CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Gak Ada Empang di Rumah Papi!


__ADS_3

Sebenarnya rencana kedatangan kakek sama neneknya kembar dari Malang itu sebulan yang lalu, tapi karena suatu hal dan ada acara mendadak dari salah satu keluarga mereka, akhirnya rencana mengunjungi cucu itu baru bisa terlaksanakan sekarang.


Pulang dari sekolah, kembar langsung sumringah begitu melihat sepatu Kakek udah nangkring di depan rumah. Berjejer rapi dengan sepatu teplek punya nenek. Adat sopan santun dari kampung masih mereka terapkan walaupun Tuti udah bilang gak papa masuk aja sepatunya ke dalam.


"Gak papa Ti, Bapak sama Ibuk udah biasa narok alas kaki di depan."


"Yah Ibuk sama Bapak, Tuti kan gak enak, nanti kalau dilihat Tuan Bagas, Tuti dimarahin loh. Tuti bawa ke dalam aja ya."


Akhirnya bapak dan ibuk menyerahkan urusan sepatu kepada pelayan setia anak dan menantunya itu. Bapak yang lagi duduk di ruang tamu bersama ibuk, langsung menyambut kedatangan kembar ketika mereka sudah pulang dan masuk ke dalam rumah.


"Engkong! naik apa ke sini? gak minta jemput Papi ya?" tanya Neon antusias. Sejenak kesepiannya karena gak ada Keke jadi sedikit terlupakan.


"Enggak, tadi naik taksi ke sini. Gak papa, jangan ganggu Papi sama Mami lagi kerja."


"Ya udah, Engkong nanti kita ke empang yok. Mancing ikan banyak-banyak."


"Eeh, mana ada empang disini. Kita main bola aja ya."


"Ada, nanti tanya Papi." Neon udah ajak Ondrong naik ke atas untuk ganti baju.


"Dede Apem lagi tidur ya?" tanya Kakek sama Tuti yang lagi menghidangkan minuman dingin untuk dua tamu istimewa ini.


"Iya Pak, Buk. Dede Apem kalo jam segini memang mesti tidur. Mau lihat naik aja ya ke atas. Oh iya kamarnya udah Tuti siapin." jawab Tuti ramah.


"Ibuk ke dapur aja deh mau bantu masak."


"Jangan Buk, Ibuk baru aja datang mending istirahat aja."


"Gak papa Ti, kamu kayak baru kenal ibuk aja."


Berdua akhirnya ibuk dan Tuti melangkah ke belakang. Kakek sudah naik ke atas, melihat cucunya yang luar biasa gendut sedang tertidur bikin dia gemas sekali. Bapak jadi terharu, matanya tampak berkaca-kaca, Dede Apem mirip sekali sama Dara ketika masih kecil dulu. Gemuk, cantik dan lucu sekali dengan kulit putih.


"Oalah Cu ... mirip sekali kamu sama Mami. Jadi anak baik ya nanti." gumam Kakek sambil mengelus pipi gembul dede Apem yang masih tertidur pulas.


"Kakek, ayo ke empang." Suara itu mengagetkan Kakek. Dia berbalik dan menemukan kedua cucunya sudah memakai topi juga baju dan celana pendek.


"Gak ada empang di sini loh, mau mancing dimana?" Kakek segera mendekati keduanya yang sudah siap sambil berjongkok, mensejajarkan tinggi dengan kedua cucunya.

__ADS_1


"Jadi mancing dimana dong, Kong?" tanya Neon lesu.


Bapak jadi bingung mau jawab apa, lihat kedua cucunya udah lesu semua dia jadi sedih.


"Kong, ayo ke pasar." pekik Neon semangat.


"Mau ngapain bang?"


"Beli ikan!" Ondrong yang menjawab dengan semangat pula.


"Nanti Papi marah loh keluar panas begini."


"Ayo Ondrong kita telepon Papi."


Dengan kedua tangan sudah di gandeng kanan kiri, kembar membawa Kakek turun menuju telepon.


Di perusahaan saat Bagas dan Dara lagi makan siang di kantin, setelah mereka selesai meeting, teleponnya berdering. Keningnya berkerut saat melihat nomor telepon rumahnya. Seperti sudah bisa menebak, ia tersenyum ketika mendengar suara Neon.


"Kenapa Bang?" tanya Bagas sembari menatap Dara yang udah natap dia dengan pandangan bertanya.


"Beh, Neon sama Ondrong ikut mau ajak Kakek ke pasar boleh ya."


Dara udah senyum mendengar suaminya mendengar Bapak sudah di rumah.


"Gak papa kok Papi, Kakek mau kok Iya kan Kek?" Kali ini suara Ondrong. Terjadi aksi rebutan telepon lagi oleh kedua bocah tampan dengan wajah bak pinang dibelah dua itu.


"Nak Bagas, ndak papa, biar Bapak temani ke pasar." .


"Bapak, istirahat aja pak dulu, kan baru aja datang. Aduh kembar ini."


Bagas jadi gak enak hati sama bapak yang udah tertawa di seberang telepon sana.


"Gak papa ya Pak?"


"Oalah ya gak toh Nak. Bapak malah senang. Ya udah Bapak ajak mereka ke pasar dulu ya."


Akhirnya dengan sudah semangat sekali ketiga pria berbeda generasi itu melangkah menuju garasi mobil yang di dalamnya terdapat beberapa mobil mewah berjajar rapi.

__ADS_1


"Naik motor aja ya." Kakek segera mengeluarkan motor matic lalu memakai helm.


Sampai di pasar bukan cuma kembar yang antusias, kakek juga tak kalah senang dan bahagia. Lihat berbagai jenis ikan bikin jiwa putra duyung bapak jadi meronta-ronta.


"Yang itu, itu , ini, itu, bungkus semuanya ya bang." ujar Ondrong dan Neon semangat.


"Bang nanti mau ditarok dimana ini ikan sebanyak ini?" tanya Bapak enggak ngerti.


"Ada deh pokoknya pasti seru."


"Oom, nanti anter ke rumah ya ikan-ikannya."


Pedagang yang bahagia banget lihat ikannya pada habis kena borong langsung mengangguk setuju.


Sampai di rumah, Kakek makin bingung karena ikan-ikan dalam plastik dan wadah itu sekarang udah berjejer rapi di pinggir kolam renang.


"Bantuin Ondrong ya lepasin ikan-ikannya."


Neon dan Kakek segera ikut perintah. Neon udah sibuk bukain ikatan karet pada plastik bening dan wadah ikan. Kakek membuka mata lebih lebar saat ia melihat ikan-ikan itu pada dilepasin di kolam renang Papi.


Ikan yang udah pada norak juga udah asyik berenang di air kolam yang jernih dan bening. Neon udah ke belakang ngambil peralatan mancing. Kimung udah melotot lihat mangsanya pada berenang, dia udah berhayal bakal makan banyak ikan sampe kenyang. Jadi pengen nyebur nangkep ikan tapi Kimung takut tenggelam mengingat tubuhnya yang udah obesitas parah.


Jadilah ketiga pria beda generasi itu sekarang asyik duduk dengan bangku kecil nungguin ikan pada narik pancingan. Neon dan Ondrong juga Kakek udah jerit-jerit tiap kali pancingan mereka ketarik ikan.


Kimung udah menjerit "buat gue buat gue, laper!" Jordi udah menatap Kimung kesal setengah mati, sebab tidurnya yang tadi tenang terganggu karena suara kandang Kimung berisik banget.


Pulang dari perusahaan Bagas yang lagi merangkul Dara masuk ke dalam rumah jadi heran mendengar suara riuh dari arah belakang. Ada suara dede Apem juga lagi cekikikan setiap kali lihat abang kembar teriak bareng kakek karena pancingan ketarik ikan.


"Lagi ngapain ya mereka, seru banget kayaknya." gumam Bagas.


Melangkahlah kedua pasangan serasi itu ke kolam renang dan mereka cuma bisa ternganga saat melihat kolam renang telah dipenuhi ikan yang pada norak berenang kesana kemari. Begitu indah pemandangan karena Neon sekarang udah joget-joget bareng Kakek waktu dapet ikan paling gede.


Belum lagi dede Apem yang udah tepuk tangan bareng Tuti bikin badan endutnya bergerak-gerak menggemaskan. Lengkap sekali kebahagiaan mereka ketika ibuk datang dari belakang bawa bakwan sayur goreng untuk menemani pertandingan memancing sore ini.


Dara cuma bisa geleng kepala, sementara Bagas hanya tertawa melihat pemandangan itu. Kolam renangnya sekarang jadi kolam ikan.


"Papi, ayo mancing!" seru Ondrong dengan mulut penuh bakwan. Kakek cuma tersenyum sambil ngacungin dua jari tanda damai seolah mau bilang, kalau ini ide kembar bukan ide dia.

__ADS_1


"Mi mandi duluan ya, aku mau ikutan mancing."


Dara mau berenang aja bareng ikan kalo gitu. Sok hayuk Mami nyebur sekalian mandi biar seru!


__ADS_2