
Setelah insiden dress dan gorden kembar, Dara udah gak mau lagi make barang apapun yang dikirim oleh olshop sebagai hadiah. Tapi waktu dapat hadiah kolor monokorobo, Bagas yang jadi blingsatan gak karuan. Bagas ini memang penggila monokorobo dari masih orok.
Kata mama Kim waktu lagi hamil dia memang suka banget liat boneka monokorobo, jadilah setelah lahir Bagas ini menjadi penyuka apapun yang bergambar monokorobo, sampe bedongnya juga motifnya monokorobo semua.
Dan bedongan Bagas masih rapi banget mama simpan di lemari. Kata Mama biar kalau nanti Bagas punya anak, bisa dipakaikan juga ke anaknya.
Jadi hari ini ketika sedang berkunjung ke rumah mama dan papa biar gak dibilang lupa diri karena udah kelamaan gak sungkeman, pembahasan di meja makan jadi ekstra sensitif sekaligus menguntungkan buat Bagas. Pembahasan mereka kali ini adalah tentang cucu. Mama dan papa udah kebelet pengen punya cucu, yang artinya Bagas dan Dara harus lebih banyak olahraga ranjang.
Point terakhir membuat Bagas semangat empat lima. Itu artinya Jeki akan sering ketemu Nyai, mungkin seminggu bisa sampai lima kali dari yang jatahnya cuma empat kali. Tapi kayaknya Bagas mesti nambahin frekuensi, alasannya biar cepetan jadi, padahal ada alasan lain yang lebih mendominasi. Pemirsa tentu sudah paham ya.
"Jadi kapan nih kalian mau kasih cucu ke Papa sama Mama?" tanya Tuan Ben ringan. Dara hanya menanggapi tersenyum sambil menggaruk kepala. Pertanyaan Tuan Ben kalau dijabarkan seperti bertanya kapan kalian mau ngasih kue donat? yang bisa dibikin pake tepung sama bahan lain lalu tinggal goreng jadi deh.
"Sabar dong, Pa. Emang bikin anak semudah bikin nasi goreng." sahut Bagas sambil ketawa.
"Jangan lama-lama loh, Gas. Udah puas pacarannya kan?" timpal mama dengan senyum manisnya. Ngomong-ngomong, Nyonya Kim ini rambutnya udah potong lagi. Kemarin terakhir Dara ketemu rambutnya masih sebahu, sekarang udah pendek banget. Dara mau ingetin Bagas, gak mau nanti mama mertua kebablasan mau potong rambut lagi yang udah pendek banget itu, nanti takutnya malah dicukur habis semua kayak bocah botak jelmaan lampu neon.
Kasihan papa kan nanti kalau malam papa salah raba. Dikira itu bohlam lampu ternyata kepala mama yang udah mirip mbak yul.
"Dara, udah siap kan ngasih Mama sama Papa cucu?" tanya Mama mertua lagi.
"Siap kok, Ma. Tapi Mama sama Papa harus sabar ya, kan ada prosesnya." sahut Dara.
"Prosesnya tiap malem kok, Ma." Bagas menimpali dengan semangat, bikin Dara langsung melengos lalu mencubit pelan perut suaminya.
Suaminya kalau yang beginian memang semangat sekali. Mata lagi merem langsung melek. Koneksi nya jadi berkali-kali lipat lebih cepat dari biasanya.
__ADS_1
Kalau Dara nyeletuk rese menanggapi jawaban Bagas cuma satu, itu passion aku. Dara jadi gak bisa lagi membantah, kalau urusan itu ia jadi kalah debat sama Bagas. Jadi percuma mempertahankan argumennya yang gak berlaku kalo lagi bahas masalah begituan sama Bagas.
"Mas, aku heran kok belum hamil juga ya?" tanya Dara saat mereka sudah berada di dalam kamar. Karena permintaan mau cucu langsung dari sang mertua, tak urung bikin Dara jadi kepikiran. Padahal mereka sendiri udah sering banget olahraga malam, tapi mungkin memang belum waktunya mereka diberi kepercayaan.
"Udah kamu tenang aja, nanti juga kamu hamil. Yang penting kita rutin ritual. Punya aku tokcer kok. Dijamin bergaransi dan bisa diulang." sahut Bagas sumringah.
Jadi malam ini, dengan menginap di rumah mertua yang artinya mereka melakukan olahraga malam di kamarnya Bagas, Dara sudah kembali memantapkan hati untuk bersiap menerima calon-calon benih.
Bagas seperti biasa akan melakukan itu dengan senang hati bahkan minta berkali-kali, bikin Dara udah jadi sedikit bengek karena nafasnya udah ngos-ngosan.
Saat sedang ritual mulia, Dara malah jadi sering lihat dinding kamarnya Bagas yang banyak wallpaper monokorobo, belum lagi kolor Bagas yang motifnya monokorobo semua. Bikin Dara jadi sedikit pusing.
Bagas ini fanatik sekali sama monokorobo, ia memang mengoleksi benda-benda dengan motif monokorobo sepanjang hidupnya.
Di dalam mimpinya ia sama Bagas mau ritual lagi, tapi Bagas malah berubah jadi monokorobo. Dara yang kaget sontak langsung memukul-mukul Bagas yang menjelma jadi monokorobo itu sekuat tenaganya.
Dara sampai teriak Ia menunjuk tak tentu arah, Bagas yang kaget karena Betty Lapea tiba-tiba teriak tengah malem, jadi mencoba membangunkan Dara secepatnya. Ia takut nanti Dara kesurupan.
"Yang kenapa teriak-teriak. Ayo bangun!" Bagas berusaha membangunkan Dara yang masih mengigau tak karuan.
Dara akhirnya bangun dari tidurnya tapi karena pandangannya masih kabur juga kesadaran belum pulih betul, ditambah juga ingatan tentang mimpi tadi masih jelas terbayang, Dara jadi teriak lagi, ia melihat Bagas udah jadi monokorobo beneran.
"Monokorobo, pergi! aku gak mau aku takut. Mas Bagas ternyata titisan monokorobo!" Dara udah menutup wajahnya pake bantal. Tapi Bagas malah mendekat, membuat Dara semakin histeris.
Dara jadi refleks membenamkan mukanya Bagas di bantal. Bagas udah megap-megap kayak Jordi kalo lagi kehabisan ide buat fitnah dia.
__ADS_1
Belum lagi Bagas yang dalam pandangan Dara udah berubah jadi monokorobo, langsung digiring menuju kamar mandi. Bagas yang belum siap langsung menerima serangan brutal Dara yang udah ngelepasin tembakan dari selang air. Bagas udah megap-megap lagi mirip Kimung pas gak sengaja kepeleset jatuh ke comberan.
Dara masih dengan semangat menembak air yang disetel kencang itu kepada monokorobo jelmaan Bagas. Bagas yang udah kesal banget jadi berteriak terus buat nyadarin Dara dari serangan kamekameha yang kekuatannya bersumber dari air su dekat.
"Daraaaaa lepasin selangnya, aku udah kayak sapi gak mandi tujuh hari!" kesal Bagas pada istrinya yang belum sadar sepenuhnya.
Dara yang tersadar saat mendengar suara Bagas, langsung melepaskan selang air itu secepatnya. Ia mengucek-ngucek mata, memincingkannya fokus ke arah Bagas yang udah teler kena serangan air. Ia jadi yakin itu Bagas beneran bukan monokorobo yang bisa gerak seperti dalam mimpinya barusan.
"Bengek aku jadinya!" ujar Bagas kesal.
Dara hanya menatapnya dengan pandangan bersalah, gara-gara kolor monokorobo, ia jadi kepikiran terus kebawa mimpi juga. Sekarang Bagas udah telentang di lantai kamar mandi.
Niatnya pengen mandi wajib subuh nanti malah udah basah kuyup di jam seharusnya ia bisa tidur.
Dara langsung memapah suaminya yang udah bengek dan kejang-kejang, lalu segera mengganti baju Bagas yang masih shock karena ulah istrinya.
"Aku kira kamu monokorobo, Mas!" pekik Dara sambil mengeringkan rambut Bagas yang masih basah.
Bagas hanya bisa pasrah, tadinya dia pengen minta Dara biarin dia telentang aja di dalam kamar mandi sampai subuh nanti sekalian mandi wajib. Bagas jadi kedinginan gara-gara serangan air membabi buta.
"Duh... maaf ya, Mas. Aku kebawa mimpi, kamu berubah jadi monokorobo." ujar Dara menyesal.
Bagas memberi seulas senyum pasrah, ngadepin Dara dijamin bisa bikin otaknya bergeser sedikit demi sedikit setelah ini. Asal jangan Jeki aja yang geser apalagi sampe bengkok. Untung insiden serangan air terjadi di rumah orangtuanya Bagas, coba kalau di apartement, udah jadi bahan ketawanya Jordi itu buaya gondrong.
Nah, ini nih yang dinamakan mimpi basah. Basah sampai hipotermia lebih tepatnya.
__ADS_1