CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
CGIS S2 - Weddingnya Dede Apem


__ADS_3

Nuansa white gold mendominasi dekorasi pesta taman di sebuah hotel mewah pagi ini. Abang kembar bersama pasangan masing-masing sudah rapi dengan setelah jas juga kebaya modern. Mami dan papi masih di ruang rias, sedari tadi mami menatap dede Apem yang nampak cantik dalam balutan gaun pengantin putih beraksen payet keemasan. Rambut panjangnya di biarkan terurai cantik tetapi di bentuk bergelombang bak putri, apalagi mahkota berkilauan menghiasi puncak kepalanya.


Abang botak sudah menunggu di zona akad. Ia duduk dengan rapi dan gagah menanti sang calon istri untuk duduk di sampingnya. Pagi itu, suasana cerah, mentari menyorot dengan indah, burung-burung berjejer rapi di atas ranting pohon, menyaksikan acara pernikahan dede Apem sebentar lagi.


Dara nampak cantik dengan papi yang juga gagah mereka mendamping dede Apem menuju meja akad. Para sahabat dede Apem menatap kagum pada teman mereka yang akan segera melepas masa lajang di usia yang relatif muda itu.


"De, cantik banget." Abang kembar jadi terharu, adik mereka tampak semakin cantik. Mereka juga nampak berkaca-kaca, karena sebentar lagi dede Apem bukan lagi menjadi tanggungjawab keduanya dan Papi untuk menjaganya. Sudah ada abang botak, suaminya yang berhak penuh atas dede Apem.


Papi duduk di samping penghulu. Dede Apem menoleh, saling menatap abang botak dengan senyum bahagia. Airmata Dara menetes kala suaminya menyambut ikrar abang botak.


"Ananda Wisnu Dirgantara, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putriku Aalisha Gumilang dengan mas kawin cincin berlian sembilan karat dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Aalisha Gumilang binti Bagas Gumilang dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Saksi?"

__ADS_1


"Sah."


"Sah."


"Sah."


Semua yang ada di tempat itu menarik nafas lega. Dara tampak menyeka airmatanya. Tidak menyangka anak bungsunya sudah menjadi tanggungjawab orang lain, yang tak lain adalah suaminya.


"Mami, dede minta restu ya." Dede mencium pipi Mami saat sesi sungkeman. Dara mengangguk seraya membisikkan kalimat-kalimat syahdu.


"Papi ..." dede Apem jadi gak sanggup untuk meneruskan kalimatnya.


"Berbahagialah putri Papi, harus patuh sama suami ya. Jangan bantah, gak boleh sering ngambek, sekarang dede sudah harus lebih dewasa menyikapi semua hal bersama abang botak. Doa Papi untuk dede." Papi memeluk dede, Dara hanya bisa tersenyum dengan sisa airmata yang masih melekat.


Di depan kedua abang kembar yang sudah sama terharu mereka berpelukan bertiga.

__ADS_1


"Selamat ya De, udah jadi istri. Harus seperti Mami yang kuat dan sayang keluarga."


Hanya itu wejangan yang bisa abang Neon dan bang Ondrong berikan. Mereka melepas dede Apem yang juga tidak lupa memeluk kedua Yayang. Keke sudah menangis tersedu-sedu, Tuti udah gak bisa berkata-kata.


"Oalah, cantiknya De. Jangan lupa sama Yayang ya kalo udah tinggal sama abang botak." Keke sesegukan, Tuti juga. Dede jadi sedih.


Perias pengantin segera menghampiri dede setelah sesi mengharukan selesai. Mereka harus membenahi riasan wajah dede yang sedikit berantakan karena airmata.


Tiba saatnya dede kembali bersanding dengan abang botak. Mereka tampak bahagia. Mami dan Papi juga menebar senyum menyambut para tamu yang hadir.


"Giliran kita sebentar lagi." bisik abang Ondrong sama abang Neon. Tiwi dan Cheryl sudah saling sikut lagi, mereka juga lagi bahagia karena nanti acara pernikahan mereka bakal barengan.


Bulan dan tanggal sudah ditentukan. Abang Ondrong dan abang Neon siap menyongsong hari bahagia itu tidak lama lagi. Moon maap itu kayaknya pasangannya ketuker bang. Sangking semangatnya Abang kembar malah salah gandeng. Tiwi dan Cheryl jadi saling pandang, tolong abang jangan sampe ketuker lagi. Berabe kalau pas malam kikuk-kikuk abang salah masuk goa.


"Kenapa bisa ketuker?" tanya keduanya saling tepok jidat. Author gak mau nanti judulnya ganti jadi Pengantin Yang Tertukar. Maunya malam pertama meresahkan Kembar-Kembar nakal aja.

__ADS_1


__ADS_2