Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
43. Aku merindumu


__ADS_3

Semalam, Arini telah mempersiapakan segala keperluan Fa'i selama diJogja.Walau sebenarnya Arini tak rela suaminya itu pergi, meski hanya 2 hari. Tapi, bayangan kerinduan itu sudah didepan mata.


Beberapa hari ini, Arini terbiasa bergelayaut manja dalam dekapan sang suami. Menghirup aroma maskulin yang menguar dari tubuhnya. Aroma yang menjadi favoridnya semenjak hamil, aroma yang mampu meredakan rasa mual yang mengaduk - aduk perutnya kala pagi menjelang.


" Jangan cemberut donk, sayang." Ujar Fa'i berhadapan dengan Arini dan memegang kedua lengannya.


Sementara lawan bicaranya hanya diam dengan kedua tangan melipat didepan dadanya. Sungguh Arini benar - benar bersikap sangat manja pada suaminya itu.


" Hanya dua hari mas perginya. Setelah itu mas akan ambil cuti untuk nemenin kamu.!" sambung Fa'i merengkuh Arini dalam pelukannya.


" Janji...!"


" Iya, mas janji apa sih yang gak buat kamu sayang." Jawab Fa'i mencubit hidung Arini. Arini akhirnya tersenyum lalu mendongakan wajahnya menatap wajah tampan sang suami.


Fa'i mengecup kening Arini sebelum kebandara diantar olah supir. Meninggalkan Arini dirumah Umi, setidaknya disana Arini tidak kesepian dan ada mbak Amira yang pasti menjaga Arini, juga yang lainnya .


" Baru 2 jam kamu pergi, aku sudah merindukanmu saja. Ada apa denganku ini mengapa aku jadi manja gini sih sama kamu mas ...? Gimana kalau kamu Ilfeel sama aku gara - gara sikap ku ini...?


Arini mencoba mengeyah rasa rindu yang membuatnya seperti ABG labil yang jadi budak cinta.


Sementara tepat pukul 7 pagi, Fa'i tiba di Jogja dengan selamat. Dibandara telah menunggu utusan dari kampus yang akan dia sambangi selama 2 hari ini. Untuk mengisi seminar seputar kedokteran specialis bedah. Dan ini adalah pengalaman pertama baginya.


Sebagai salah satu pembicara dalam seminar kali ini. Fa'i merasa sedikit gugup karena diantara ke 3 pambicara yang dihadirkan ternyata usia dirinya dengan yang lain jauh dengan usia ke 2 pembicara lainnya.


" Aduh.. gak nyesel aku ikut seminar ini. Ternyata dokter Fa'i seganteng ini." kata salah satu mahasiswa yang menjadi peserta acara itu.


Memang sejak kedatanganya digedung kampus kedokteran itu. Banyak pasang mata mahasiswi disana yang melihatnya terkagum - kagum.


" Masya Allah, dokter Fa'i gantengnya. Mau donk jadi Bucinnya." ucap mahasiswi berambut panjang itu.


" Heemt, Dokter mau donk dibedah sama kamu.!" sambung mahasiswi berhijab warna Navy itu.


" Gila, guys... dia tersenyum ke Gw. Meleleh deh.. " seloroh gadis lainnya yang tak kalah terpesona pada dokter Fa'i.


Sementara peserta laki - laki seminar disana memandang sinis dan tak suka pada dokter Fa'i karena jadi pusat perhatian para peserta perempuan.

__ADS_1


Seminar hari pertama itu pun berjalan cukup lancar. Meski didominasi dengan decak kagum dari peserta perempuan disana.


Yaa, bagaimana pun pesona seorang dokter tampan dan masih sangat muda itu tak bisa dipungkiri membuat setiap mata perempuan memandang kagum akan sosoknya.


" Assalamualikum, Mas.." Sapa Arini yang begitu senang menerima VC dari suaminya. Pasalnya seharian ini tak ada kabar darinya. ponselnya juga mendadak tak bisa dihubungi.


" Walaikumsalam. Rin. Gimana keadaan kamu sayang...?" terlihat senyum mengembang diwajah Fa'i kala melihat mata Arini berbinar.


" Gak baik, aku merindukanmu mas.!"


Fa'i tersenyum mendengarnya, " Kamu kok jadi manja dan semakin menggemaskan sih Rin.?"


" Sabar yaa, begitu selesai mas akan langsung pulang. Mas juga kangen kok sama kamu.!"


" Mas, gak nakal kan..?"


" Ehmmt, sebenarnya mas gak nakal. Tapi, mereka pada godain mas sih."


Arini mencebik kesal. Namun setelahnya dia tersenyum menyadari sang suami hanya menggodanya.


Sang suami yang mendengar hal itu tersenyum bahagia. Karena mendapat pujian dari istri tercintanya.


" Haahh, mas jadi pingin cepat pulang kalau gini.."


Malam semakin larut, Arini dan Fa'i telah menutup obrolan mereka. Walau hanya lewat VC, Arini benar - benar senang dan membuat rindunya sedikit terobati.


......................


Setiap pagi Arini selalu muntah dan mual yang membuatnya selalu lemas tak bertenaga saat harusnya sudah menjalankan aktivitasnya.


Beruntungnya sekarang Arini tinggal dirumah keluarga suaminya. Jadi setidaknya selama ditinggal mas Fa'i, ada yang menjaga dan merawat Arini.


Empat hari sudah Fa'i diJogja, rencana awal hanya dua hari. Namun, karena permintaan dari kampus itu untuk memberi mata kuliah kepada mahasiswa kedokteran itu.


Dan hal itu membuat Arini sempat marah padanya, hingga tak mau menerima telfon dan membalas pesan - pesannya.

__ADS_1


Malam itu akhirnya, Fa'i kembali kejakarta. Perasan rindu yang mendarah daging bercampur dengan rasa bersalah yang teramat sangat membuatnya ingin segera mungkin menemui sang istri.


Fa'i tak memberitahu perihal kepulangannya. Namun, Mbak Amira dan yang lain sudah tahu ketika dia sampai dirumah semua sedang berkumpul diruang keluarga kecuali Arini yang telah masuk kekamar untuk beristirahat.


Mereka pun berhambur menyerbu oleh -oleh yang dibawanya.Tanpa bertanya kabar dan keadaan sipembawa oleh - oleh itu. Fa'i hanya tersenyum melihat tingkah saudara - saudaranya itu.


Klekkk,


Suara pintu terbuka, Fa'i pun masuk kedalam. Tapi, tak melihat Arini. Hanya terdengar suara air mengalir dari kamar mandi, menandakan Arini tengah melakukan suatu aktivitas disana.


Sambil menunggu Arini keluar dari kamar mandi Fa'i melepaskan jaket dan sepatunya. Lalu menggulung lengan kemeja panjangnya hingga siku.


Klekkk...


Arini keluar dari kamar mandi setelah sepuluh menit Fa'i tiba tadi. Arini tak menyadari suaminya berdiri di dekat jendela sambil memperhatikan dirinya yang masih menyisir rambutnya dengan jemarinya. Maklum masih belum kering karena tadi sore dicucinya.


Sang suami tertegun melihat Arini mengenakan kemejanya yang nampak kebesaran. Namun, begitu menggoda memperlihatkan dengan jelas paha putih dan mulus itu. Tanpa sadar membuat Fa'i menelan salivanya beberapa kali.


" Sungguh, nikmat TuhanMu yang manakah yang kamu Dustakan." batin Fa'i merasa bersyukur dengan apa yang dimilikinya. Istri yang sangat cantik dan sempurna secara fisik yang begitu indah baginya.


Lalu Fa'i berdehem, mengalihkan pikirannya yang sudah kemana - mana karena pemandangan didepan matanya.


Namun, rupanya Arini suara mendehem Fa'i membuat Arini terkejut beberapa saat. Menatap suaminya dalam keadaan hening. Perasaan rindu, bahagia, tak menyangka juga marah bercampur jadi satu.


Hampir saja membuat air mata Arini tumpah dipipinya.


Arini lantaa berhambur memeluknya saat Fa'i telah mendekat dan tersenyum padanya. Arini berjinjit mengalungkan tanganya belakang kepala suaminya, menenggelamkan wajahnya dibahu kokoh itu. Sang suamipun sedikit menunduk agar Arini tak berjinjit lagi.


" Maaf yaa sayang, mas gak menepati janji.!"


" Aku rindu padamu mas. Saat rindu...!" lirih Arini meluapkan segala rasa rindu dihatinya. Rindu yang benar - benar memenuhi pikiran juga hatinya.


Mungkin hanya 4 hari, tidaklah lama. Tapi, bagi Arini itu sangatlah lama dan menyiksa dirinya.


Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa like, comment dan Vote yaa....

__ADS_1


Sehat selalu semua.... Jangan lupa bahagia.


__ADS_2