CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
CGIS S2 - Oneng Cintaku


__ADS_3

Setelah teori eek kucing terbantahkan dan mengakibatkan gagal kecup-kecup manja, bang Aarash sekarang lagi sibuk bersihin sepatu mahalnya di luar pakai selang air. Tiwi yang masih memakai koyo di setiap sisi keningnya hanya tertawa saja setiap kali melihat sisa pencernaan kucing itu mengalir bersama air dengan bang Ondrong yang sudah bergidik sedari tadi karena geli.


"Sini aku bantuin bersihin. Gini nih kalo orang kaya, gak pernah kerjain yang beginian." Tiwi jadi turun tangan bantuin dia meminta bang Ondrong membuka sepatunya. Dengan telaten, gadis yang sudah resmi jadi pacarnya itu membersihkan sepatu bang Ondrong. Meski ia juga geli tapi tidak menghentikannya untuk membuat sepatu itu tampak bersih lagi.


Tiwi sendiri padahal habis membersihkan lantai rumahnya karena eek kucing yang sempat dibawa masuk juga mengotori lantai kostnya. Lagi asyik-asyiknya lihat ayang beb bersihin sepatu, ibu kost nongolin kepalanya dari balik tembok. Bikin bang Ondrong kaget mengusap dadanya sendiri, mau mengusap dada Tiwi lagi gak bisa soalnya.


"Gimana Mas? beneran kan udah hamidun Pratiwi nya?" Sudahlah ibu kost ini asal nyablak enggak sadar pula dia salah pake sendal. Sebelah sandal dia sebelah lagi sandal suaminya.


"Beneran Bu, udah mau jalan sembilan bulan, bentar lagi juga lahiran kok."


Ibu kost syok dong, masa udah sembilan bulan tapi itu perut masih rata banget. Dia aja yang gak ada dede nya, perutnya buncit. Isinya seblak, bakso, somay sama sederet makanan lainnya, ya pantes buncit bu lemak semua!


"Enggak ada Bu, ini Mas Aarashnya asal aja. Aku enggak hamil loh Bu." Tiwi yang baru selesai jemur sepatu segera menghampiri kedua orang itu.


"Lah, gimana sih Tiwi? kan pagi tadi kamu muntah-muntah. Kamu hamil kan?"


Masih keukeh aja itu bu kost kalau Tiwi hamil. Kecoa buntung lewat lagi dia bertengger manis di kaki gempal ibu kost yang seketika teriak sambil loncat-loncat karena geli.


Tiwi segera mengajak bang Ondrong masuk ke dalam kostnya. Dia gak mau nanti ibu kost malah semakin nyablak. Tiwi membuka kulkas lalu memberikan bang Ondrong minuman dingin.


"Aku mandi dulu ya, kamu mau mandi juga gak?"


Waw mata bang Ondrong melebar hampir dua kali lipat dari asalnya dengar penawaran itu. Dia semangat mengangguk. Tiwi tersenyum, lalu mendekati bang Ondrong.

__ADS_1


"Mandinya habis aku. Nanti aku siapin baju ganti, di depan ada yang punya butik baju cowok."


Yah! kirain kita bakal mandi bareng gitu Oneng! kan asyik kalo bisa mandi bareng, aku bantu bersihin kamu, kamu bantuin pegangin aku. Ya ampun! pegang apaan sih? tolong itu Jojo dikondisikan ya abang! Jangan sampai kena tendangan maut menolak enak yang bakal bikin abang gak bisa kawin beneran nanti.


"Kirain mandi bareng!" keluar juga keluhan Jojo.


"Itu mau kamu. Udah ah, tunggu di sini ya, duduk yang anteng jangan kemana-mana apalagi sampai ngintip." ancam Tiwi lalu ia masuk kamar dan keluar dengan handuk doang. Handuk doang! gimana Jojo gak berontak coba! lihat pantat montok yang lagi lenggak lenggok di balik handuk menuju kamar mandi, abang Ondrong udah mulai pusing.


Mami, Papi, Ondrong mau kawin! teriak bang Ondrong frustasi. Daripada otaknya makin gak karuan, dia mulai menyibukkan diri dengan tayangan televisi.


Udah mulai lupa ini bang Ondrong, lah si Oneng muncul lagi dengan rambut setengah basah dan tubuh yang masih dililiti handuk putih. Dua kelapa bulat tercetak jelas, bikin Jojo sadar ada yang enak tuh!


"Mandi ya, nih handuknya." Tiwi memberikan handuk baru yang belum ia pakai kepada bang Ondrong.


"Salah, Mas! ini handuk aku, ini handuk kamu loh." Tiwi mencubit perut lelaki itu gemas membuat Aarash sadar seketika. Ia jadi linglung sesaat lalu menerima handuk baru dari tangan Tiwi.


"Lagian kamu menguji iman banget, Oneng!" kesal bang Ondrong sambil membuka pintu kulkas. Lah salah lagi niatnya mau buka pintu kamar mandi malah buka pintu kulkas. Mau ngapain bang? mau jadi beruang kutub?


"Ini belum juga sehari jadi pacar. Gimana kalo udah lama, habis aku disantap." Tiwi ngedumel sambil ganti baju.


"Nggak cuma aku santap, aku tempel di dinding biar enak mau ngapa-ngapain." balas bang Ondrong dari kamar mandi. Dia menatap Jojo yang masih tegak, tersenyum puas menatap senjata permanen itu. "Lo belum ngerasain aja nih Jojo, kalo udah pasti lo bakal teriak minta ampun." sambungnya lagi tapi kali ini dengan suara pelan biar gak kedengaran.


Mau sambil teriak juga gak papa bang, Tiwi lagi keluar kok beli baju baru buat abang. Tiwi balik lagi ke kost dan melihat bang Ondrong lagi berdiri menghadap luar di pintu belakang. Dari belakang tampak badan atletis lelaki itu bikin dia jadi rada gak karuan.

__ADS_1


"Ehmmmmm, Mas." panggil Tiwi setelah lebih dekat dengan bang Ondrong. Ondrong berbalik terus lihat gadis itu kembali dengan baju dan celana baru di tangannya.


"Katanya kemarin gak punya duit."


"Iya, tadi pagi, ponsel aku laku." jawab Tiwi sambil menunduk. Bang Aarash jadi tersentuh. Gak tega lihat pujaan hati sampe jual ponsel karena gak punya uang gara-gara kecopetan.


"Kenapa sampe jual hp sih?"


"Gak papa, kalo gak ada uang aku mana bisa beliin kamu baju dan celana ini."


Duh, tersentuh hati abang. Bang Ondrong perlahan meraih Tiwi mendekatinya lalu menarik lembut dagu gadis yang masih nampak canggung dengan status baru mereka itu.


"Mulai sekarang, jangan khawatir lagi soal uang ya."


Tiwi tersenyum, bang Ondrong jadi gak tahan buat gak cium. Saling merengkuh satu sama lain, keduanya saling berciuman mesra. Terus mata bang Ondrong gak sengaja melihat kecoa buntung lewat lagi, sebelum Tiwi keluarin jurus loncat ke atas lemari tivi lebih baik bang Ondrong bikin modyar tu kecoa. Dia injak itu kecoa pake sendal motif bola bowling Tiwi.


Mampus lo! gak ada yang bisa menghalangi pertemuan dua bibir yang saling merindukan itu lagi. Ini ciuman terenak yang pernah bang Ondrong rasakan.


"Aku sayang kamu Oneng." bisik bang Ondrong mesra.


Oneng mendadak bisu, gak bisa jawab tapi dia merasa bahagia. Jawara kampung emak sudah menemukan tambatan hatinya, ganteng, anak orang kaya, bosnya sendiri pula. Bos sengak udah jadi mesra.


Duh sangking bahagianya Oneng gak sadar aja itu abang udah aktif lagi, tangannya udah kemana-mana tuh, dasar Casanova kelas berat, paling bisa manfaatin suasana. Kelapa gading kelapa muda, Oneng pusing abang menggila.

__ADS_1


__ADS_2