Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
9. Pernikahan


__ADS_3

Dua minggu kemudian....


Akhirnya hari itu datang juga, hari dimana Arini menikah dengan mas Fa'i dan Sabina menikah dengan Mas Imam.


Pernikahan mereka memang dilangsungkan bersama.


Setelah melakukan prosesi akad nikah pagi hari kemudian dilanjutkan dengan wedding party untuk pasangan Sabina dan Imam.


Karena Fa'i tidak ingin mengadakan wedding party, begitu pun dengan Arini. Tapi Fa'i dan Arini juga berperan dalam pesta pernikahan Sabina dan Imam, mereka kan juga pengantin baru eehhh malah jadi pendamping pengantin alias bridesmaid.


Arini sangat cantik dengan kebaya broklat warna kuning kunyit dipaduakan dengan kain batik juga hijab warna putih tulang yang pas untuk Arini. Tak kalah mempesona dari Sabina pengntin wanita yang bergaun panjang.


" Hai, cantik boleh kenalan," kata seorang laki - laki tamu dari pihak Imam.


Arini pun merasa risih hanya tersenyum lalu berbalik untuk pergi. Tapi, laki - laki itu dengan cepat menghalanginya.


Fa'i yang sedari tadi melihat pun awalnya hanya diam. Tapi begitu dia memaksa Arini berkenalan akhirnya Fa'i mendekat lalu menarik tangan Arini untuk pergi dari sana.


" Duduk disini, kamu aman" kata Fa'i menyuruh Arini duduk bersama beberapa anggota keluarga besarnya. Arini hanya diam menunduk pesta ini membuatnya takut.


Karena banyak tamu laki - laki yang menggodanya dan mengajak berkenalan. Bagaimana tidak jadi incaran pria lajang dipesta itu, Fa'i sebagai suaminya pun tak berada disisinya. Dan lagi mereka tidak tahu kalau Arini, wanita cantik itu adalah istri Fa'i.


Setelah acara selesai 2 pasang pengantin itu, menginap dihotel tempat wedding party tadi. Sabina dan Imam mungkin melewatkan malam pengantin, layaknya penganti pada umumnya. Tapi tidak dengan Arini.


" Kemana dokter Fa'i mengapa tidak kesini." guman Arini setelah melaksanakan sholat isya. Arini lalu membaringkan tubuhnya diranjang yang dipenuhi kelopak bunga mawar khas kamar pengantin.


Karena terlalu lelah, seketika Arini pun tertidur pulas. Sedang Fa'i baru kekamarnya hampir tengah malam, entah dari mana dia.


Lalu dilihatnya Arini tertidur pulas dengan gamis lengkap dengan hijabnya.

__ADS_1


" Maafkan aku Arini, sudah membawamu dalam masalah keluargaku dan mengorbankanmu untuk kebahagiaan Sabina." gumah Fa'i sejenak memandang wajah Arini yang begitu teduh.


Kemudian Fa'i melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu merebahkan tubuhnya disamping Arini, seketika terlelap membelakangi istrinya.


Dikamar lain Sabina dan Imam melewati malam pertama mereka dengan penuh keromantisan, menyalurkan hasrat yang terpendam, rindu yang menggebu - gebu memainkan melodi cinta yang mengalun indah dengan penuh cinta.


" I love U Bin," lirih Imam mendekap Sabina erat dan mengecup keningnya dengan mesrah.


" I love U too. akh...." sahut Sabina tersenyum manis.


Lalilu terlelap dalam pelukan Imam tanpa sehelai benang yang melekat ditubuh mereka hanya tertutup selimut warna putih yang tebal nan lembut


Kringgg. Kringgg.


suara alram dari smartphone milik Arini, membangunkan siempunya. Arini bangun dari tidurnya mematikan Alram itu.


Lalu dilihatnya Fa'i tidur disisi kiri ranjang.


" Kapan dia kembali" tanya Arini dalam hati.


Lalu kekamar mandi untuk berwudhu dan melaksanakan sholat tahajjud.


Berdoa mohon ampun atas dosa - dosanya dan dosa orang - orang yang dicintainya juga berdoa agar pernikahanya menjadikan keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah.


Sambil menunggu adzan subuh, Arini membuka aplikasi Al- quran dismartphonenya, membaca beberapa ayat pasti membuatnya tenang dan lebih bersyukur atas nikmat ALLAH SWT.


" Dok, dokter Fa'i sudah Adzan waktunya sholat subuh" kata Arini sambil menepuk nepuk pelan lengan Fa'i. Seketika langsung membuka matanya perlahan.


" Sholat shubuh dulu nanti keburu pagi." lanjut Arini sambil melipat mukenanya.

__ADS_1


Lalu menaruhnya dikantung kecil dan dimasukan kedalam tasnya. meskipun pihak hotel juga menyedikan tapi Arini nyaman dengan miliknya itu. Kemudian disiapkanya perlengkapan sholat untuk suaminya.


" Dia sangat tampan dengan baju koko, sarung dan peci seperti itu. " batin Arini sambil merapikan beberapa pakaian kedalan paperbag untuk dibawa pulang, karena memang hanya semalam mereka menginap dihotel ini.


" Maaf yaa Rin, tadi malam aku kembali sudah larut malam dan kamu sampai ketiduran menungguku." kata Fa'i setelah selesai sholat dan merapikan alat sholatnya itu.


" Tidak apa, saya mengerti." sahut Arini tersenyum manis sambil merapikan jas milik Fa'i yang dipakai kemarin.


" Apa kamu marah padaku?"


" Tidak, saya tidak marah pada anda dokter Fa'i" Arini kembali tersenyum menatap Fa'i sekilas yang mengganti baju kokonya dengan T- shirt warna navy.


" Bisakah kamu tidak seformal itu berbicara denganku. " Kata Fa'i yang duduk di tepi ranjang sambil memakai jam tangan itu.


sambil menghadap pada Arini yang masih sibuk merapikan barang - barang mereka.


" Mungkin memang sebaiknya seperti ini dulu karena saya belum merasa nyaman dengan panggilan dan bahasa yang lebih santai."


"Kenapa?."


" Tidak apa - apa, karena saya menghormati anda." Jawab Arini, Fa'i pun agaknya mengerti maksud Arini. Lalu dia memilih diam dan meraih smartphonenya diatas meja samping tempat tidur.


" Saya tidak ingin terlalu dekat dengan anda, karena saya tau sebenarnya Anda sangat terpaksa menikah dengan saya.Saya dapat melihat dari mata anda, telah ada seseorang yang mengisi hati Anda dokter Fa'i." Batin Arini yang menatap Fa'i sedang menainkan smartphonenya dan senyum tipis menyungging di bibirnya.


Sepertinya memang lebih menyenakan dan menarik kegiataanya itu. dibanding Istrinya Arini


Bersambung....


Terima kasih, sudah membaca..

__ADS_1


__ADS_2