CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
CGIS S2 - Kontraksi Palsu


__ADS_3

Usia kandungan Cheryl udah delapan bulan. Perutnya makin gede, Cheryl makin susah mau kemana-mana. Bergerak aja dia kadang mesti dibantu bang Neon. Cheryl jadi banyak rebahan sambil ngemil cantik dan selama dia hamil dia jadi suka banget nonton film Barbie. Itu film kartun Barbie, dia suka banget lihatnya.


Cheryl bisa berjam-jam ngabisin waktu di depan tivi cuma buat nonton film-film itu. Cheryl memang wanita yang sangat feminim. Masa mudanya juga dia idola di kalangan kaum lelaki, dari lelaki baik, lelaki setengah baik, lelaki kece, lelaki kere sampai lelaki jadi-jadian.


Selama hamil, istri abang Neon itu cantiknya makin bertambah, selain berat badannya nambah juga. Perutnya gede banget kayak Mami dulu.


Hari ini pas Cheryl lagi nonton bareng setoples popcorn caramel, dia tiba-tiba ngerasa perutnya nyeri banget. Ada beberapa menit kemudian ngilu lagi.


"Aduh, kenapa Nak, belum waktunya lahiran sabar ya." Cheryl mengelus-elus perutnya, menenangkan anaknya yang kayaknya lagi kayang di dalam rahim.


Cheryl memang jarang sekali check up. Selain karena dia yakin kandungannya baik-baik aja, dia juga gak mau terlalu banyak ke rumah sakit. Cheryl ini pernah dirawat di rumah sakit dulu karena pernah tabrakan dan itu bikin dia jadi sedikit trauma.


Gak berapa lama, nyerinya terasa lagi. Wah, Cheryl udah ketar ketir, jangan-jangan dia beneran mau lahiran, panik lah dia.


"Sayang, Perut aku sakit banget."


Bang Neon yang lagi sibuk di kantor polisi, jadi ikutan panik. Maklum, baru mau jadi bapak, jadi pas dengar bininya nyeri perut, bayangan dia ya berarti istrinya akan segera melahirkan.


"Ndan, saya balik dulu ya."


"Mau kemana, Riz?" Komandannya nanyain sambil menatap laptop.


"Cheryl kayaknya udah mau melahirkan."

__ADS_1


Akhirnya dia dikasih izin keluar kantor. Bang Neon jadi ngebut gila-gilaan. Sampai di apartemen, dia lihat Cheryl masih asyik di depan tivi sambil makan popcorn dan sesekali meringis.


"Aduh, kan udah mau ngelahirin kok kamu masih sempat-sempatnya nonton film Barbie sambil makan gini." Neon jadi ngedumel.


Tadi dia tuh udah bayangin bakal lihat Cheryl gak kuat jalan sambil nahan perut, terus dia bakal jadi superhero yang dengan gagah memapah istrinya menuju rumah sakit.


Ternyata ... Istrinya malah masih asyik nonton sambil makan popcorn walaupun sesekali dia memang meringis.


Pergilah mereka ke rumah sakit. Sampai di sana bang Neon langsung daftar dan menunggu sebentar karena masih ada pasien.


" Nona Cheryl."


Giliran mereka. Bang Neon udah gak sabar. Tapi dia heran kalo Istrinya mau melahirkan kok masih disuruh nunggu. Bukannya langsung ditangani gitu. Gimana kalo istrinya keduluan brojol.


Dokter tersenyum lalu menggeleng. "Belum, Pak Aariz. Istrinya cuma kontraksi palsu. Belum akan melahirkan. Janinnya ada ..."


"Gak usah dikasih tahu dulu, Dok. Saya pengennya surprise gitu nanti pas lahiran."


Cheryl segera menahan kata-kata dokter yang belum selesai.


"Jadi istri saya belum akan melahirkan?"


"Ya belum, Pak Aariz. Belum waktunya, kemungkinan bulan depan bisa sebelum tanggal HPL, bisa juga setelahnya."

__ADS_1


Bang Neon lemes. Dia kirain hari ini akan lahiran istrinya. Tau tadi ngapain bawa tas berisi alat-alat bayi.


Cheryl ketawa aja. Mereka balik lagi dengan hati lega walaupun Neon sempat keki juga.


"Sabar dong Sayang, sebulan lagi, kamu bakal ketemu anak kita."


Neon menarik nafas panjang lalu tersenyum juga. Mereka balik ke apartement dan bang Neon balik lagi ke kantornya.


"Wah, bini apa laki, Riz?" tanya teman-temannya antusias.


"Hilal kel*min belom kelihatan."


"Lha???"


"Gak usah rese', bocil belom mau lahiran, dimasukin emaknya lagi dalem perut."


Bang Neon duduk dengan kesal di kursinya terus minum kopi dengan cepat, dia gak sadar salah duduk dan salah minum kopi.


"Push up lima puluh kali!"


"Siap 86 Ndan!"


Apes banget nasib bang Neon, udah anaknya belom mau keluar, dia salah minum kopi komandan pula!

__ADS_1


__ADS_2