CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Kembar-Kembar Nakal


__ADS_3

Pagi itu setelah Bagas dan Dara mengantar abang kembar ke sekolah mereka bergegas pergi ke perusahaan. Kebetulan hari ini ada pertemuan dengan salah satu tamu penting tuan Ben. Papanya Bagas itu sudah datang dari pagi dan sudah duduk dengan penuh wibawa di sofa. Pertemuan tidak akan dilakukan di ruang meeting melainkan di ruangannya Bagas mengingat ini tamu cukup istimewa.


Tapi baru saja mereka duduk dengan Dara yang lagi beresin berkas, suara dering ponsel Dara menghentikan kegiatannya. Dengan bahu menghimpit ponsel sementara tangannya sibuk menyusun berkas, Dara mulai menerima panggilan telepon itu.


"Abang Aarash Bu?!" pekik Dara membuat Bagas dan opa menoleh.


"Kenapa Yang?" Bagas mendekati istrinya itu.


"Kembar berantem sama temannya." Dara segera meraih kembali tas tangannya.


"Sayang, kamu bisa sendiri kan ke sekolah? aku gak bisa ninggalin pertemuan sama klien."


"Iya Mas, gak papa. Aku bisa sendiri kok."


"Ya udah hati-hati ya." Bagas mencium pipi Dara kemudian melepas kepergian istrinya itu ke sekolah kembar.


Di perjalanan di dalam mobil, Dara tidak tenang. Selama beberapa bulan ini anaknya tidak pernah buat masalah. Jadi waktu ibu guru yang badannya bohay banget tiba-tiba nelpon Dara sambil jerit-jerit segala ya Dara jadi khawatir banget sekarang.


Ia mulai memijit pelipisnya sambil mengendarai mobil. Sampai di depan gerbang sekolah, ia segera menepikan mobil. Masuk dengan langkah tergesa-gesa, mana ada adegan dia pake acara keseleo pula karena hak tingginya gak mendukung buat diajak lari.


Jangan lari mami, nanti gempa itu satu sekolahan! Lihat bapak guru ganteng udah memandang mami dengan air liur menetes-netes. Ya ampun itu mamak siapa, montok kali lah? tanya Pak guru sama kecoa yang lagi lewat.


"Selamat siang Bu." Dara mengetuk pintu.


"Masuk Bu Dara."


Dara segera masuk dengan kedua anaknya yang bajunya udah pada kotor. Mereka kayaknya abis gelut di tanah. Mami udah memandang keduanya tajam setajam silet. Yang dipandangin malah asyik tos.


"Jadi Bu Dara, apa resepnya kok semakin langsing?"


Moon maap bu guru ini mau bahas masalah anak-anak atau mau membahas resep buat jadi seksi lagi? Gak salah pembahasan gitu?


"Gimana Bu?" Dara jadi meminta ibu guru gembul setipe dede Apem itu buat mengulangi pertanyaannya yang belum apa-apa malah udah melenceng aja dari topik utama.

__ADS_1


"Hmmmmm, begini Bu, jadi pagi ini Ondrong sama Neon berantem sama teman sekelasnya."


"Dia duluan loh Mami, yang mau gunting rambut Ondrong."


"Ssstttt!" Dara meletakkan satu telunjuknya meminta anaknya diam dulu.


"Itu anaknya sekarang udah dibawa pulang kedua orangtua sebab takut sama kembar."


"Maaf ya Bu guru, mewakili suami saya juga saya minta maaf. Ondrong, Neon, nanti minta maaf ya temannya." Dara berbicara dengan lembut.


"Loh, dia mau potong rambut Ondrong loh Nyak. Ya Neon ajak berantem dong." bela Neon sama abangnya.


"Sayang, gak boleh gitu. Gimana pun berantem itu perbuatan gak baik. Gimana kalo temannya gak mau masuk sekolah lagi. Kan kasihan mami sama papinya."


"Iya Bu, ini juga keteledoran saya, lemari di kelas anak-anak gak saya kunci. Ada gunting ternyata di dalamnya. Saya minta maaf juga ya Bu Dara."


"Iya Bu, saya juga ya Bu." Udah salam-salam aja bu guru sama maminya anak-anak. Mana terus abis itu satu persatu guru yang baru masuk ke dalam pada latah ikutan salam juga.


Sekarang Dara sudah membawa anak-anaknya keluar, mereka terpaksa pulang sebab baju keduanya udah pada kotor.


"Abang, kenapa pada berantem? Mami sama Papi gak ada ajarin begitu loh." Dara berkata sambil menyetir.


"Abis anaknya nakal Mi, masa rambut Ondrong mau digunting. Terus suka gangguin anak perempuan di kelas."


"Ya tapi gak boleh gitu bang. Mami gak suka ah."


Kedua anaknya sekarang lagi sibuk main geplak pake bantal hias yang ada di dalam mobil. Dara menggeleng gemas menatap mereka.


Sampai di rumah mereka disambut Keke, Tuti dan dede Apem. Dede Apem lagi bawa kepala boneka barbie terus dia geplak pake palu thor.


"Bang bang." Dede Apem udah melambai-lambai maksudnya mau ajak kedua abangnya main.


"Mandi dulu, ganti baju abis itu."

__ADS_1


"Sekarang Nyah?" tanya Keke dan Tuti barengan.


"Tahun depan. Ya sekarang Keke, Tuti. Lihat tuh mereka kayak baru kena longsor." gerutu mami bikin keduanya sigap bawa abang kembar ke dalam rumah.


"Mami, mamam?" Dede Apem tawarin mami irisan lemon punya Keke.


Sok-sokan mau makan lemon dede lemon malah jadi mengerucutkan bibirnya keaseman.


"Acem Mami." Masih dengan mulut monyong kayak Tukul Arwana, dede membuang kesal irisan lemon yang gak enak itu.


"Ti, Ke, aku balik kantor ya, dede Apem aku bawa."


"Iya Nyah, hati-hati." seru keduanya dari dalam.


"Ikut Mami ya." Dara udah gendong dede Apem. Berat banget bikin Mami bengek.


Sampai di perusahaan, dede Apem kembali menyita perhatian apalagi sekarang rambutnya udah dipotong pendek mirip Dora. Cuma bedanya Dora kemana-mana bawa monyet, kalo dede Apem bawanya palu thor.


Sampai di ruangan papi, tempat itu sepi. Nampaknya opa sama papi lagi menjamu klien ke luar. Duduk Dede Apem sama Mami di sofa sambil selonjoran, keduanya saling bercanda sampai dede Apem jadi cekikikan.


Pemandangan indah banget waktu Papi balik dan lihat kedua bidadarinya lagi tidur meringkuk di sofa saling pelukan. Dede Apem lucu banget jadi pengen peluk maminya.


"Papi." Suara dede Apem terdengar, matanya mulai terbuka.


"Sssst, jangan berisik Sayang, Mami lagi bobo." Bagas segera menggendong anaknya itu, mengambil selimut untuk mami terus keluar bawa dede Apem.


Serasa ada artis lagi lewat, bos gondrong lagi gendong anak gendut tapi cantik seketika menghipnotis semua staff. Mereka pada terpesona melihat mahakarya Tuhan yang begitu indah.


Harum parfum papi juga harum bedak dede Apem bikin mereka mupeng sampe gigit jari, ada yang cuma bisa mingkem doang karena kebetulan lagi sakit gigi.


"Pak Bagas, keren banget. Jadi pengen." desah trio melata kepanasan. Sambil melintir rambut kriwil yang udah setahun gak direbonding. Dede Apem udah musuhan sama trio melata sejak kemarin jadi Dede Apem minta turun dari gendongan papi terus datengin itu tante-tante kegenitan yang nampaknya kurang belaian kasih sayang.


Dede Apem ambil palu thor terus dia geplak pantat ketiga trio melata dengan kesal. Sayang itu palu thor mental karena body trio melata ternyata palsu, isinya busa semua. Mereka buruan ngacir sebelum dede Apem geplak bra mereka yang juga ketebalan busa. Dede Apem senang banget, sampe gak sadar pempersnya udah melorot sampai ke bawah.

__ADS_1


__ADS_2