Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
20. Hampir saja,...


__ADS_3

" Apa kau mencintaiku Arini.?" tanya Fa'i seketika wajah Arini merona pipinya merah seperti tomat.


Pandangannya tertunduk malu, tak ingin menatap suaminya yang kini duduk disebelahnya, sangat dekat untuk pertama kalinya. Fa'i merasa gemes pada Arini, ingin rasanya mencubit pipi cubby yang merona itu.


" Heee... Suamimu ini bertanya, mengapa tidak dijawab.?" tanya Fa'i kembali dan menatap Arini begitu intens. Membuat jantungnya berdebuk semakin tak karuan.


" Jangan menatap saya seperti itu, !"


" Kenapa ?" Fa'i menggoda


"Saya malu " jawab Arini semakin menunundukan wajahnya. Membuat rambutnya menutupi wajah cantiknya.


Fa'i yang mendengarnya menyembunyikan senyumnya kesamping berusaha menguasai dirinya yang semakin gemes pada Arini.


"Bisakah mulai sekarang kamu tidak berbicara seformal itu pada ku?" Ucap Fa'i sambil menyelipkan rambut Arini yang menutupi wajahnya kebelakang telinga.


Lantas membelai rambut yang halus dan wangi itu. Hati dan jantung Arini semakin dibuat tak karuan.


Sedang Fa'i entah mengapa dia sangat senang melihat Arini yang seperti itu. Hatinya terasa berdesir, serasa ada tetesan embun yang jatuh dan mennyejukkan hati dan pandanganya. Hatinya pun bergumam


" Sebaik - baiknya wanita adalah


apabila dia diberi sesuatu maka dia akan


bersyukur......


dan bila tidak diberi apa - apa dia akan

__ADS_1


bersabar....


 


Yang menyenangkan hatimu bila kamu


melihatnya.....


dan mentaatimu bila kamu menyuruhmu


dalam hal kebaikan...."


 


" Anda tidak ingin meminum tehnya lagi dokter Fa'i" sahut Arini mengalihkan pandanganya yang sempat bertatapan sepersekian detik dengan mata Fa'i yang tajam itu.


Detak jantung yang sedari tadi berdebuk tak karuan kini serasa melompat keluar. Saat Fa'i semakin mendekatkan wajahnya hanya beberapa centi, sepertinya tidak lebih dari 10 centi. Mata Arini membulat sempurna, terdengar pula dia menelan salivanya karena kaget


" Kenapa kamu masih memanggilku dengan sebutan Anda dan dokter Fa'i?. ehmmmt" bisik Fa'i pelan ditelinga kiri Arini, hembusan nafas Fa'i membuatnya bergidik merinding, entah perasaan apa ini.?


" Maafkan saya..." jawab Arini mencoba mengendalikan debaran jantungnya saat Fa'i sedikit menjauhkan wajahnya.


" Jika kamu masih memanggilku seperti itu maka aku akan menghukummu." Ucap Fa'i semakin senang menggoda istrinya itu.


" Iyaa, maaf. hukuman seperti apa itu Dok_" kata - kata Arini terhenti dan menyadari kesalahanya. Diapun menutup mulutnya.


Fa'i yang mendengarnya tersenyum jail dan semakin gemes pada istrinya itu.

__ADS_1


" Kelihatanya, kamu ingin tau hukuman apa itu?" seringai jail tergambar jelas diwajah Fa'i. Dirinya semakin mendekatkan wajahnya, semakin lama semakin dekat, tangan kirinya menarik pinggang Arini agar tidak menjauh darinya.


Terlihat wajah Arini semakin merona begitu menggemaskan pikir Fa'i. Saat Arini mengreyitkan kedua alisnya dan memejamkan matanya.


" Kamu menggemaskan sekali Arini." pelan Fa'i mencubit pipi kanan Arini.


Sontak membuat Arini membuka matanya. Karena dia berpikir Fa'i sudah menjauhkan wajahnya. Tapi, tidak wajahnya sangat dekat hingga hidung mereka bersentuhan. Mata Arini kembali membulat sempurna.


Drettt....drettt...


Getaran ponsel Fa''i disaku celananya pun membuat mereka menjauh, Fa'i melepaskan tanganya dari pinggang Arini.


"Uuuhhh.... hampir saja." batin Arini mengurut dadanya menenangkan detak jantungnya.


Wajah Fa'i pun seketika berubah, begitu melihat nama yang tertera diponselnya.


DIANA. Yaa itu nama yang biasanya membuatnya tersenyum bahagia. Tapi, tidak untuk beberapa hari terakhir ini. Fa'i seakan malas dan tidak peduli.


" Siapa yang menelfon, dokter Fa_?" Arini langsung menutup mulutnya. Fa'i pun menoleh, dan tersenyum jail. Arini hanya mengelengkan kepalanya.


" Tunggu hukuman kamu sayang!"


" Ini dari Diana, boleh aku mengangkatnya..?" tanya Fa'i pada Arini yang memang sudah menebaknya. Lalu Arini mengangguk sambil tersenyum.


" Aku percaya An_ maksud saya kamu." kata Arini yang hampir saja membuat kesalahan lagi. Dan itu membuat Fa'i senang.


Bersambung

__ADS_1


Tunggu Bab berikutnya, Yaa terima kasih.. Baper g sih, si autornya baper tau...


__ADS_2