Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
15.Nikahilah dia,


__ADS_3

Setelah sholat isya, Arini keluar kamar menuju dapur untuk membuat wedang jahe. Untuk menghangatkan tubuhnya dan mungkin bisa menghilangkan pusingnya.


" Rin, mengapa tidak istirahat dikamar saja biar aku pesankan makanan bila merasa kamu lapar." Kata Fa'i yang sedari tadi dibalkon untuk menelfon Diana.


" Saya tidak apa - apa, cuma bikin wedang jahe. " jawab Arini yang terlihat pucat pasi. Dan telah selesai, lalu menuangkannya kedalam 2 buah cangkir yang disiapkanya tadi di meja dapur.


" Ini untuk anda, silahkan diminum!" kata Arini meletakkan secangkir wedang jahe itu, didepan Fa'i yang telah duduk dimeja makan. Mengikuti Arini yang terlebih dahulu duduk disana.


" Terima kasih, " ucap Fa'i yang langsung meminumnya, enak dan hangat.


" Apa yang dikatakan Pak Andi tadi benar? " tanya Arini memecah keheningan beberapa saat yang lalu.


Fa'i pun menatap Arini yang tak menatap dirinya sama sekali.

__ADS_1


" Iya, Rin. Maafkan aku. Tapi, aku bisa je_" jawaban Fa'i terpotong oleh kata - kata Arini yang mengagetkannya.


" Nikahilah dia." ucap Arini dengan tatapan datar tak menatap Fa'i sedikit pun.


"Arini, aku minta maaf. Tapi, aku tidak bisa menceraikan kamu dan menikah dengan Diana. "


" Saya tidak menyuruh anda untuk menceraikan saya. Saya tahu Anda khawatir, kalau kita bercerai maka kesehatan jantung Umi yang menjadi taruhanya. Saya sudah tau semuanya, Anda menikahi saya bukan saja karena Sabina tapi karena Umi juga kan."


Lagi - lagi Fa'i dibuat kaget dengan kata - kata Arini mengetahui semua rahasianya.


" Heehhh, Anda tak berniat berpoligami. Tapi,c anda berhubungan serius dengan wanita lain. Dan Anda bilang tidak akan bisa bersikap adil nantinya, apakah anda tidak merasa itu lucu.? Apakah selama ini anda adil pada saya, anda adil membagi cinta dan perhatian anda untuk saya? Apakah selama ini anda punya waktu untuk saya.? Itukah yang yang dinamakan bersikap adil pada istri anda dan kekasih anda."


Amarah Arini benar - benar meledak kali ini, air matanya tak dapat dibendung. Hatinya benar - benar hancur berkeping - keping.

__ADS_1


" Apa kamu mencintai saya Arini?" tanya Fa'i yang tak menyangka dirinya telah menyakiti hati istrinya hingga seperti ini.


" Apakah perasaan saya penting untuk Anda ketahui, dokter Rifa'i ?" jawab Arini sambil tersenyum sinis dan menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua pelupuk mata indahnya.


" Yaa, karena kamu terlalu berlebihan mengorbankan segalanya, jika alasan kamu hanya demi Umi dan Sabina."


" Saya tidak mencintai anda ,dokter Fa'i. Sejak awal saya hanya membantu anda, seperti permohonan anda waktu itu. Dan saya melakukan ini demi sahabat baik saya, juga Umi anda yang sangat menyayangi saya seperti putrinya. Semua keluarga anda begitu mengharapkan saya, apakah anda pikir saya tega menghancurkan harapan mereka.yang dengan tulus menyayangi saya." jawab Arini sambil terisak menghapus air mata yang terus mengalir begitu saja tanpa bisa dibendung.


" Arini, maafkan aku yang tidak mau melihat ketulusan kamu selama ini." ucap Fa'i sambil meraih tangan Arini lalu digenggam. Dilihatnya Arini menunduk masih menangis.


" Sudahlah, Anda tidak perlu minta maaf. Ini semua salah saya yang teralu naif dan berharap pada pernikahan kita." kata Arini menarik tanganya.


Lalu beranjak untuk masuk kamar. Karena sudah tidak ada yang ingin disampaikan pada Fa'i. Fa'i pun masih termenung disana meratapi kesalahannya.

__ADS_1


Terima kasih, sudah mampir....


__ADS_2