Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
26. Malunya katahuan


__ADS_3

Arini keluar dari kamar Sabina dengan membawa Papar bag yang katanya oleh - oleh dari bulan madunya. Padahal udah 2 bulan lalu, masa baru diberikan sekarang.


Arini mengelengkan kepalanya, seutas senyum terbit dibibirnya mengingat obrolannya dengan Sabina tadi.


" Assalamualaikum" kata Arini memasuki kamar Fa'i, yang kini jadi kamar mereka berdua.


Dilihatnya tidak ada suaminya disana. Lalu Arini bergegas ke kamar mandi melalukan ritual sebelum beranjak tidur.


Memang sudah malam, dan karena asik ngobrol sama Sabina sampai lupa waktu. Malah sekarang tidak tahu dimana suaminya berada.


Klek...


Suara pintu kamar terbuka, Arini yang duduk didepan cermin menyisir ramputnya pun menoleh. Dilihatnya Fa'i, suaminya yang datang. Seketika senyuman manis Arini mengembang untuknya. Fa'i pun membalas senyuman itu berjalan mendekat pada sang istri.


" Dari mana kok jam segini baru pulang dari masjid?" tanya Arini karena melihat Fa'i masih memegang peci dan sarung ditanganya.


" Udah pulang kok dari tadi. Tapi, mbak Amira ngajak ngobrol aku sama Imam diteras samping,." jawab Fa'i meletakan peci dan sarung yang telah dilipatnya diatas meja itu.


" Kenapa, kangen yaa?" lanjut Fa'i yang mulai menggoda istrinya lagi.


" Tuu kan mulai lagi, udah yaa godain aku nya." sahut Arini mencebik kesal dan langsung beranjak dari sana.


Tapi Fa'i dengan cepat menarik Arini kedalam pelukanya. Arini pun terbelalak, jantungnya kembali berdebar tak karuan, perasaan kaget, senang, nyaman dan hangat bercampur menjadi satu.


Membuatnya tanpa sadar melingkarkan kedua tangannya pada pinggang suaminya. Menenggelamkan wajahnya pada dada kiri Fa'i,.


Seulas senyuman membingkai bibir Arini menandakan dirinya begitu bahagia, menikmati pelukan dari suaminya yang begitu hangat.


" Pasti wajah kamu udah merah kaya udang rebus.?" Ucap Fa'i dan membuat Arini pura - pura kesal dan merenggangkan pelukannya, meski tangan mereka masih betah melingkar dipinggang satu sama lain.


" Senyum donk, jelek tau kalau manyun gitu.!" kata Fa'i yang sekarang tangan kanannya memegang dagu Arini supaya menatapnya.

__ADS_1


Tatapan mata Fa'i yang intens menatap manik mata indahnya. Membuat Arini tanpa sadar menerbitkan senyuman tipis dibibirnya.


Fa'i terbius dan terbuai oleh wajah sang istri yang begitu mempesona, hingga membuat hasrat dalam dirinya pun membuncak. Ingin sekali lagi mencoba untuk mengikis jarak antara dirinya dan Arini.


Fa'i menatap lekat - lekat wajah Arini, tangan kirinya menjulur keatas memegang tengkuk istrinya. Kemudian perlahan menundukan wajahnya mendekat, dan semakin dekat.


Hingga bibir tebalnya mendarat lembut pada bibir tipis Arini. Rasa hangat mengaliri seluruh tubuh Arini, matanya terpejam menikmati sapuan lembut dibibirnya.


Melihat Arini yang memejamkan mata dan menikmatinya. Fa'i pun semakin memperdalam ciumannya yang awalnya lembut berubah menjadi menuntut.


Dan semakin dalam hingga membuat Arini yang baru pertama kali merasakannya tersenggal kehabisan nafas. Deru nafas yang kian memburu membuat Fa'i seakan menuntut lebih dari sekedar ini.


Kleekkk


Suara pintu yang terbuka membuat Fa'i melepaskan ciumannya, dan Arini pun mendorong tubuh Fa'i untuk menjauh.


" Uups... Maaf mbak ganggu yaa!" kata mbak Amira yang juga kaget melihatnya.


Brakkk


Suara pintu itu kambali ditutup mbak Amira, tanpa menunggu sang empunya menanggapi perkataanya tadi. Rasa malu juga menghampiri Amira yang tidak menyangka akan melihat kemesrahan adiknya.


" Aduhh Mir. Kenapa tadi nggak ketuk pintu dulu sih.? Main masuk aja." gumam mbak Amira merutuki dirinya sendiri sambil berjalan meninggalkan kamar itu.


" Ada apa mbak kok balik lagi, nggak jadi kekamar Fa'i ?" tanya Imam yang menaiki tangga dan berpapasan dengan Amira lagi. Seperti tadi waktu mbak Amira naik sedang Imam turun kedapur.


Amira yang kikuk pun berbisik pada Imam mengenai apa yang barusan dilihatnya.


" Puffffff,... hhhhhhaaa... hhhaa"


Sontak tawa Imam pecah melihat gelagat mbak Amira, yang merasa tidak enak pada Arini juga Fa'i.

__ADS_1


" Ketawa lagi kamu ini. Tapi emang lucu juga sih secara seorang Fa'i yang terkenal dingin. Sejak ditinggal Diana dan masih begitu mencintai mantannya itu, bisa melakukan itu yaa."


" Yaa, semoga aja itu adalah bukti. Kalau Fa'i udah bisa move on dari Diana dan mulai mencintai Arini, Yaa kan mbak."


" Semoga yaa Mam, udah masuk sana istirahat mbak juga dah ngantuk nii.!" kata mbak Amira yang langsung bergegas masuk kamar, begitu juga Imam yang tersenyum geli. Mengingat bisikan mbak Amira tadi.


Sementara dikamar, Arini langsung terkulai lemas duduk di tepi ranjang. Perasaan yang campur aduk memenuhi hati dan pikirannya.


Nafas yang belum teratur, detak jantung yang tak terkendali, membuat tatapannya kosong. Entah apa yang dipikirkannya. Sementara Fa'i merasa malu dengan akhir dari ciumannya tadi.


Bukannya berakhir dengan hal yang semakin romantis, Eehhhh malah ketahuan mbak Amira. Meskipun nggak ada yang salah ataupun dosa dengan yang dilakukanya tapi Malunya.


" Gimana besok aku ketemu mbak Amira, gimana kalau mbak Amira bilang sama Sabina. Aduhhh Malunya ketahuan gini..." batin Arini menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya dan menggeleng frustasi membayangkan cara menghadapi mbak Amira besok.


Fa'i yang sudah duduk disampingnya dan memperhatikan gerak - gerik istrinya itu tersenyum seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Arini.


" Kenapa malu yaa sama mbak Amira.?" tanya Fa'i memecah keheningan yang terjadi, setelah kejadian yang memalukan bagi Arini.


Arini pun hanya mengangguk dan menunduk malu pada suaminya itu, rambut panjangnya terurai kedepan menutupi seluruh wajahnya.


" Nggak usah malu, mbak Amira juga udah menikah dia pasti lebih faham soal ini." kata Fa'i menggeser posisi duduknya, agar lebih dekat dengan Arini. lantas menyibak rambut Arini kebelakang telinganya.


" Benar juga tapi_ . sudahlah aku dan mas Fa'i juga nggak berbuat dosa kok" batin Arini menenangkan dirinya sendiri.


Diusapnya wajah itu dengan kedua telapak tangannya lalu menyilakan rambutnya kebelakang.


" Mau dilanjutin nggak. ?" lirih Fa'i menggoda kembali istrinya itu. Seketika mata Arini terbelalak langsung menoleh pada Fa'i, yang tersenyum dan mengangkat kedua alisnya.


Pukulan ringan lalu dilayangkan Arini pada lengannya. Tapi pukulan itu malah membuat Fa' i tertawa melihat ekspresi kesal Arini yang begitu menggemaskan.


Aduuhhhh malunya siAuthor nulis bab kaya gini 🙊🙊. Mohon maaf bagi semuanya yang belum punya pasangan. 🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih jangan lupa like and commentnya yaa.


__ADS_2