CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Bucin Kronis


__ADS_3

Sangking gilanya itu nasi goreng yang lagi disantap Bagas, serasa ada asap keluar dari semua lubang yang ada di tubuh kekarnya buaya gondrong. Dia udah memijit pelipis, meremas rambut, menyeka keringat dan sederet gerakan lain untuk menggambarkan betapa gilanya nasi goreng tanpa kambing malam ini.


"Tuh kan kepedasan kamu Mas. Aku bilang juga apa, jangan pesan nasi goreng gila. Ini nasi goreng gila beneran." omel Dara sambil tangannya aktif mengeringkan keringat dari dahi suaminya yang sudah bercucuran.


"Gak papa Yang, aku emang udah gila beneran malem ini karena gak ketemu nasi goreng yang pake kambing." sarkas Bagas tapi sayang Dara gak ngeh kalau dia lagi nyindir istrinya itu. Dara malah ikutan sedih karena gak dapet itu nasi goreng kambing.


"Aku juga sedih banget Mas. Padahal udah kepengen makan nasi goreng kambing."


Ya elah dia jadi curhat. Pengen Bagas jejelin itu bibirnya Dara pake bibir dia yang udah jontor karena kepedasan biar Dara ngerasain juga gimana gila dan dahsyatnya efek cabe yang dihasilkan oleh nasi goreng gila ini.


Sementara si Udin sudah tersenyum puas lihat pelanggan mereka beneran kepedasan nasi goreng gila, sebab tanpa sepengetahuan pak Dewa, dia nambahin dua sendok cabe rawit setan ke dalam wajan waktu pak Dewa tinggal bentar itu nasi goreng. Jadi total cabe rawit setan di nasi gorengnya Bagas tujuh sendok. Apa gak bengek itu Bagas jadinya?


"Duh Mas, aku takut tar malem kamu bakal bolak balik toilet loh." Dara memperingatkan suaminya itu.


"Gak papa Sayang, aku oke." Masih sok cool Bagas bilang itu padahal perutnya udah panas banget saat ini.


"Besok aku balik lagi ke perusahaan." kata Dara riang.


"Jadi aku gak jadi nih cari sekretaris baru?" goda Bagas yang segera disambut pelototan oleh Dara.


"Jadi kamu udah niat ya mau cari sekretaris baru?"

__ADS_1


"Ya enggak, tapi kan katanya sekretaris aku udah mengundurkan diri." sahut Bagas santai.


"Ish! gak mau! awas ya kalo berani cari sekretaris baru." ancam Dara pake garpu di tangannya.


Bagas tertawa sambil kepedasan melihat reaksi dari istrinya itu. Ya kali Bagas berani cari sekretaris baru! gak mungkin lah. Kalau itu beneran terjadi, mami bukan lagi kabur ke Malang, dia bakal pindah ke planet mars biar jadi temennya alien di angkasa sana.


"Mana mungkin sih aku mau cari sekretaris baru. Sekretaris aku udah begini cantik dan seksi sampe aku suka cemburu sendiri tiap kali ada yang lihat kamu lebih dari lima detik." Bagas meletakkan sendok dan garpunya menyilang tanda ia sudah selesai.


"Jadi kamu sayang gak?" tanya Dara oon.


"Masih juga ditanyain? kalo aku gak sayang, ngapain aku susul kamu ke mall segala. Aku rusing gak ada kamu."


"Iya-iya, kita baikan ya kalo gitu. Besok ada anak magang loh di perusahaan kita."


"Oh ya? mereka magang berapa lama?"


"Satu bulan doang kok."


"Mahasiswa atau mahasiswi Mas?" tanya Dara sambil memasukkan suapan terakhir nasi gorengnya.


"Mahasiswi."

__ADS_1


"Kamu jangan kecentilan ya Mas."


"Mau centil juga aku sama kamu aja Dara Sayang. Ngapain sama orang lain. Jelas beda sama kamu."


"Beneran ya, aku gak mau nanti mikir yang enggak-enggak."


"Iya Sayang. Nah gitu juga Mi, gimana takutnya aku setiap kamu ngobrol akrab sama laki-laki lain kayak kemarin."


Diungkit lagi kan. Mancing sih Mami. Udah adem ayem tadi ini malah bahas masalah yang bikin mereka berantem kemarin jadinya.


"Enggak kok, aku gak kecentilan. Pokoknya besok aku balik lagi jadi sekretaris kamu."


"Gitu dong, baru istri aku. Kamu tuh harusnya tahu, aku sayang sama kamu udah mentok dalem banget. Masih juga diraguin." keluh Bagas.


Dara jadi kasihan lihat suaminya sedih begitu. Dia kasih ciuman di pipi Bagas buat senang hati suaminya.


"Kamu tenang aja ya, seribu mahasiswi magang gak bakal bisa mengalihkan duniaku." kata Bagas penuh penghayatan.


Dara manggut-manggut tapi jadi kepikiran juga nih dia. Pokoknya besok dia mesti beneran balik ke perusahaan. Gak mau dia Bagas cari sekretaris baru. Mana tahu nanti para mahasiswi magang mau ngelamar jadi sekretaris suaminya.


Mikirin itu bikin Dara kesal sendiri, dia jadi pengen motong kambing terus bikin jadi gulai. Udah kambing aja yang kalian salahin terus malam ini. Pantesan kambingnya pak Dewa udah muntah rumput dari tadi. Ya elah Pak Dewa udah tahu punya kambing kenapa gak bikin nasgor kambing sih?! mencret Bagas mikirnya dari tadi!

__ADS_1


__ADS_2