
Tak pernah menyangka hidup bagaikan roda yang selalu berputar terus tanpa henti. Kadang seperti roller coaster yang mendebarkan dada. Melayang dipaling atas lalu dihempaskan kedasar sedasar - dasarnya.
Ujian silih berganti, kadang ujian datang dengan kesedihan kadang juga datang dengan buncahan bahagia. Tinggal bagaimana kita selalu bersyukur pada sang maha Pencipta alam semesta.
Hidup Arini serasa sangat sempurna, dua anaknya tumbuh menjadi pribadi yang kuat memegang pendirian dalam beragama. Aisya putrinya kini menjadi salah satu penulis dan penterjemah buku - buku Islam dari negara jazirah Arab, disebuah perusahaan percetakan ternama.
Sementara putra keduanya, adalah Bilal bin rabbah. Nama salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga olah Allah. Begitu pula harapan kedua orang tuanya Arini dan Imam pada putranya itu.
Bilal masih kuliah disalah Al azar mesir. Laki - laki tampan yang bertekad menjadi seorang hafis Qur'an. Menghafal 30 jus ketika usianya genap 20 tahun nanti.
Sungguh amanah Allah yang dijaga dan dibekali ilmu agama yang kaut. Bukan hanya rupawan tapi mereka benar - benar pribadi santun dan terpuji.
" Bunda,!" panggil seorang gadis cantik yang mulai tumbuh dewasa.
" Iya, sayang!" jawab Bunda Arini yang tengah sibuk didapur mempersiapkan makan malam.
Aisya kecil yang kini telah menjelma sebagai perempuan dewasa yang sangat cantik dan pintar. Berhambur memeluk bunda tercintanya.
" Seneng banget, ada apa sih?" tanya Arini heran melihat putrinya itu nampak bahagia seperti orang yang lagi kasmaran.
" Kak Ais, lagi jatuh cinta Bun." celetuk Bilal adik laki - lakinya yang kini telah berusia 18 tahun selisih enam tahun dari Aisya.
__ADS_1
" Sok tahu.!" sahut Arini menepuk lengan Bilal keras.
Bilal hanya tersenyum, melihat tingkah kaka perempuan yang sering diajaknya berantem itu.
" Bener, kakak lagi jatuh cinta.?"
" Ehmmt, ada yang mau datang bersilaturahmi bunda." kata Aisya ragu, karena malu. Apalagi ada Bilal yang sedang duduk dimeja makan sambil mencomoti masakan bundanya itu.
" Pacar kamu, kakak bunda kan sudah bilang pacaran itu dosa dan bunda dan ayah melarang itu. Ingat kan!"
" Eitss, bunda bukan pacar Aisya kok. Tapi dia pimpinan baru di perusahaan. Namanya Mas Danies. Katanya mau datang kerumah mau mengkhitbah Aisya.!" jawab Aisya sambil mendudukan diri disamping Bilal.
" Danies.?" batin Arini mengingat nama itu. Bukankah itu nama anak dari Andi. Mungkinkah itu dia.?
" Yaa, cuma kenal dikantor sih, Bun. Terue denger dari cerita temen - temen kantor juga. Awalnya dia cuma nawarin tumpangan pas mobil kakak mogok dijalan. Terus jadi lumayan deket. Kemarin pas cum berdua didalam lift dia bilang mau berhubungan serius sama kakak.!"
" Terus kakak jawab apa?"
" Kakak jawab aja. Kalau gak mau pacaran, gak mau dosa juga. Makanya aku bilang kalau memang serius, minta baik - baik sama orang tua ku. Gitu! Ehhh, dianya mau.!"
" Kakak, yakin?"
__ADS_1
Jujur itu adalah pertanyaan yang sampai sekarang Aisya saja belum menemukan jawabannya.
Harus diakui, Danies adalah sosok pria idaman. Udah Soleh, ganteng, kaya pula. Perfect untuk tipe anak muda jaman sekarang.
" Seru banget, ngobrolin apa sih?" tanya laki - laki yang masih terlihat tampan meski kini usianya sudah tak muda lagi.
" Ini, yah. Kakak punya kenalan, katanya mau kesini? Iya kan kak?" kata Arini menggoda putrinya itu.
Seketika wajah Aisya merona. Sementara Imam berusaha bersikap bijak dalam hal ini. Walau bagaimanapun putrinya sudah dewasa, saatnya membina rumah tangga bersama seorang laki - laki yang kelak menjadi Imamnya.
" Kalau memang serius, kapan mau kesini.? Ayah gak mau kalau kakak pake acara pacaran, langsung nikah kalau mau?" jawab ayah Imam yang telah mendudukan diri dihadapan kedua putra dan putrinya.
Imam dan Arini memang tak membatasi pergaulan kedua anaknya. Selagi masih dalam lingkup yang benar dan tak melanggar aturan agama ataupun etika ketimuran.
Mungkin waktu memang berjalan begitu cepatnya, hingga tak disangka perjalanan hidup bisa secepat ini berlalu.
Terima kasih semua sudah setia membaca novel pertamaku ini. Maafkan saya jika kurang berkenan. Terima kasih untuk like,comment dan votenya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua.
Oyaa, setelah ini jangan lupa mampir di novel kedua ku yaa. Terpaksa menikahi Sahabatku. Dijamin gak kalah bikin meleleh dan nangis bombay. Yang pasti ceritanya beda dari ini. Semoga suka yaa!
Sehat selalu untuk kalian semua, salam kenal. Semoga Allah selalu melimpahkan nikmat yang tiada tara untuk kalian semua. Happy reading.
__ADS_1
Ingat semua novel saya hanya khayalan belaka. Jadi itu semua hanya dunia halunya saya saja. Semoga bisa diambil sisi baiknya.
Oyaa, mungkin kisah Aisya dan Danies bakalan saya jadikan novel juga. Skuel dari ini. Tapi nanti yaa, belum dapat alur yang pas niih.