Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
S2. Aisya Dan Danies


__ADS_3

20 tahun berlalu. Kisah ini dimulai saat Aisya kecil diculik oleh Andi, sahabat lama papa Imam. Karena dendam dan cinta segitiga yang terjadi diantara mereka.


Selama diculik itu, Aisya berteman dan ditemani oleh Danies yang kala itu masih berusia sepuluh tahun. Meski hanya dua hari bersama. Siapa sangka Danies mulai menyayangi dan menganggap Aisya sebagai adiknya.


Namun, takdir berkata lain Aisya kembali pada keluarganya dan Danies dibawa pergi papa Andi kepulau Kalimantan. Puluhan tahun berlalu. Membuat Danies sedikit melupakan sosok Aisya, teman masa kecilnya. Begitu juga Aisya yang kala itu masih berusia 5 tahun, tak lagi mengingat sosok Denies.


Kini keduanya telah dewasa. Danies menjelma dalam diri laki - laki yang sangat rupawan. Terlebih dia telah memiliki tambatan hati bernama Fitria. Meskipun cintanya itu tak pernah diungkapkan. Tapi, dihati Danies hanya ada cinta untuk sahabatnya itu. Dirinya pun bertekad akan mengatakan semua isi hatinya dan melamar Fitria saat ulang tahunnya bulan depan.


Takdir Allah tak pernah ada yang tahu. Danies yang telah mantap memilih Fitria dihatinya harus mengubur harapan bersama wanita pujaannya.


" Danies, tolong penuhi satu permintaan papa. Tolong carilah Aisya. Sampaikan maaf papa padanya. Jadikan dia istri kamu."


Permintaan terakhir papa Andi setahun lalu yang belum bisa dipenuhi oleh Danies. Saat kematian papanya itu adalah saat kehancuran hatinya juga. Karena saat itu pula, Fitria telah menerima cinta seorang laki - laki bernama Rizal.


Hancur sudah semua mimpi dan harapannya. Papa tercintanya pergi selama - lamanya. Seolah Allah mengaminkan permohonan terakhir papa Andi, dengan Fitria yang berjodoh denga laki - laki lain. Lengkap sudah kenyataan bahwa Danies berjodoh dengan Aisya.


Disaat kegalauan dan penyesalnya.


Kini Danies memutuskan kembali ke ibu kota. Melanjutkan dan menjalankan bisnis alm. Papanya. Selain itu juga untuk berusaha memenuhi permintaan terakhir sang papa.


" Astaqfirullah, kenapa aku jadi pesimis begini.?"


Sejujurnya Danies merasa tidak yakin bisa menemukan Aisya. Pasalnya orang suruhannya pun belum juga menemukan gadis itu. Enam bulan sudah pencarian itu tapi tak menemukan titik terang.


" Kenapa sih Den?" tanya Arum sepupunya yang dipercaya Danies mengawasi salah satu perusahaan percetakan peninggalan papanya.


" Nggak taulah, Mbak. Sampai sekarang aku belum dapat kabar dari orang suruhanku." jawab Danies tak bersemangat saat berkunjung kerumah Arum.


" Masih soal gadis itu lagi?"


Danies pun hanya mengangguk, entah sampai kapan dia harus mencari. Usianya sudah matang untuk membangun rumah tangga. Lagi pula bagaimana saat menemukan Aisya, ternyata dia sudah menikah. Bisa jadi perjaka tua, batin Danies.


" Sebenarnya siapa sih nama gadis itu?" tanya Arum menyelidik. Pasalnya Arum berencana mengenalkan Danies pada salah satu stafnya dikantor.


" Aisya Alfatarunissa."


" Siapa?" sentak Arum yang terkejut mendengar nama itu.

__ADS_1


" Aisya Alfatarunissa?"


Danies mengerutkan kening, merasa aneh dengan keterkejutan sepupunya itu. Lalu Danies menebak mungkin Arum tahu dan kenal pada gadis itu.


" Ayahnya seorang dokter bukan? Namanya dokter Imam dan Ibunya bernama Arini?" tanya Arum menegaskan lagi.


Kini giliran Danies yang dibuat kaget, " mbak tahu dimana dia? Mbak kenal sama Aisya? Bisa bantu aku kan? "


Arum langsung tertawa mendengar pertanyaan Danies yang beruntut. Seperti laki - laki tampan ini memang sangat ingin bertemu Aisya.


" Danies - Danies, kenapa gak bilang dari dulu sih kalau yang kamu cari itu Aisya salah satu penulis dan penterjemah dikantor.!"


" Serius dia kerja dikantor mbak?"


Danies merasa sangat senang, karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Aisya. Lalu Arum menyodorkan ponselnya, memperlihatkan foto Aisya yang tersimpan diponselnya.


" Cantik kan? Ini juga gadis yang ingin mbak kenalkan sama kamu, Den."


Seutas senyum terbit dibibir Danies. Tak menyangka Aisya adalah seorang gadis berhijab yang kecantikannya tak perlu diragukan.


" Masya Allah, cantik sekali dia." batin Danies memuji.


Mendengar nama Fitria, membuat wajah Danies menjadi muram kembali. Apalagi baru tadi pagi ,Fitria mengabarkan akan segera menikah dengan Rizal.


" Hei, gak perlu sedih gitu. Mungkin memang jodoh kamu itu Aisya. Cinta itu cuma dihati kamu, tapi kenyataannya jodoh kamu sudah ditulis oleh Allah. Yang gak akan pernah tertukar. Lagian menurut mbak, lebih cantik Aisya dari pada Fitria."


Benar kata mbak Arum, meskipun aku sangat mencintai Fitria sejak lama. Tapi, jika Allah menuliskan jodohku adalah Aisya, sekuat apapun aku menolak tak akan pernah bisa.


Saat ini Danies hanya bisa berharap, papanya tenang dialam sana. Karena sebentar lagi keinginan terakhir akan dipenuhi. Sekarang memang hanya itulah tujuan hidupnya memenuhi permintaan itu.


" Gak ada ruginya untuk kamu, Den. Aisya gadis yang sangat baik dan shalehah. Plus dapat bonus cantik lagi."


****


Sedang Aisya gadis itu kini telah menjadi wanita dewasa, umur 25 tahun sangatnya matang untuk dirinya membina rumah tangga. Namun, apa daya . Sampai saat ini tak ada laki - laki yang berani mendekat dan serius dengannya.


Aisya memang tak membatasi pergaulan didunia luar. Tapi, mungkin karena penampilannya yang tertutup dan tak neko - neko kadang membuat laki - laki segan untuk sekedar berkenalan dengannya.

__ADS_1


Siapa sangka sikapnya yang hambel membuat setiap orang yang mengenal dirinya sangat menghargai prinsip - prinsip hidupnya. Seperti halnya soal jodoh, Aisya tak pernah secara spesifik menginginkan laki - laki yang sempurna. Yang jelas laki - laki itu harus seiman dengannya.


" Keacara nikahan Abdul datang sama siapa, Sya?" tanya Dara saat makan siang itu.


Aisya tersenyum, " pake nanya lagi, paling seperti biasa datang sendiri atau gak sama Bilal."


" Aduh Sya, kapan sih kamu gandeng pasangan?"


" Yaa, nantilah Dara. Kalau dah nikah." jawab Aisya santai.


" Terus kapan nikahnya?"


Aisya mengedikkan bahunya. Seolah sudah terlalu sering dia diberi pertanyaan seperti itu.


" Jodoh itu gak tau kapan datangnya. Bisa sajakan saat ini jodoh ku ada disini."


Dara hanya bisa mengeleng dengan pemikiran sahabat baiknya itu. Aisya terlalu santai dalam menghadapi setiap hal dalam hidupnya. Tapi, baginya itulah Aisya. Tak peduli kepada apapun dan siapapun selama apa yang dijalaninya tak merugikan ataupun menyakiti hati orang lain.


Lagi Aisya tahu setiap hal yang terjadi dihidupnya sudah ditakdirkan sang khalik. Termasuk jodoh yang bisa kapan saja datang.


Aku percaya, jodoh ku akan segera datang sebentar lagi. Aku memang tak mengerti soal cinta sebelumnya. Tapi, aku yakin dia diciptakan hanya untukku.


***Aku yang tak mengenal namamu*


Tak tau rupamu**


Bahkan tak tau siapa kah dan dimanakah dirimu saat ini


Namun, yang aku tahu namamu dan namaku telah tertulis di Lauhul mahfudz.


Tertulis dengan tinta abadi. Yang tak akan terhapus ataupun terganti.


Aku yakini dirimu ada dan akan datang.


Aku menunggumu, menunggu satu saat itu akan datang.


Terima kasih, sudah mampir dan membaca.

__ADS_1


Semoga berkenan. Sehat selalu untuk kita semua. Aamiin.


__ADS_2