Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
12. Aparteman


__ADS_3

Sore itu Arini dan Fa'i berpamitan pada Abi, Umi dan yang lainnya untuk pindah keapartemen, yang sudah disiapkannya sejak dulu. Dan akan ditempati bersama Diana kelak setelah menikah tentunya. Barang - barang sudah dikirim duluan kesana tinggal beberapa saja barang pribadi Fa'i.


"Semoga rumah tangga kalian bahagia , sakinah, mawadah dan warohmah." doa abi dan Umi mengiringi langkah mereka.


Membangun rumah tangga sendiri, tapi entah akan seperti apa nanti. Karena dari awal pun hubungan mereka seperti ini, hanya ikatan pernikahan sebagai landasan tanpa didasari cinta atau apalah.


" Masuklah," kata Fa'i mempersilakan masuk setelah menekan kata sandi untuk membuka pintu itu. perlahan Arini masuk diiringi Fa'i yang menekan saklar di tembok sebelah kiri.


"Assalamualaikum" ucap Arini memberikan salam, meski tak ada siapapun, tetap harus memberi salan kan.


Apartemen ini cukup luas ada dua kamar tapi yang 1 sementara ini digunakan sebagai gudang. Ada ruang tamu yang menyatu dengan ruang Tv. Dipojok sana ada Dapur yang menyatu pula dengan meja makan. Ternyata Fa'i sudah menyuruh orang untuk merapikan tempat ini.


"Kamu suka, " tanya Fa'i yang sudah duduk disofa sambil melepaskan sepatunya berganti dengan sandal rumahan berwarna putih itu.

__ADS_1


" Yaa, saya suka."


" Duduklah, " suruh Fa'i yang ingin berbicara sesuatu denganya.


Arini pun duduk menghadap pada Fa'i sekilas dia memandang suaminya. Lalu menundukan pandanganya tertuju pada sesuatu, yang dikeluarkan Fa'i dari dalam tas yang tadi dibawanya.


" Itu, kartu ATM sandinya XXXXXX, kamu bisa membeli segala kebutuhan rumah ini. Dan ini kunci mobil untuk kamu pergi kemana - mana."


" Maaf, kalau untuk mobil saya tidak bisa menerima, lagian saya tidak bisa menyetir mobil. Biiar saya naik angkutan umum saja." ucap Arini sambil mengambil kartu ATM dimeja lalu menyimpannya.


" Yaa saya mengerti."


Malam semakin larut, Arini sudah terlelap sedari tadi. Sedang Fa'i masih asik berbalas pesan dengan kekasihnya diruang tamu ditamani Tv yang menyala. Tapi tak ditontonnya. Lalu kantuk pun menghampiri, setelah memberikan ucapan selamat malam pada Diana kekasihnya, Fa'i mengecas ponselnya.

__ADS_1


Kemudian masuk kekamar untuk tidur. Karena besok ada jadwal paktek dirumah sakit dan beberapa tindakan bedah yang mengharuskan untuk segera kembali bekerja.


" Maaf Arini, kita baru saja menikah. Tapi, aku sudah menghianati pernikahan kita. Aku juga tidak bisa menahan perasaanku pada Diana, dia yang ku tunggu selama ini. Aku akan memikirkan cara terbaik supaya kamu tidak terlalu lama tersakiti olehku."


Batin Fa'i saat melihat wajah teduh Arini saat terlelap yang menghadap padanya.


Seharusnya wajah cantik dan manis, serta kulit putih yang selalu tertutup dari pandangan laki -laki itu, mampu membuat Fa'i untuk berperan sebagai suami. Memberi nafkah batin untuk Arini, meminta haknya sebagai seorang suami.


Tapi keegoisan, dan rasa cinta yang teramat besar untuk seorang Diana Astari membuatnya buta. Mengalahkan segala kewajibannya sebagai seorang suami.


Ilmu agama yang ditanamkan oleh Abi dan Uminya sejak kecil pun tak lagi mendominasi hati dan perilakunya. Semuanya telah termakan bujuk rayu setan yang bersandar pada rasa cinta, rindu dan hanya ingin memiliki Diana seorang.


Meski dirinya tak mengabaikan Arini begitu saja. Tapi tetaplah salah kini yang berhak atas dirinya, hati dan cintanya hanyalah Arini istri sahnya dimata Agama dan Negara.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir, jangan lupa like & comment yaa.


__ADS_2