Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
81. Menghasut


__ADS_3

Andini berada di sebuah butik sedang memilih gaun, bahkan sempat mencoba beberapa gaun. Tapi belum juga ada yang cocok dengannya.


"Cobalah ini! Pasti cocok sama kamu,"ucap seseorang wanita dibelakang Andini.


Mendengar suara seseorang yang terasa familiar di telinga nya, Andini yang masih memilih gaun pun membalikkan tubuhnya.


"Kak Sheila!"ucap Andini dengan senyum lebar di bibirnya. Sheila pun tersenyum lebar merentangkan kedua tangannya dan Andini pun langsung memeluk Sheila.


"Apa kabar, kak? Sudah lama nggak ketemu,"tanya Andini melerai pelukan mereka, nampak senang bertemu dengan Sheila.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. Gimana kabar kamu? Kamu makin cantik aja,"puji Sheila membuat wajah Andini bersemu merah.


"Baik, kak. Kakak juga tambah cantik aja. Mana pinter pakai make-up lagi. Aku, tuh pengen pakai make-up kayak kakak. Tapi udah belajar tetep nggak bisa,"ujar Andini dengan wajah yang dibuat sedih.


"Kakak ajarin mau?"tawar Sheila.


"Mau, mau!"jawab Andini antusias.


"Ayo, kakak bantu milih gaun dulu. Setelah itu nanti kakak ajarin pakai make-up,"ajak Sheila


"Oke,"sahut Andini dengan senyum lebar di bibirnya.


Sheila menemani Andini memilih beberapa gaun, kemudian mereka pergi ke apartemen Sheila. Sheila mengajari Andini cara memakai make-up yang natural tapi terlihat cantik. Dan nampaknya Andini sangat senang.


Tidak dipungkiri, tidak semua orang bisa pintar karena melihat tutorial di mbak yutup. Namun tidak sedikit pula yang menjadi pintar karena melihat tutorial di mbak yutub. Dan Andini tergolong pada orang yang tetap tidak bisa memakai make-up walupun sudah melihat banyak tutorial di mbak yutup.


"Kak Sheila memang is the best. Udah cantik, pinter pakai make-up lagi,"ujar Andini dengan senyum lebar melihat hasil make-up nya sendiri yang baru dipelajarinya dari Sheila.


"Tapi tetap saja kakak tidak bisa jadi kakak iparmu,"ujar Sheila memasang ekspresi sedih memancing reaksi Andini.


Sheila ingin kembali bersama Mandala dan mungkin Andini bisa membantu dirinya. Kebetulan bertemu Andini? Tentu saja tidak. Sheila sudah mendapatkan informasi bahwa Andini pergi ke mall dan Sheila langsung menyusulnya. Berpura-pura tidak sengaja bertemu, itulah modus Sheila. Dulu saat menjadi kekasih Mandala, Sheila lumayan akrab dengan Andini.Jadi tidak akan terlalu sulit untuk mendekati Andini bukan? Itulah yang ada di pikiran Sheila.


"Kakak masih mencintai kak Mandala?"tanya Andini.

__ADS_1


"Tentu saja masih. Kakakmu adalah satu-satunya pria yang kakak cintai. Tapi sayang, cinta kami tidak direstui kedua orang tua kalian. Kakakmu di paksa menikah dengan wanita yang bernama Puspa Kahyang itu. Bahkan harus bertanggung jawab menjadi ayah dari anak wanita itu,"ujar Sheila penuh kebohongan.


"Benarkah?"tanya Andini nampak terkejut. Sampai saat ini Andini memang belum tahu, bagaimana bisa ada Rayno diantara kakak dan kakak iparnya. Prameswari juga belum sempat menceritakan masalah itu pada Andini. Karena Andini sendiri juga jarang pulang karena kuliah di luar negeri.


"Iya, perempuan itu bukan perempuan baik-baik. Buktinya dia belum pernah menikah sebelum menikah dengan kakak kamu, tapi dia malah sudah punya anak. Dia bahkan beberapa kali mengancam kakak untuk menjauhi kakakmu. Baik secara langsung ataupun melalui anak buahnya. Kamu tahu sendiri dia itu orang kaya. Bisa melakukan apa saja,"ujar Sheila penuh kebohongan. Sheila sudah tahu bagaimana kisah Mandala dan Kahyang dari sumber yang terpercaya. Dan karena Andini jarang pulang, Sheila yakin jika Andini belum tahu masalah anak Mandala. Dan teryata tebakan Sheila benar. Andini tidak tahu soal anak Mandala. Bahkan Sheila sendiri juga baru mengetahui jika Mandala diam-diam menikah dengan Kahyang dan sudah memiliki seorang putra.


"Aku tidak menyangka kakak ipar seperti itu. Aku pikir dia wanita baik-baik dan masih polos,"gumam Andini yang termakan hasutan Sheila.


"Karena itu kamu jangan dekat-dekat dengan kakak ipar mu itu! Takutnya jika kamu tidak sengaja menyinggung dia, dia akan menyingkirkan kamu,"ujar Sheila sengaja mencuci otak Andini.


***


Hari berlalu. Mandala masih sibuk dengan perusahaan nya. Berangkat pagi dan pulang malam, itulah Mandala akhir-akhir ini. Mandala memeluk pinggang Kahyang, dan menatap lekat wajah Kahyang yang tengah serius memasangkan dasi di lehernya.


"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?"tanya Kahyang yang merasa di tatap oleh Mandala.


"Apa ada larangan seorang suami menatap istrinya sendiri?"sahut Mandala malah balik bertanya.


"Kita sudah lama tidak pernah melakukannya di siang hari,"ucap Mandala yang tidak mengalihkan pandangan nya pada Kahyang.


"Dasar mesum! Apa di otakmu hanya ada itu saja?"tanya Kahyang kesal, lalu mencubit pinggang Mandala.


"Auwh! Sakit, sayang!"keluh Mandala,"Jika tidak harus ke kantor, akan aku makan kamu sekarang juga. Aku sudah seminggu libur. Kepala atas bawah sakit semua ini. Seharusnya sekarang aku sudah bisa mengambil jatahku, 'kan?"tanya Mandala kemudian mengecup bibir Kahyang beberapa kali.


"Man, hentikan! Nanti kamu bisa kesiangan ke kantor,"ujar Kahyang mendorong pelan dada Mandala. Namun dengan cepat Mandala kembali mencium bibir Kahyang sambil menyesapnya hingga bibir Kahyang tertarik saat Mandala melepaskannya.


"Hentikan, Man!"ujar Kahyang kembali mendorong dada Mandala, tapi Mandala malah tersenyum.


Handphone Mandala berdering, dan Mandala pun melepaskan pelukan nya pada Kahyang. Pria itu mengangkat telepon kemudian mengambil sebuah dokumen dari brankas yang ada dalam lemari nya sambil terus bicara melalui sambungan telepon. Mandala nampak memeriksa dokumen itu sambil terus berbincang dengan seseorang di dalam telepon.


"Iya, aku akan membawa dokumen nya ke kantor,"ujar Mandala pada penelpon. Setelah beberapa saat, akhirnya Mandala menutup teleponnya kemudian meletakkan handphone dan dokumen itu diatas meja.


"Ayo pakai jas mu!"pinta Kahyang yang sudah memegang jas Mandala. Wanita itu memakaikan jas Mandala dan merapikannya.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan dulu!"ajak Kahyang setelah melihat penampilan suaminya sudah rapi.


"Aku ingin sarapan kamu saja,"ujar Mandala seraya mengusap bibir Kahyang dengan jari jempolnya.


"Man,ayolah, tambah siang ini!"ujar Kahyang menghela napas berat, kemudian menarik lengan Mandala untuk keluar dari kamar mereka.


"Kamu ada kuliah, pagi ini?"tanya Mandala.


"Ada satu mata kuliah. Kenapa?"tanya Kahyang mendongak menatap Mandala yang lebih tinggi darinya dengan kaki yang terus melangkah.


"Enggak apa-apa. Cuma nanya saja,"ujar Mandala.


Mandala dan Kahyang sarapan bersama sambil berbincang ringan. Kebersamaan yang tidak begitu lama mereka rasakan mengingat sibuknya Mandala. Dan tak lama kemudian mereka pun selesai sarapan.


"Nyonya, sepertinya tuan muda sudah haus,"ujar Bik Mar menghampiri Kahyang membawa Rayno.


Bayi lucu itu nampak langsung mengulurkan tangan nya pada Kahyang sambil merengek dan berceloteh degan bahasa bayinya yang tidak bisa di mengerti.


"Sudah haus, ya? Sini!"ujar Kahyang mengambil Rayno dari Bik Mar.


"Aku berangkat dulu, ya!"pamit Mandala kemudian mencium pipi dan bibir Kahyang, lalu mencium pipi Rayno dan mengelus kepala Rayno.


"Hati-hati!"pesan Kahyang.


"Iya,"sahut Mandala melambaikan tangannya pada Kahyang dan berjalan keluar rumah mereka.


...🌸❤️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2