dan kerjakan pekerjaan kalian dengan benar! Apa kalian mau gaji kalian di potong?"tegur salah satu kepala divisi yang mendengar para karyawan bergosip. Para karyawan yang bergosip itu pun akhirnya diam dan kembali bekerja.


...🌟"Kita tidak pernah tahu, kapan, dimana, bagaimana dan pada siapa kita akan jatuh cinta. Karena cinta datang tanpa bisa dipinta, apalagi ditolak."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2