CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Baby Apem Mami dan Papi


__ADS_3

Dara pergi ke apotik dengan kecepatan tinggi. Udah mirip Valentino Rossy, maminya kiddos bawa motor kayak mau balapan. Gak pake helm, gak pake jaket, cuma pake dress motif bunga lili yang udah melambai-lambai diterpa angin.


Sekilas Dara mirip bintang iklan Komeng yang bibirnya udah keriting karena kena angin kencang di atas motor. Padahal ya kan gak usah ngebut begitu, apotek nya gak bakal lari juga kok. Tapi karena mami udah semangat banget, jadilah dia menjelma bak pembalap untuk secepatnya sampai di apotek.


Sampai di apotek, mami udah disambut mbak kemarin yang ngasih tespack enggak akurat. Dara udah siaga satu tuh, mana muka mbaknya lagi gak santai. Burem banget kayak kaca jendela lupa dibersihin. Selidik punya selidik mbak apotek ternyata lagi datang bulan. Jadi penampakan ekspresi nya hari ini memang gak bakalan bisa santai.


Dara yang mau protes masalah tespack gak akurat kemarin jadi mengurungkan niatnya itu. Gawat kalo mbak yang lagi PMS nanti malah balik marahin dia. Jadi abis bayar tespack, Dara buru-buru pergi dari sana.


Kembali mengendarai motor tanpa helm Dara jadi bahan suitan abang-abang ganteng yang lagi nongkrong di pinggir jalan sambil maen gitar.


"Mama muda." teriak mereka menggoda. Kalo ada Bagas udah habis itu abang-abang dia pelototin. Mungkin juga bakal dia ajak duel satu-satu karena udah berani godain mami. Jangan gitu atuh yayang, inget, gak papa mengagumi asal jangan punya niat untuk memiliki. Seperti papi yang juga banyak fansnya. Mami selow aja tuh.


Bukan berarti gak cinta, tapi cemburu juga buat apa? emang kita bisa gitu nutup mata suami atau istri kita kalo lagi jauh? Terus menghalangi pandangan orang lain juga yang kagum sama orang yang kita cintai? enggak kan? jadi pinter-pinter aja jaga hati, jangan macem-macem. Secantik-cantiknya perempuan di luar tetap ingat istrimu yang paling cantik dan seganteng-gantengnya laki-laki di luar sana tetap suamimu yang paling ganteng. Moon maap jadi ceramah.


Balik lagi ke rumah Dara, salah itu judul film horor Indonesia yang serem banget. Mungkin bisa jadi referensi bapak yang suka nonton horor tapi penakut. Cus pak, jangan tidur lagi mending nonton film horor. Apaan sih, malah ngalor ngidul begini.


Jadi sekarang Dara udah sampe di rumah. Bagas sedari tadi nungguin harap-harap cemas takutnya Dara tadi ke bandara terus udah nyampe di Malang aja. Rupanya enggak, mami pulang bawa senyum juga cinta. Bikin papi tenang dan buru-buru ikut mami yang mau menuju kamar mandi.


"Yang, ke kamar aja, aku juga udah kebelet." kata Bagas yang isi otaknya kalo lihat mami cuma mau bobo ayun.


"Nanti aja Mas. Ada yang lebih penting daripada goyang kasur." balas Dara yang udah tahu apa maksud suaminya itu.


Ditinggalin dong papi, mami udah kunci pintu kamar mandi aja. Tadinya Bagas mau ikut padahal, main air gitu ya kan, berdua sambil sentil sana sentil sini. Pasti asyik banget menjelajahi surga dunia di siang yang panas ini.


"Mas ..."


Suara Dara yang mendayu-dayu membuat Bagas segera sadar dari lamunan panasnya.


"Iya Sayang, aku udah boleh masuk?" Masih aja papi gak nyerah.


"Ngapain masuk sih?Aku punya kejutan buat kamu."

__ADS_1


Dara keluar dari kamar mandi. Wajahnya sumringah sekali seperti habis makan cimol satu gerobak. Ada sesuatu yang ia peluk di depan dada.


Dan Taraaaaaaaaaaa


Tiga tespack akurat dengan semuanya bergaris dua udah terpampang nyata di depan Bagas. Bagas memandang ketiga benda yang sekarang berada di depan mukanya dan perut Dara bergantian. Berapa kali turun naik pandangan matanya bikin Dara gemas.


"Mas!"


"Iya Yang, ini beneran?" tanya Bagas masih gak yakin. Dia takut tespacknya php lagi walaupun sekarang semuanya bergaris dua, jelas dan tidak bayang-bayang lagi.


Dara mengangguk. Bagas langsung melompat kegirangan, dia segera memeluk Dara erat. Airmatanya sampai keluar karena terharu. Dara juga jadi senang banget. Dia menggosok punggung suaminya lembut.


"Mami, Nyak!" Kiddos tampak kebingungan lihat kedua orangtuanya pada pelukan.


Bagas yang masih gembira itu segera mengajak kedua anaknya melompat-lompat. Dia bahagia sekali. Sambil berpegangan tangan ketiganya melompat-lompat kegirangan.


Abang dan dede yang gak tau kenapa papi bisa bahagia begitu ikutan melompat dengan tawa lepas. Mereka gak ngerti tapi pokoknya ikut lompat aja gitu. Jarang-jarang kan papi begitu.


"Kamu bener, Ti. Aku memang hamil." kata Dara sambil mendekati kedua pekerja rumah tangganya.


"Kan udah Tuti bilangin, Nyah. Selamat ya Nyah, Tuti ikut senang."


"Keke juga. Abang-abang bakal jadi Kakak sebentar lagi."


"Iya, aku senang sekali."


"Aku juga Yang aku yakin ini pasti Miya Andara junior." Bagas udah berada di belakang Dara, peluk mesra di depan kedua jomblo yang lagi lihat mereka dan jadi baper.


"Ti, Keke kapan ya begitu juga?" tanya Keke sambil bertopang dagu.


"Mana Tuti tau, kayak Tuti gak jomblo aja." sahut Tuti dengan tampang sedih.

__ADS_1


Udahlah mereka sekarang ke dapur aja. Mending lanjutin ngiris bawang biar sedihnya lebih terasa. Dosa loh papi sama mami mesra-mesraan di depan jomblowati.


Pasangan suami isteri yang lagi bahagia itu akhirnya naik ke atas bersama kedua anak mereka yang udah kelelahan dan tampak mengantuk.


"Tidur gih abang sama dede, nanti main lagi kalo udah bangun."


Kembar akhirnya masuk ke kamar mereka dan langsung ambruk di atas tempat tidur karena sudah ngantuk berat. Bagas dan Dara juga ke kamar mereka yang agak jauh dari kamar kedua anaknya itu.


"Makasih ya, aku bahagia banget." bisik Bagas sambil rebahan bersama Dara.


"Iya Mas, ini rejeki lagi. Aku bersyukur banget bisa dikasih kepercayaan buat punya anak lagi."


"Jangan capek-capek ya. Aku gak mau kamu kecapean, soalnya kayaknya beda sama pas hamil pertama kemarin, sekarang kamu lebih lemas." kata Bagas serius.


"Iya Mas, cuma lemas biasa kok. Gak sampe ganggu aktivitas aku."


Bagas mengangguk, ia akan beristirahat bersama Dara hari ini. Besok ia sudah harus kembali ke perusahaan. Dara juga akan tetap ikut, sekalian memberi kabar gembira pada karyawan tentang kehamilan mami, khususnya kepada Tina and the gank yang suka banget bikin gosip dan jadi paparazi dadakan.


"Aku kepengen loh buah rambutan." bisik Dara di tengah matanya yang sudah terpejam.


Alarm bahaya di kepala Bagas mulai berbunyi.


"Jangan pura-pura bobo, Mas. Aku pengen rambutan di belakang rumahnya pak Mamat." desis Dara, Bagas menghela nafas berat.


"Nanti aku minta pak Mamat yang metik." kata Bagas dengan mata terpejam sambil memeluk Dara.


"Bayik apem pengen papinya yang manjat."


Oh Tuhan tolonglah aku... Bagas udah nyanyi lagunya Derbi Romero dalam hati.


Ayo papi, manjat manjat manjat!

__ADS_1


__ADS_2