
Kalau dede Apem sedang bahagia banget bareng bang botak, sampai mereka tuh gak pernah bolong kegiatan mulia selama hampir seminggu, abang Neon lagi uring-uringan sama Cheryl. Pasalnya, Cheryl ketahuan masih sering balas pesan dari mantannya.
Yang bikin abang Neon ngambek, karena Cheryl gak pernah jujur apa isi chat mereka. Walaupun pembahasan mereka sama sekali tidak membahas masalah cinta dan balikan, tetap saja bang Neon yang anggota kepolisian ini punya jiwa detektif Conan dalam dirinya.
Apalagi kalau urusannya sama mantan. Wah sensitif banget kayak testpack akurat. Jadi hari ini Cheryl inisiatif ke rumah bang Neon yang lagi libur dinas. Masuk ke dalam dia udah disambut yayang Keke.
"Neon mana ya Yang?" tanya Cheryl sambil meremas tangannya sendiri, mau remas yang lain gak boleh, belum halal. Lagian yang mau diremas lagi ngambek. Lah, apaan yang mau diremas ini?!
"Ada kok Non, di dalam kamar. Abang Neon lagi galau. Biasanya Keke ajakin karaoke abang mau kalo lagi libur gini, ini gak ada semangat buat hidup."
"Hus! Yayang. Kayak Neon udah mau lewat aja gak semangat hidup."
"Beneran Non. Udah, Non Cheryl ke atas aja ya. Kali aja kalo Non yang dateng, semangat hidup bang Neon ada lagi."
Cheryl menggeleng kepalanya, segitunya pak pici ngambek sama dia. Gara-gara mantannya yang sialan.
Tok tok tok
Gak ada sahutan. Kali ketiga Cheryl ketuk pintu baru ada sahutan.
"Mau ngapain Yang? gue lagi gak mood ngapa-ngapain. Gak mau makan, gak mau minum, eh minum mau deh haus gue, gak mau karoke juga." sahut Neon dari dalam, dia kira itu si Keke lagi.
"Aku mau jelasin sesuatu sama kamu."
Jelas bukan suara Keke. Itu suara yang punya hatinya, yang lagi bikin dia keki sama kesal.
"Apa yang mau dijelasin? udah mau kawin masih aja berhubungan sama mantan."
"Dengerin aku dulu dong, Sayang. Aku punya alasannya kenapa gak mau cerita sama kamu."
"Alah, basi. Udah pulang sana, telponan sama mantan kamu yang mukanya mirip mas somay itu."
"Iya Neonku yang ganteng, bukain dulu dong pintunya kalo gak dibukain aku mana bisa ngomong jujur sama kamu."
"Telat udah telat. Pulang sana."
Masih gak mau nyerah akhirnya Cheryl menggebrak-gebrak pintu kayak orang kesetanan. Bang Neon jadi tambah kesal akhirnya buka pintu juga. Rencananya mau sekalian buka baju, siapa tahu Cheryl pengen kasih bonus. Ealah, gaya lu bang katanya ngambek masih aja pengen minta jatah! dasar lelaki, gak mau rugi!
"Mau ngapain?" tanya bang Neon malas. Mukanya ditekuk tanda dia lagi sensi berat.
"Aku gak ada hubungan apapun lagi sama mantan aku itu kok."
"Gak ada hubungan tapi masih sering chat-chatan."
__ADS_1
"Ada alasannya, Sayang."
"Kenapa? kangen ya karena udah lama gak ketemu."
"Enggak, bukan gitu."
"Terus?"
"Dia pengen aku balikin semua biaya kami pacaran kemarin. Makanya aku balas chat dia Yang, aku maki-maki dia."
Neon jadi mendekatkan kursinya kepada Cheryl yang lagi duduk di tepi ranjang. Kok segitunya mantan pacar calon istrinya ini.
"Emang berapaan uang yang udah dia keluarin selama kalian pacaran?"
"Gak seberapa kok, cuma ada satu benda yang udah hilang dia minta balikin itu. Kalo uang aku udah balikin ke dia."
"Gila! itu laki-laki?"
"Iyalah Yang gak mungkin aku pacaran sama cewek."
"Enggak, maksud aku kok dia b*ngsat gitu?! duit selama pacaran minta balikin. Terus dia minta apa lagi?"
"Itu, barang yang dia kasih ada satu yang hilang dan aku udah cari kemana-mana tapi gak ketemu."
"Gelang Yang."
"Terus dia masih teror kamu?"
"Iya, aku risih banget. Aku udah bilang barangnya emang gak ada lagi, tapi dia maksa buat tetap minta dicariin."
"Wah, sialan nih orang gak pernah didor deh kayaknya. Ayo kamu tunjukkin ke aku mana rumahnya."
"Tapi ..."
"Kenapa, kamu gak mau aku ketemu mantan kamu itu."
"Aku gak mau nanti kalian baku hantam."
"Bijinya aku ilangin nanti, kere banget jadi cowok."
Bang Neon mengganti bajunya. Gak sadar ada Cheryl di kamar dia main ganti aja. Cheryl jadi tahan nafas lihat badan atletis bang Neon apalagi setelah itu celana ketat yang membungkus Jery terpampang begitu saja.
Tapi Cheryl segera menggeleng, menepis pikiran liar yang tiba-tiba muncul begitu saja.
__ADS_1
"Ayo."
"I-iya Yang gede." sahut Cheryl gak fokus.
"Apanya yang gede?" tanya bang Neon sambil berkerut kening.
"Eh- enggak, nyali kamu gede."
"Oh, aku kirain apaan. Mau ya? sabar! kita belum halal."
"Apaan sih Neon. Yuk ah, ntar makin lama aku makin ngelantur."
Neon menggandeng tangan Cheryl lalu membawanya menuju sebuah alamat. Mereka tiba di depan rumah minimalis bertingkat. Pas pula mantannya Cheryl keluar bareng cabe-cabean dari rumah itu
"Wah panjang umur nih. Mana gelangnya?"
Neon masih memperhatikan dari dalam mobil sedang Cheryl memang keluar duluan.
"Gak ada, gue ganti aja. Ribet amat lo gelang udah ilang masih aja diminta."
"Gak bisa, kalo lo emang mau ganti lo ganti berkali-kali lipat."
"Berapa Bro?" Neon keluar dari mobil, Dia memang memakai kaus hitam tetapi dari tampilannya, mantannya Cheryl kayak tahu kalau Neon adalah seorang aparat. Apalagi mobil Neon memang ada logo khusus tim kepolisian, yang dia desain khusus. Nyalinya jadi menciut seketika.
"Eng-gak Bang, gak usah. Saya becanda doang sama Cheryl loh. Gak usah Cheryl, gue ikhlas beneran sumpah."
Cheryl jadi heran kenapa mantannya jadi kayak ketakutan gitu.
"Udah, lo bilang aja berapa duit tuh gelang. Jangan banyak bacot, gue gak suka calon bini gue diancem-ancem apalagi soal ginian."
"Enggak Bang, gak usah beneran dah. Maafin ya."
"Bener lo ya, jangan berani nge chat Cheryl lagi. Lo berhadapan sama gue. Nih, ceban buat beli seblak."
Itu cowok langsung manggut-manggut, sementara cabe-cabean masih terpesona lihat abang Neon.
"Ih ngeri aku pacaran sama kamu, nanti celana dalem yang kamu beliin minta dibalikin lagi pas kita putus. Amit-amit! nih gue balikin. Gak mau gue pacaran sama cowok perhitungan kayak lo." Tuh cabe-cabean ngelemparin celana dalem dia ke mukanya tuh cowok kere, lengkap sama satu bulu yang nyangkut di sana.
Cheryl dan Neon tertawa keras di dalam mobil. Lagian Neon gak habis pikir kok bisa Cheryl pacaran sama spesies gak mau rugi kayak itu cowok sih.
"Kali ini kamu gak salah pilih lagi." Bang Neon menggenggam erat tangan Cheryl sementara satu tangannya sedang memegang setir mobil.
Cheryl jadi percaya memang gak ada mantan terbaik. Karena kalo terbaik gak bakal jadi mantan. Tuh lihat aja kelakuan mantan dia yang gak mau rugi, segala pengeluaran dia dihitung semua setelah putus sama Cheryl. Cheryl curiga itu mantannya tukang kredit. Beda sama Neon yang gentle banget. Bikin Cheryl gak sabar pengen baku hantam deh jadinya sama abang Neon abis mantenan nanti. Sabar ya, hilal halal belom kelihatan, itu goa hisap jangan berdenyut-denyut dulu.
__ADS_1