Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
25. Di rumah mertua


__ADS_3

Kejadian dikamar tadi benar - benar membuat Arini dan Fa'i didera rasa canggung yang luar biasa. Saat didalam mobil menuju rumah Abi dan Umi pun Arini lebih banyak diam. Sedang Fa'i lebih fokus pada pengemudi karena jalanan yang padat merayap.


Biasanya hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai kerumah. Tapi, ini hampir 2 jam setelah tadi mampir ketoko buah, sesuai pesan dari Imam. Baru sampai dihalaman rumah bergaya klasik dengan halaman luas.


" Assalamualaikum, " ucap Arini dan Fa'i bersamaan ketika sampai didepan pintu.


" Walaikumsalam, " Jawab Umi yang menyambut kedatangan mereka.


Lalu disusul Abi yang telah siap pergi ke masjid karena sebentar lagi adzan maghrib. Arini dan Fa'i bergantian menyalami dan memcium tangan kedua orang tua nya.


" Ayoo masuk, si Sabina udah ngambek gara - gara lama nungguin kamu." Kata Umi menarik Arini untuk masuk dan disusul Fa'i serta Abi.


" Arini, lama banget sih.." kata Sabina seraya memeluk Arini manja.


" Iyaaa, maaf macet soalnya. Ooyaaa, selamat yaa Bin bentar lagi kamu jadi Ibu, dijaga baik - baik kurangi kelakuan aneh bin ajaib kamu itu."


" Iyaaa... kakak iparku sayang. Ooyaaa, mas Fa'i cepetan donk bikin Arini hamil !" seloroh Sabina yang langsung mendapat cubitan ringan dari Arini.


Sementara Fa'i yang emang lempeng - lempeng aja,hanya tersenyum. Begitupun Umi dan Abi yang sudah tau watak Sabina yang emang ekspresif dan blak - blakan.


" Tante Arini, " pangilan keras dari gadis kecil itu membuat Arini tersenyum, lantas memeluk Sarah yang memang manja pada Arini.


Saat itupun terdengar adzan maghrib berkumandang Abi, Fa'i dan Imam yang baru saja turun segera pergi ke masjid.


Sedangkan Arini, Sabina dan Umi pun kekamar masing - masing. Untuk menjalankan perintahNya.


Arini yang telah selesai sholat langsung bergegas kedapur, untuk membuat sup ayam seperti permintaan Sabina.


Dengan apron warna hitam Arini cekatan memotong - motong sayuran dan membuat kaldu dari ayam kampung. Sementara bi Siti disuruhnya membuat rujak dari buah yang tadi dia beli.


" Assalamualaikum, " kata Fa'i yang pulang dari masjid langsung menuju dapur karena mencium aroma masakan Arini.

__ADS_1


" Walaikumsalam." jawab Arini yang masih sibuk dengan kegiatan memasak itu. Fa'i pun menghampiri istrinya itu.


" Masih lama selesainya.?" tanya Fa'i mendekati Arini. Lalu memeluknya dari belakang.


Arini yang kaget pun tak menjawab pertayaannya tadi, seketika tubuhnya membeku debaran jantungnya kian cepat tak mampu dikendalikan.


" Mas, ada bik Siti malu ahhh."


" Bik Siti tadi aku liat kebelakang," jawab Fa'i menyandarkan dagunya dipundak kiri Arini, hingga membuat Arini semakin kikuk dibuatnya.


" Mau coba.? " tanya Arini bermaksud agar Fa'i sedikit menjauh darinya.


Fa'i pun mengangguk dan melepaskan pelukannya memberi jarak untuk Arini. Kini istrinya itu sudah memegang sendok berisi kuah sup. Lantas menyuapai Fa'i yang terus saja menatap wajah Arini yang berkeringat, karena uap masakannya atau ketengangan dari tatapan Fa'i.


" Gimana, apakah enak ?"


" Heemt, enak boleh coba lagi?" Arini mengangguk pelan, lalu mengambil semangkuk sup untuk suaminya. Karena memang masakanya itu sudah matang.


" Salah kamu sendiri kenapa kamu sangat cantik dan manis, jadi aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari kamu. Kalau kita lagi berdua gini." seketika wajah Arini merona mendengar jawaban dari Fa'i suaminya.


" Iiiihhhh, kamu kok jadi suka gombal gini sich, mas. Emang dah beneran jatuh cintanya."


" Belum tahu. Tapi, aku nyaman dan selalu pingin deket kamu. Percayalah Rin aku akan pelan - pelan berusaha untuk mencintai kamu sepenuh hatiku. " jawab Fa'i mengusap kepala Arini dan mencium punggung tangan kanannya.


" Ehhhh, maaf mas Fa'i. Bibik cuma mau nyiapain makan malam. Tapi Bibik nggak tau_" kata bik siti yang tiba - tiba datang, seketika ragu untuk melanjutkan perkataanya. Sedang Arini merasa malu ketahuan berdua sama suaminya itu.


" Tidak apa - apa kok bik.! Silahkan bibik lanjutkan pekerjaannya. " Kata Fa'i yang langsung pergi dari sana, setelah tadi mengedipkan sebelah mata pada istrinya itu.


Bi Siti pun mempersiapkan makan malam. Ternyata bik siti sudah masak beberapa lauk sejak sore tadi dan tinggal dipanasin. Sementara Arini menata sup buatannya tadi.


" Waah, Enak nii supnya " kata Imam yang datang bersama Sabina. Sabina pun langsung menyantap sup diatas meja makan itu.

__ADS_1


" Tidak sopan banget kamu, Bin. Yang lain belum datang dah mulai makan aja.! " Kata Fa'i yang tiba - tiba datang dari arah taman belakang.


" Biarain aku dah pingin sup ini dari tadi siang mas. Jadi maklumin aja yaa, kalau akunya kalap gini. " jawab Sabina meringis.


Sementara Imam dan Arini hanya menggelengkan kepala melihatnya. Tak lama Umi, Abi dan yang lainya datang termasuk Alvin yang baru aja bangun tidur pas adzan maghrib tadi.


" Eehhh, Arini sayang, kenapa nggak bangunin Akh Alvin sich tadi." Kata Alvin menggoda Arini yang telah duduk disamping suaminya.


" Sayang, gundulmu Vin. Udah tahu Arini istrinya Fa'i masih aja digodain." Ucap mbak Amira


" Sudah - sudah bercandanya nanti makananya keburu dingin lho." Sahut Umi yang sudah penasaran merasakan Sup buatan menantu cantiknya itu.


Setelah Abi memimpin doa mereka pun menikmati makan malam dengan penuh syukur atas rejeki yang melimpah dari sang pencipta.


" Mas jangan mulai deh ngeliatin kaya gitu, Aku malu. Nggak enak juga dilihat yang lain. " bisik Arini ketika mengisi nasi dipiring Fa'i.


Sementara Fa'i hanya tersenyum melihat rona pipi Arini. Entah mengapa menggoda istrinya membuatnya senang. Kelihatanya akan menjadi kebiasaan baru Fa'i.


" Rin, kamu menginap kan,? "Tanya Sabina yang meminta Arini untuk nemenin ngobrol di kamarnya.


" Kamu tanya mas Fa'i aja."


" Ooyaa Rin, Sekarang kan dah deket ni sama mas Fa'i, terus udah Ibadah yang itu belum.?" tanya Sabina yang langsung membuat Arini merona.


" Apaan sih Bin, bisa bahas yang lain nggak?"


" Waahhh kacau tuu mas Fa'i_"


" Udah donk, nggak usah bahas itu. Nggak baik" Kata Arini sedikit kesal bercampur malu.


Walau sebenarnya dia, Arini sudah memperkirakan akan diberi pertanyaan seperti itu oleh Sabina ataupun mbak Amira.

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir,


__ADS_2