Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
35. Kamu milikku hanya miliku part 2


__ADS_3

Sore itu saat perjalanan pulang, Fa'i bertemu dengan Ibu Maryam. Salah satu staf diyayasan Umi tempat Arini mengajar.


" Dokter Fa'i kan.. ?" sapa ibu Maryam yang memastikan kalau dirinya tidak salah mengenali putra sahabatnya itu.


" Iyaa, Ibu Maryam yaa. " jawab Fa'i yang tidak pangling pada sosok Ibu Maryam yang pernah ingin menjodohkan Putri beliau dengan dirinya.


" Apa kabar Dokter Fa'i?"


" InsyaAllah, baik Bu. Ibu apa kabar dan sedang apa disini.?"


" Ibu juga baik, menjenguk saudara saja kok dok. Ooyaa, dok Ibu ikut bahagia akhirnya kamu mendapatkan istri yang benar - benar sholihah seperti nak Arini."


Fa'i tersenyum merasa senang dan bersyukur atas pujian dari Ibu Maryam itu.


" Tadi pas pulang ibu gak sengaja mendengar Pak Andi ayahnya Danies menawarkan kepada nak Arini untuk mengantarkannya pulang." lanjut Bu Maryam dan Fa'i pun kaget hingga membuat hati seketika diliputi perasaan gundah dan cemburu pada Andi.


" Tapi, Nak Arini dengan tegas menolaknya. Sampai - sampai menjelaskan kalau ajakan pak Andi itu tidak seharusnya dilakukan. mengingat Arini telah bersuami."


Seketika itu juga wajah Fa'i kembali cerah. Arini benar -benar mengerti posisinya sebagai istri. Setelah selesai perbincangan mereka kembali pada tujuan masing -masing.


Didalam perjalanan pulang membelah kemacetan jalan ibukota yang lumayan padat itu. Tak henti -hentinya Fa'i mengembangkan senyuman mengingat sosok Arini yang sekarang begitu mendominasi hatinya.


...................


"Assalamualaikum, " Ucap Fa'i mengucapkan salam ketika memasuki apartemen miliknya.

__ADS_1


" Walaikumsalam, " jawab Arini dari arah dapur karena lagi sibuk membuat klapertart special request dari Sabina.


" Lagi apa sayang...?" tanya Fa'i berjalan mendekati Arini yang nampak cantik dengan celena selutut , kaos warna grey yang tertutup apron warna merah maroon itu. Juga rambut yang dikuncir ekor kuda itu.


" Buat klapertart, tadi Sabina bilang lagi pingin banget." jawab Arini yang baru saja memasukan lagi adonan terakhir itu kedalam oven.


" Aaah... masih panas yaa.?" celetuk Fa'i kembali meletakkan kue itu karena masih terlalu panas untuk dimakan. Arini yang baru saja selesai mencuci tangan tertawa melihat suami mengibaskan tanganya karena panas itu.


" Yang itu, baru keluar dari oven mas, kalau mau makan yang ini. " kata Arini mengambil satu kue itu untuk diberikan pada suaminya.


" Aaaaa...." kata Fa'i membuka mulutnya sebagai kode agar Arini menyuapinya. Arini yang mengertipun segera menyuapi suaminya itu.


Fa'i pun menggigit klapertart itu. Dengan mata yang menatap Arini dengan intens, tatapan yang seperti biasanya akan membuat Arini terbius, serasa seluruh aliran darahnya berdesir, debuk jantung yang terpacu dengan cepat. Seketika wajahnya ditundukan karena pipinya mulai merona merah.


" Kenapa menunduk gitu sih, gak boleh yaa mas menatap kamu. Atau kamu gak suka cara mas menatapmu seperti ini."


Arini mengelengkan kepalanya.


" Bukanya aku gak suka mas.Tapi, mas tahukan seperti apa wajahku kalau mas sudah menatapku seperti itu. Jawab Arini mengalihkan pandanganya itu. Fa'i pun tersenyum tipis, gemes melihat pipi cubby Arini yang sudah seperti tomat itu.


" Ehemm, Mas jadi gemes kalau kamu kaya gini. Kekamar yuuk, mumpung sholat maghrib masih lama. " Kata Fa'i menggoda istrinya itu. Sambil memeluk pinggang Arini posesif.


" Iihhh, mas apaan sih. Sebentar lagi Sabina datang lho. Gak malu apa kalau sampai ketahuan. " Sahut Arini yang semakin dibuat gak karuan oleh suaminya itu. Lalu mencubit pinggang suaminya itu.


" AAuuu kok dicubit sih sayang." Pekik Fa'i tapi Arini hanya terkekeh sambil melirik tajam suaminya itu.

__ADS_1


" Rin, apa kamu mencintai mas.?" Tanya Fa'i memutar tubuh Arini supaya menghadap pada dirinya. Dan kembali menatapnya dengan intens. Arini menghembuskan nafasnya pelan.


" Yaa, tentu aku sangat mencintaimu Mas. Kenapa.?" jawab Arini berusaha untuk menatap mata suaminya yang teduh menatapnya penuh cinta.


"Karena kamu mengatakan, kamu mencintaiku. Berarti Kamu milikiku hanya milikku Arini. "


Fa'i pun tersenyum menekan kalimat terakhirnya. Tangan kirinya menyelipkan anak rambut Arini kebelakang telinga. Lalu memegang tengkuk Arini, sedikit memiringkan wajahnya semakin menunduk dan mendekat untuk mengikis jarak antara dirinya dan istrinya itu.


Arini pun memejamkan matanya menikmati bibir tebal suaminya itu yang menciumnya penuh cinta. Tangan Arini memcengkeram dada Fa'i seiring ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi menuntut dan semakin lama semakin dalam. Kali ini pun Arini membalasnya, mengimbangi permaianan suaminya itu.


" Assalamualaikum.." Sapa seseorang yang tiba - tiba masuk begitu saja. Dan benar itu adalah Sabina.


Untung saja kemesrahaan sepasang suami istri yang sedang dimabuk cinta itu telah usai beberapa detik sebelum kedatangan Sabina.


Kalau tidak betapa malunya harus ketahuan sedang berciuman untuk kedua kalinya.


" Walaikumsalam, " jawab Arini dan Fa'i bersamaan. Menoleh pada Sabina yang datang sendiri itu.


" Kamu sendirian Bin, mana Imam.?" tanya Fa'i sementara Arini langsung berlari kekamar untuk berganti pakaian karena tidak mungkinkan Arini menemui Imam dengan pakaian seperti itu. Memang sudah aturannya berpakaian seperti itu hanya didepan suaminya dan sesama kaum hawa saja kan.


" Masih dibelakang, mengambil ponselnya ketinggalan dimobil tadi. Jawab Sabina yang langsung bahagia dan lapar melihat klapertat diatas meja yang begitu menggiyurkan itu.


" Alhamdulilah, Imam jadi tidak melihat Arini berpakaian seperti itu tadi." batin Fa'i bersyukur karena Allah melindungi istrinya dari dosa yang tidak dia sengaja itu.


Dan tentunya Fa'i tidak rela, kalau ada laki - laki lain melihat aurat istrinya itu. Walaupun tidak seluruh auratnya. Tapi hanya dia yang berhak karena Arini adalah miliknya seorang.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir jangan lupa like, comment and Vote yaa.


Semoga lekas sembuh bumi kita. Jangan lupa Aamiinkan, semoga lekas berlalu pandemi covid 19. Dan semoga tidak ada lagi diantara kita semua yang terinfeksi virus corona. AAMIIN...


__ADS_2