Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
7. Jadilah menantu Umi,


__ADS_3

Setelah dirasa Fa'i pergi dari sana, Arini membuka lagi pintu itu dan langsung menghembuskan nafasnya kasar.


Dia segera pergi dari sana setelah menutup pintu itu. Namun langkahnya terhenti ketika baru menuruni beberapa anak tangga.


Matanya terbelalak membulat sempurna melihat Mbak Amira bersama 2 orang laki - laki menaiki tangga itu juga.


" Hai Rin, sudah selesai sholatnya.?" tanya mbak Amira yang menggandeng mesrah salah satu dari 2 laki - laki itu.


" Su_ Sudah, mbak" jawab Arini terbata karena begitu gugub, haah seperti seorang pencuri saja.


" Oyaa, kenalin Rin, ini mas Haris suami mbk, dan itu Alvin sepupu kami yang baru datang dari KL. "


" Hai, aku Alvin, kamu siapa" tanya Alvin yang langsung mendekati Arini, dasar si Alvin g bisa liat yang bening - baning pasti langsung dideketin


" Saya_ " belum melanjutkan kata - katanya Sabina datang dan mengajak Arini pergi dari sana. Karena Umi ingin bicara dengannya di ruang baca rumah itu.


Raut kecewa ditunjukan Alvin yang gagal berkenalan dengan Arini yang baginya seperti bidadari itu.


" Sudahlah jangan berharap dia udah dijodohin sama Fa'i oleh Umi.." kata mas Haris menepuk pundak Alvin sambil berlalu menuju kamar bersama Amira.


" Yaa berat sainganku, " celetuk Alvin mengacak rambut frustasi.

__ADS_1


" Assalamualaikum , Umi!" Kata Arini yang kini masuk keruang baca setelah tadi diantar Sabina sampai depan pintu kaca itu.


" Walaikumsalam, ayo masuk Arini duduk sini"


jawab Umu Salamah sambil menepuk sofa panjang yang telah didudukinya. Arini pun duduk di samping Beliau yang terus menatapnya lalu tanganya menarik tangan Arini membawanya dalam genggama erat tangan beliau.


" Arini, jadilah menatu Umi"


Deg


Jantung Arini terasa berhenti berdetak, wajahnya mendongak menatap Umi Salamah kaget tak bisa dilukiskan.


" jika yang bertanya seperti itu adalah Sabina seperti kemaren - kemaren, Arini pasti punya jawaban yang tepat dan tak mungkin mengecewakan Sabina tapi ini Umi salamah sendiri aku harus jawab apa coba." batin Arini yang sedari tadi masih diam tak bergeming


" Tapi _ " belum sempat melanjutkan kata - katanya ada sesorang membuka pintu.


Kleek


" Assalamualaikum, " salam dari seorang laki - laki yang tidak diharapkan Arini untuk bertemu dulu ataupun berkenalan secara pribadi


" Walaikumsalam " jawab umi dan Arini bersamaan, Arini yang tadi menolah padanya kini hanya menundukan kepalanya.

__ADS_1


Saat Fa'i berjalan mendekat dan duduk di single sofa tepat dihadapan umi dan Arini.


Matanya tertuju pada sosok cantik menundukan pandanganya dari tatapannya. Umi pun tersenyum melihatnya.


"Cantik, lebih cantik dari pada difoto " gumam Fa'i dengan bibir tersenyum tipis melihat Arini yang tampak malu - malu.


" Eehmm, kalian kenalan lah sendiri Umi, akan keluar sebentar kekamar mandi" entah umi berbohong atau benar pergi kekamar mandi tidak ada yang tahu.


Cukup lama suasana hening tanpa suara, sejak Umi keluar dari sana.


" Saya Rifa'i, tapi kamu boleh panggil saya Fa'i" ucap Fa'i membuka pembicaraan lalu mengulurka tanganya pada Arini.


Arini pun sedikit mendongak dan menjabat tangan Fa'i.


Lalu menundukkan pandanganya lagi sambil berkata


" Sa _ saya Arini"


Arini tergagap saking gugup dan jantungnya berdetak tak beraturan. Hening kembali menyelimuti ruangan itu. Mereka terdiam entah apa yang sedang ada dipikiran masing -masing.


Bersambung,

__ADS_1


semoga masih setia yaa, terima kasih


__ADS_2