
Fa'i POV
Akhirnya setelah 5 tahun lebih Diana cintaku, kekasihku telah kembali. Rinduku padanya benar- benar membuncak, memenuhiseluruh hati dan kepalaku.
" Diana, " panggilku saat kulihat dia berada dihalaman parkir sebuah butik terkenal.
Yaa Dianaku adalah Desainer ternama. Dia pergi selama 5 tahun untuk belajar dan meniti karier diParis. Salah satu kota mode dunia.
Aku berlari dan langsung memeluknya, aku tak peduli dengan siapapun lagi yang pasti aku sangat bahagia. Karena Dianaku telah kembali.
" Aku, sangat merindukanmu Di" pelan ku, berbisik ditelinganya.
"Aku juga merindukanmu mas, maaf karena aku pergi terlalu lama." jawab Diana melepaskan pelukan ku. Ku tatap lekat- lekat wajah cantiknya yang masih sama seperti dulu.
Lalu ku kecup keningnya. Saking bahagianya, aku sampai lupa kalau aku sudah memiliki istri yang menungguku dirumah.
Suasana dirumah sekarang sudah ramai dengan kepulangan Sabina dan Imam, yang digoda habis - habisan oleh mbak Amira, mas Haris, dan Alvin.
" Cieee, pengantin baru gimana semalem." tanya Alvin.
" Sok godain aku, kamu sendiri belum nikah nanya kaya gitu g malu apa " cibir Sabina yang masih menggandeng lengan Imam, meski mereka sudah duduk diruang keluarga. Disana sudah berkumpul, setelah melakukan aktivitas masing- masing siang itu. Sambil nunggu adzan dhuzur dan makan siang. Mereka bercanda disana.
" Mbak, Arini sama mas Fa'i kok tidak kelihatan? Kata petugas hotel mereka udah cek out dari jam setengah 7.Tapi, kok tidak kelihatan."
__ADS_1
"Oo, Arini didapur. Sarah yang minta dibuatin klapertart. Sedang mas Fa'i mu entah pergi kemana tidak ada yang tau. Kata Arini pas sampai depan rumah ada yang telfon, terus dia pergi." jawab Amira
" Kalau gitu aku temui, Arini dulu yaa."
Sabina pun menuju dapur, dilihatnya Arini tengah asik membuat klapertart bersama Sarah. Yang entah bantuin atau malah bikin rusuh.
" Assalamualaikum."
" Walaikumsalam eehhh, Bin udah pulang ?"
" Haai satik, cium anty dulu.." kata Sabina menyapa Sarah yang asik makan brownies yang baru mateng tadi.
" Udah, baru aja kok. Kamu kok pulang tidak mengajak aku sih, kirain tadi kamu masih asik berduaan sama mas Fa'i. Eehhh ternyata malah udah balik duluan." tanya Sabina, tapi Arini hanya tersenyum tak menaggapi nya.
Sambil nunggu klapertart siap untuk dimakan. Arini pun membuat jus avocado kata Sabina itu adalah minuman kesukaan Fa'i.
" Walaikumsalam, dari mana kamu Fa." tanya Abi yang kelihatanya kecewa pada sikap Fa'i pada Arini, ternyata dari semalam Abi memperhatikan sikapnya itu.
" Bertemu teman lama Bi, dia mau konsultasi penyakit yang dia derita."
" Yaa sudah, cepat kamu sholat dan kita makan disiang.." ujar Umi yang langsung datang keruang keluarga itu. Sedang yang lain masih melaksanakan sholat.
" Baik Umi, Abi."
__ADS_1
Fa'i pun menaiki tangga menuju kamarnya. Begitu membuka pintu, dilihatnya Arini masih berdoa setelah sholat. Samar - samar didengarnya Arini menyebut namanya dalam doa - doanya itu. Meski tidak jelas juga.
Seketika perasaan bersalah menghampiri hatinya.
" Anda sudah pulang dokter Fa'i" ucap Arini meraih tangan Fa'i dan memciumnya. Seketika Fa'i tersadar dari lamunanya.
"Iya, Aku ambil wudhu dulu yaa belum sholat tadi." Arini mengangguk lalu melepas mukena merapikannya. Disana sudah terbentang sajadah dan perlengkapan lainnya untuk Fa'i.
" Yaa ALLAH, kenapa gadis sebaik dia yang harus kusakiti dengan sikap dan hatiku, yang tak bisa kuberikan padanya." gumah Fa'i setelah sholat dan mengganti baju kokonya dengan kaus oblong warna putih dan celana pendek warna hitam, Juga telah disiapkan Arini diatas tampat tidur.
Fa'i pun turun keruang makan. Disana telah berkumpul semua, tinggal menunggu Fa'i saja. setelah lengkap makan siang pun terasa hangat dan nikmat jika seperti ini.
" Cukup Rin, " pelan Fa'i pada Arini yang mengambilkan nasi setelah itu sayur Asem - asem kesukaasn Abi dan Fa'i. Tak lupa Arini menambahkan lauk untuknya. Seperti Arini yang melayani suaminya , Umi, Amira dan Sabina pun sama.
" Kok aku tidak ada yang melayani yaa" celetuk Alvin memecah keheningan, sontak semua tertawa dasar si Alvin.
" Makanya cepet nikah Al" sahut Umi.
" Cariin dong umi, yang kaya Arini yaa!"
sontak Fa'i pun tersedak mendengarnya semua pun menoleh dan Arini memberikan air putih untuk Fa'i lalu mengusap lembut punggungnya.
" Arini tuu cuma satu Al, dan itu cuma untuk mas Fa'i" bela Sabina semuapun tersenyum melihat Alvin yang menggaruk lehernya yang tidak gatal itu.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir tunggu bab berikutnya
yaaaaaaaaa.....