Bukan Sekedar Status

Bukan Sekedar Status
57. Bukan Sekedar Status


__ADS_3

Mandala menggendong Kahyang masuk ke dalam rumah dan mendudukkan Kahyang di tempat dimana akan diadakannya ijab kabul. Mala yang baru keluar dari dapur pun terkejut melihat putrinya sudah di gendong calon menantunya dari luar rumah.


"Kenapa Kahyang digendong oleh calon suaminya? Dan kenapa mereka dari luar rumah? Bukankah tadi aku menyuruh anak itu untuk menunggu di kamar? Jangan-jangan anak itu berusaha kabur lagi,"gumam Mala lirih seraya menghampiri putrinya.


Bukan cuma Mala yang heran saat melihat calon pengantin wanita di gendong calon pengantin pria dari luar rumah. Semua orang yang ada di tempat itu juga nampak merasa heran.


MUA yang merias Kahyang pun segera membenahi penampilan Kahyang yang sedikit berantakan dan menyuruh asistennya untuk mengambil alas kaki Kahyang.


"Kenapa wajah calon istri Mandala seperti familiar, ya?"gumam Prameswari saat menatap Kahyang.


"Apa mama pernah melihat calon kakak ipar?"tanya Andini.


"Nggak tahu. Tapi rasanya familiar sekali,"sahut Prameswari.


Prameswari hanya bertemu Kahyang saat menolong Kahyang dulu. Tepatnya saat kahyangan tinggal di rumahnya selama satu hari dua malam. Saat itu juga Kahyang tidak memakai makeup seperti saat ini. Jadi wajar jika Prameswari tidak mengenali Kahyang. Bahkan melupakan nama lengkap Kahyang, karena kejadian itu sudah sekitar sembilan bulan yang lalu.


"Baiklah, sebelum pernikahan ini dilaksanakan, saya ingin menjelaskan beberapa hal kepada semua yang hadir di sini. Terutama pada keluarga kamu, Gung,"ucap Prasetyo pada semua tamu yang hadir, lalu menatap Agung.


"Menjelaskan apa maksud kamu, Pras?"tanya Agung nampak bingung.


"Begini, sebenarnya saya hanya memiliki seorang putra yang telah meninggal sekitar lima belas tahun yang lalu, yang matanya saya donorkan untuk Mandala. Dan seorang putri yang sudah meninggal bersama istri saya sepuluh tahun yang lalu karena kecelakaan. Saya memutuskan untuk tidak akan pernah menikah lagi, karena saya masih sangat mencintai istri saya. Sedangkan yang akan saya nikahkan dengan putra Agung hari ini adalah keponakan saya, putri dari saudara kandung saya Anggoro. Kami berdua hanya memiliki satu putri yaitu Puspa Kahyang. Jadi, hari ini, kami akan menikahkan putri kami satu-satunya dengan putra sahabat saya Agung, yaitu Mandala,"jelas Prasetyo.


Mandala tidak bisa berkata-kata saat mengetahui kenyataan ini. Tidak menyangka jika gadis yang akan dijodohkan dengannya sejak awal adalah Kahyang. Demikian pula dengan Kahyang yang juga terkejut mengetahui orang yang dijodohkan dengannya adalah Mandala. Ada secercah kebahagiaan di hati mereka berdua mengetahui hal ini. Tapi juga ada kekhawatiran di hati keduanya mengingat selama ini mereka telah menikah tanpa sepengetahuan keluarga Kahyang.


Mandala tidak dapat membayangkan, bagaimana jika orang tua Kahyang tahu jika Mandala lah yang telah menghamili Kahyang. Bahkan Mandala tidak pernah datang menemui Anggoro untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun pernikahan ini harus terjadi. Apapun yang akan dilakukan Anggoro padanya nanti, Mandala tidak perduli. Karena sekarang Mandala tidak lagi terbebani dengan balas budi kepada Prasetyo.


"Jadi bagaimana, Gung? Kamu tidak keberatan, 'kan, jika kami ingin menikahkan putri kami dengan putramu?"tanya Prasetyo.

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Bukankah dia juga putrimu?"sahut Agung yang juga tidak mengingat wajah Kahyang.


'Dan kamu Man, kamu tidak keberatan, 'kan, menikah dengan keponakan Om?"tanya Prasetyo pada Mandala.


"Tidak, Om,"jawab Mandala tanpa keraguan. Tentu saja Mandala tidak akan menolaknya. Menikahi Kahyang secara hukum dan agama adalah keinginannya. Keinginan yang sebelumnya adalah sesuatu yang dianggapnya mustahil oleh Mandala. Dan sekarang kesempatan itu tiba, mana mungkin Mandala menolaknya?


"Dan kamu, sayang? Kamu tidak keberatan, 'kan, jika papa menikahkan kamu dengan Mandala?"tanya Prasetyo pada Kahyang, membuat Anggoro tegang.


"Tidak, pa,"sahut Kahyang membuat Anggoro merasa lega.


Anggoro takut jika sampai Kahyang menolak pernikahan itu. Mengingat tadi putrinya hampir saja melarikan diri. Tadi Anggoro bisa melihat dengan jelas jika putrinya bergantung pada kain yang diikat untuk turun. Untung saja Mandala bisa menangkap tubuh Kahyang, jika tidak, mungkin saat ini putrinya itu hanya akan tinggal nama saja.


Prasetyo sudah menjelaskan semua hal yang diketahuinya tentang Mandala pada Anggoro.Mengetahui sepak terjang Mandala dalam dunia bisnis dan juga melihat foto Mandala yang rupawan. Karena itu, Anggoro dan Mala setuju untuk menjodohkan putri mereka dengan Mandala atas permintaan Prasetyo. Anggoro berharap Mandala bisa melanjutkan usahanya dan juga usaha kakaknya.


Setelah drama penyelamatan pengantin wanita yang hampir jatuh dari balkon, acara gendong menggendong masuk ke dalam rumah dan penjelasan Prasetyo tentang Kahyang dan Anggoro, akhirnya acara akad nikah pun segera di mulai.


"Aku memang memiliki hak untuk menikahkan putri kita. Tapi kamulah yang lebih berhak. Nikahkan lah putri kita!"ujar Prasetyo tersenyum seraya menepuk pundak Anggoro.


"Baiklah,"sahut Anggoro tersenyum sambil mengangguk kecil.


Mandala mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Ada perasaan haru dan bahagia dalam hati Mandala dan Kahyang saat apa yang mereka anggap mustahil sebelumnya, teryata saat ini menjadi kenyataan.


Akhirnya hari itu, Kahyang dan Mandala telah resmi menjadi sepasang suami-isteri yang sah dimata hukum dan agama. Mandala memasangkan cincin berlian putih di jari manis Kahyang, dan Kahyang pun memasangkan cincin di jari manis Mandala.


"Cium"


"Cium"

__ADS_1


"Cium"


Teriak para tamu yang hadir. Kahyang mencium punggung tangan Mandala. Dan Mandala pun mencium kening Kahyang dengan mesra. Ada kebahagiaan yang menyeruak di hati mereka saat ini. Akhirnya hari ini mereka bisa menjadi sepasang suami-isteri yang bukan sekedar status. Selama ini mereka mengira tidak akan pernah bersatu selamanya. Namun ternyata manusia memang tidak pernah tahu apa yang ditakdirkan Tuhan untuk mereka. Dan tidak pernah tahu siapa jodoh yang disiapkan Tuhan untuk mereka.Karena jodoh, rejeki dan mati adalah rahasia -Nya. Ada jodoh sementara dan ada pula jodoh selamanya. Kita tidak pernah tahu akan bertemu dengan jodoh yang mana. Yang sementara atau yang selamanya. Hanya Tuhan yang mengetahuinya.


Semua tamu yang hadir pun memberikan ucapan selamat pada Mandala dan Kahyang serta kepada kedua keluarga pengantin.


"Terimakasih pada para tamu undangan yang terhormat, karena telah hadir dan menyaksikan pernikahan putra dan putri kami yang sederhana ini. Kelak, putri kami Puspa Kahyang akan mewarisi perusahaan kontruksi milik saya dan juga perhotelan milik Anggoro adik saya. Dan yang akan memimpin perusahaan kami kedepannya adalah menantu kami Mandala,"ucap Prasetyo penuh senyuman.


Pernyataan Prasetyo itu tentu saja membuat semua orang yang ada di tempat itu membicarakan keberuntungan Mandala yang bisa menikah dengan seorang gadis yang cantik dan kaya raya. Banyak yang iri pada Mandala yang mereka anggap sangat beruntung itu.


Selama ini tidak ada yang tahu jika Prasetyo, pengusaha kontruksi yang terkenal adalah saudara dari Anggoro, penguasa perhotelan yang juga terkenal. Prasetyo dan Anggo memang sengaja menyembunyikan informasi tentang keluarga mereka dari publik. Terutama informasi tentang Kahyang karena takut banyak yang mendekati putri mereka hanya untuk harta yang mereka miliki. Anggoro dan Prasetyo menutup rapat tentang keluarga mereka dari publik, hingga tidak ada yang tahu tentang kehidupan pribadi mereka. Semua itu karena mereka tidak ingin kehidupan pribadi mereka menjadi konsumsi publik, sekaligus untuk melindungi anggota keluarga mereka dari orang-orang yang ingin mendapatkan keuntungan dari mereka.


"Di mana Rayno? Aku sangat merindukannya,"bisik Kahyang pada Mandala.


"Setelah acara ini selesai, kita akan menemuinya,"sahut Mandala yang juga berbisik pada Kahyang.


...🌟"Tidak akan ada yang bisa memisahkan kamu dari nya, jika kamu memang ditakdirkan Tuhan menjadi jodohnya."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2