CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Dua Tespack Tidak Akurat


__ADS_3

Sesampainya di apartement, Dara yang udah kekenyangan karena makan cilok habis dua mangkuk langsung rebahan di sofa. Sementara Bagas langsung ke kamar mandi dan buka semua bungkus tespack. Dia juga langsung ambil wadah buat nampung urin. Tapi kemudian, ia jadi garuk-garuk kepala, yang punya rahim dan dicurigai sedang hamil kan Dara, kenapa jadi air urin dia yang mau ditampung? Bagas menendang kloset dengan kesal, menyalahkan otak yang lagi gak sinkron.


Ia mencari Dara yang udah teler karena mabok cilok. Sampai mau buka mata aja Dara mesti susah payah. Bagas jadi kesal dan pengen makan semangka sekarang juga lihat Dara udah pasrah begitu. Tapi demi junior yang bakal bersarang di perut istrinya, ia membangunkan Dara selembut mungkin. Biar Dara gak murka dan nanti tetap ngasih jatah.


"Yang, coba bangun dulu napa?! kan kita udah beli Tespack tiga biji. Mau kapan kamu tes urin kalo udah molor begini?!" Bagas mengguncang-guncang bahu Dara hingga menciptakan gempa lokal di sekitarnya. Bagas mencoba tenang, sebab imannya selalu diuji jika terjadi gempa lokal pada Dara.


"Nanti aja, Mas. Aku kan mesti pake air urin yang pertama pas bangun pagi." sahut Dara kemudian kembali memejamkan mata.


"Dara Sayang, ini tespacknya aku beli yang paling mahal yang paling akurat jadi bisa di cocol kapan saja sesuai selera."


"Mas, dimana-mana orang test kehamilan itu pagi hari, air seni yang pertama. Gak boleh asal-asalan. Aku nonton film kemarin juga gitu pas ada adegan tes hamilnya." sanggah Dara lagi. Bagas jadi pengen bawain dokter kandungan yang paling jago biar bisa menyadarkan Dara bahwa sekarang apapun serba canggih, termasuk tespack yang udah akurat banget bisa dicoba dan digunakan sesuai kebutuhan anda. Belilah di apotik terdekat, bila sakit berlanjut hubungi dokter. Begitu kira-kira slogan iklan obat sakit kepala. Ini nyambung ya, karena Bagas emang udah mulai sakit kepala tiap kali Dara ngajak debat apalagi debat yang jelas-jelas di bungkusan tespack tertulis "AKURAT DAN BISA DICOBA KAPAN SAJA".


"Coba pake kacamata dulu deh, biar kamu bisa lihat jelas apa kata tespack ini." Bagas yang niatnya mau ambil kacamata yang tadi udah dilepas Dara, tapi malah salah ambil. Malah tangannya sekarang nyodorin bra warna merah jambu yang kebetulan sebelahan sama kacamata. Mana itu kacamata jadi-jadian dengan ukuran jumbo udah nutupin mata Dara dengan sempurna. Bikin Dara auto ngerasa buta sesaat, dia udah panik, dia kirain udah gak bisa lihat.

__ADS_1


"Kenapa gelap Mas?" Dara meraba-raba, awalnya ngeraba rambut gondrong makin ke bawah jadi makin salah raba. Dara kamu telah membangunkan perkakas antik tuan muda! waspadalah!


Bagas yang udah terbang sesaat jadi kembali terhempas waktu ia buka mata dan melihat bra jumbo lagi nutupin matanya Dara. Bagas cepat-cepat gantiin bra sama kacamata beneran, sebelum Dara sadar apa yang telah ia lakukan.


"Aaaaaah! Mas Bagas aku kira aku gak bisa lihat lagi tadi. Ini azab karena aku gak nurutin kamu buat tes urin. Ayo cepat Mas aku mau pipis biar bisa nyobain tespacknya!" Dara yang udah ngira dia gak bisa lihat sesaat tadi karena kualat sama suami langsung menarik tangan Bagas menuju kamar mandi.


Bagas jadi cekikikan, Jordi udah bengek karena gak tahan nahan ketawa lihat bra udah nempel di matanya Dara barusan. Kimung udah sembunyi, sebab yang bawa bra sampe ke ruang tengah adalah dirinya. Itu bisa dibuktikan dengan penemuan sidik jari yang gendut khas kucing obesitas dan juga bulu yang tertinggal di sekitar bra.


Sampai sekarang Jordi gak ngerti kenapa Kimung ngambil branya Dara, cuma kalo diteliti lagi ada bekas dry foodnya kucing juga di salah satu bulatan. Jordi curiga pasti Kimung otaknya udah ketekan sama lemak membandel, jadi Kimung salah ngira, dikiranya itu mangkuk makanan dia. Jordi harus kasih tahu Bagas secepatnya, biar Kimung segera dicoret dari daftar keluarga. Malu-maluin aja gak bisa bedain mana beha mana mangkuk makanan dia!


"Aku bingung!" ujar Dara sambil menjatuhkan diri di atas ranjang. Ia duduk di tepi ranjang dengan masih menggenggam tespack.


"Ada petunjuknya, Yang. Masa kamu gak tau cara nyelupinnya gimana?" sahut Bagas gemas.

__ADS_1


"Ih .... Bukan gak tahu cara make nya, Mas! ini coba kamu lihat." Dara menyerahkan tiga benda itu kepada Bagas yang langsung lemas karena sekarang dia jadi ngerasa diPHP in sama tespack juga mbak-mbak apotik tadi.


"Ini yang benar yang mana, Yang? kenapa kalian PHP in aku?!" pekik Bagas tidak terima sebab satu tespack hasilnya dua garis sedangkan dua lagi hanya satu garis yang satu lagi dua garis tapi garis satunya bayang-bayang semu seperti hubungan Doni dan Karmila yang gak jelas.


"Kan udah aku bilang Mas, mesti air pipis yang pertama. Kamu gak percaya sih!" sahut Dara yang masih keukeh kalo teori air kencing pertama adalah yang paling benar meskipun kenyataannya memang ada tespack yang bisa dipakai kapan saja gak mesti nungguin urin pertama pagi hari. Keyakinannya terus berlanjut meski ia sudah sempat merasakan kualat gak bisa lihat sesaat karena kacamata jadi-jadian yang tadi ditempelin Bagas ke matanya.


"Gak. Ini tespacknya yang eror. Malam ini kita ke dokter kandungan. Aku yakin gondrong junior udah ada di dalam sana, cuma sekarang dia lagi tersesat aja." sahut Bagas penuh keyakinan. Ia yakin seyakin-yakinnya bahwa calon penerusnya dari golongan pria gondrong benar-benar sudah ada.


"Ya udah kita mandi dulu aja. Aku udah gerah lengket ini." Dara melepas bajunya satu persatu sambil berjalan menuju kamar mandi lalu melempar kacamata jadi-jadian yang tadi menahan duo semangka hingga sekarang nangkring gak sengaja di kepalanya Bagas. Posisinya keren, satu bertengger di wajah menutupi hidung dan mata, satu lagi di belakang, menjelma menjadi topi dadakan yang nutupin setengah rambut gondrongnya Bagas.


Bagas segera ke cermin, ia menatap dirinya yang tampak unik dengan bra berenda di kepala dan wajahnya.


"Keren juga." desisnya sambil berpose konyol di depan cermin dengan Jordi dan Kimung yang udah bengek stadium akhir karena ketawa melihat tingkah Bagas.

__ADS_1


"Mas, kamu gak mau gabung?" teriak Dara dari dalam yang langsung membuat Bagas buru-buru menyusul Dara ke kamar mandi. Ini kesempatan langkah yang gak boleh disia-siakan! Bagas berlari menuju kamar mandi sambil melempar bajunya sembarangan, juga melempar benda di kepalanya ke sembarang tempat, yang sekarang malah nyangkut di sangkarnya Jordi, bikin Jordi udah mau mati lemes karena bengek tak berkesudahan.


__ADS_2