Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..

Caraku Mencintaimu Season 1 Dan 2..
55. Pillaw talk


__ADS_3

Malam itu Fa'i tenggah menimang putranya AL agar segera tidur, karena memang sudah waktunya AL untuk tidur.


Sambil melantunkan beberapa surat pendek didekat telinga putranya, Fa'i menidurkan AL dibox bayi. Lalu menepuk - nepuk pelan punggung sikecil agar samakin terlelap.


Arini tersenyum melihat suaminya, memang hot daddy idaman. Dari pantulan cermin itu, Arini bisa melihat sosok lain dari suaminya. Sikap dan kasih sayang seorang ayah, membuat Arini semakin mencintai sang suami.


" Kenapa senyum - senyum gitu,?" tanya Fa'i mendekati Arini yang sedang menyisir rambut panjangnya.


" Haah, tidak. " Arini mengerjab, karena malu mengakui kekagumannya pada suaminya.


Lalu Fa'i beranjak kekamar mandi, melakukan ritual sebelum tidur. Sementara dirinya mempersiapkan pakaian tidur yang biasa dipakai suaminya.


Sebuah celana boxser dan kaus oblong, Fa'i memang tidak terlalu suka memakai baju tidur seperti kebanyakan orang.


" Lagi mikirin apa sih, Rin.? Bengong gitu.?" ujar Fa'i setelah melakukan ritual sebelum tidurnya dan telah berganti pakaian.


" Haah, tidak."


Fa'i lantas beranjak, ketempat tidur membaringkan tubuhnya disamping Arini. Hening sesaat itulah yang terjadi. Telah menikah hampir 2 tahun, tapi kerap kali Arini masih bingung untuk memulai bercengkrama dengan sang suami.


Walau hanya berbincang hal kecil ataupun bertanya satu hal mengenai kehidupan Fa'i dulunya. Atau bahkan candaan dan godaan kecil layaknya pasangan suami istri lainnya.


Rasanya memang Arini sedikit kesulitan melakukan itu, mengingat dirinya tak pandai mencairkan susanan. Sedangakan dirinya adalah tipikal pendengar yang baik.


Menghela nafas pelan akhirnya Arini mempunyai sedikit keberanian memulai terlebih dahulu.


" Mas, "


" Hhmmm."


Fa'i menoleh pada istrinya, tatapan mereka bertubrukan sekian detik. Tapi, itu telah sukses membuat lidahnya kelu. Seketika membuat semua hal yang akan diajukan pada suaminya hilang dan menguap dari pikirannya.


" Haahhh, Ehmmmt. Gak jadi.!"


Sementara Fa'i tersenyum, gemes melihat sikap Arini yang selalu saja malu - malu ketika dihadapannya. Fa'i Lantas melingkarkan tangan kirinya dibelakang kepala istrinya menariknya untuk masuk dalam dekapanya.


Mengecup beberapa kali puncak kepala Arini.


" Rin, sejak kapan kamu mencintai mas?"


" Kenapa mas tiba - tiba tanya soal ini. Udah lama kali mas." Jawab Arini mendongak menatap wajah suaminya. Tangan Fa'i menjulur kedepan menyelipkan rambut Arini kebelakang telinganya.


" Yaa, lagi kepikiran aja untuk bertanya sekarang. Gak boleh yaa.?"

__ADS_1


" Ehmmm, gak tau juga sih kapan mulainya. Yang pasti setelah menikah, aku dah berjanji menerima keadaan apapun diantara kita. Lagian awal pernikahan kita kan memang tidak terlalu baik." Jawab Arini jujur


" Kirain dari pertama kita ketemu kamu dah mulai jatuh cinta sama Mas seperti _"


" Seperti para fansnya mas dirumah sakit gitu." Arini menyahut dan memotong perkataan Fa'i dengan cepat, lantas tertawa geli.


" Mas narsis juga yaa ternyata.!"


" Hhhhh, Yaa gak apa - apa kan. Tahu gak sekarang, Fans mas tambah banyak. Apalagi kalau mas posting foto sama AL, banyak banget yang ngelike dan komen."


" Benarkah, kenapa mas gak buat chanel Youtube aja sekalian." Celetuk Arini agak sinis.


" Boleh juga, ide kamu Rin. Pasti seru kalau jadi Youtuber."


" Biar tambah banyak fans wanita kamu." sungut Arini, langsung berbalik membelakangi suaminya.


" Heee, ada yang marah ternyata!" goda Fa'i yang gemas melihat tingkah Arini ketika merajuk seperti sekarang ini.


" Cemburu yaa. ?" sambung Fa'i bergeser mendekati istrinya, lantas memeluknya erat dari belakang.


" Nggak, " sahut Arini kesal, Sementara Fa'i suaminya terkekeh. Gemas pada Arini yang sangat jarang merajuk apalagi marah.Tetapi harus diakui, Arini begitu menggemaskan kali ini.


" Lepasin gak.!"


" Gak akan, kamu sangat menggemaskan Rin, kalau merajuk gini."


Dengan cepat, Fa'i membalikkan badan Arini. Kemudian merapatkan dekapannya, melingkarkan tanganya dipunggung istrinya. Arini memberontak agar lepas dari rengkuhan suaminya.


" Lucunya istriku kalau mayun gini." ucap Fa'i senang menikmati raut wajah kesal Arini yang baginya sangat langka diperlihatkan dan itu sangat menggemaskan bukan.


Cup,


Fa'i mengecup sekilas bibir merah alami milik istrinya yang dari tadi mengerucut kesal. Arini membulatkan matanya, berpura - pura mendelik kesal.


" Mas Fa'i. !" pekik Arini mengeratkan gigi - giginya agar suaranya tidak terlalu keras, mengingat sikecil telah pulas dalam mimpinya.


" Apa sayang.?"


" Aku tidak memanggilmu, tapi menegurmu mas."


Fa'i yang sebenarnya mengerti, tersenyum jail terlalu senang menggoda istrinya itu. Terlebih wajah menggemaskan Arini saat merajuk seperti ini begitu sulit untuk tak membuatnya tersenyum gemas.


" Melihat kamu semenggaskan ini. Mas jadi ingin_"

__ADS_1


" Ingin apa? Jangan macam - macam.!" Sentak Arini memotong perkataan suaminya. Bukanya marah Fa'i malah tesenyum jail dan mengedipkan sebelah matanya. Arini yang sebenarnya mengerti maksud suaminya, memutar bola matanya jengah. Yaa walau berpura - pura juga sih.


" I want you tonight, sayang."


Seketika mata Arini meremang mendengar suaminya berbisik ditelinga kirinya. Lantas menenggelamkan wajahnya diceruk leher Arini.


Arini pun tak mampu menolak keinginan suaminya, dia ingat pesan alm. ibunya jangn pernah menolak jika suamimu menginginkanmu. Dan benar adanya menolak untuk melayani suami memang dosa besar bagi seorang istri.


Jika seorang suami memanggil istrinya untuk tidur bersama ( bersenggama ), lalu istrinya menolak hingga semalam itu menjadikan suaminya jengkel ( marah ) pada istrinya. Maka para malaikat akan mengutuk istri itu hingga pagi menjelang.


Arini pun tak menolak keinginan suaminya. Meski hanya pasrah menerima apaun yang dilakuakan sang suami, tetapi Arini hanyut dan menikmatinya.


Malam yang panas, dinikmati pasangan romantis itu dengan penuh cinta. Saling memiliki, memberi sejuta kenikmatan cinta diperaduan kasih.


Maka nikmat dari Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.


" Rin, masih merajukkah ?" goda Fa'i memeluk tubuh polos istrinya dari dalam selimut yang menutupi mereka. Setelah memadu kasih dalam hangatnya kenikmatan sebuah rasa.


Arini tersenyum samar,membenamkan wajahnya didada bidang suaminya. Menghirup aroma maskulin yang sangat disukainya.


" Sudah dibilang aku tidak merajuk." setak Arini pura -pura kesal. Namun, tingkahnya tak lepas dari bergelayut manja dalam dekapan sang suami.


" Iya - iya, tidak merajuk. Hanya cemburu kan."


Arini memdongakkan kepalanya, menatap wajah sang suami. Memukul pelan dada kiri suaminya. Sambil mengerucutkan bibirnya.


Sementara Fa'i tersenyum puas menggoda sang istri. Lantas mengecup kening Arini mesrah. Arini pun tersenyum bahagia. Sebenarnya dirinya tak benar - benar marah pada suaminya.


" Mau kemana?" tanya Fa'i, ketika Arini mulai beringsut dari pelukanya.


" Iihh, mas Fa'i ini. Pakai bajulah masa mau gini terus semalaman. Nanti kalau AL bangun gimana?"


" Sudah begini saja dulu, mas masih ingin seperti ini."


Wajah Arini semakin merah dibuatnya, terlalu malu pada suaminya. Arini pun kembali membenamkan wajahnya didada bidang suaminya.


Fa'i dan Arini pun, kembali berbincang hal tak penting. Menikmati moment itu berdua tanpa ingin melepaskan tautan sama sekali.


Sesekali saling melempar godaan juga pujian. Kebersamaan yang intim benar - benar dinikmati pasangan itu. Karema sejak kehadiran AL, tak banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk memadu kasih seperti dulu.


*Aduhhh, puasa - puasa bikin bab ginian sih Thor.


Maafkan Authornya yang khilaf yaa.

__ADS_1


Terima kasih, jangan lupa like, comment dan vote yaa.


Selamat berpuasa semua. sehat selalu dan murah rejeki. Amiin*.


__ADS_2