CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
LDR Time


__ADS_3

Dua hari berlalu semenjak Bagas berangkat ke Singapore, Dara udah ngerasa kesepian aja. Sama kayak Bagas dulu, ketika malam datang Dara cuma bisa mandang langit-langit kamar. Bolak balik telentang tengkurap masih aja sama. Gak bisa tidur karena gak ada papi. Dara jadi ngerasa sepi.


Hari udah menunjukkan pukul sepuluh malam. Anak-anak udah pada tidur. Tinggal Dara yang masih melek dengan pikiran mulai ngelantur. Matanya membulat sempurna saat Bagas telepon. Serasa lagi menang lotre, Dara angkat telepon sambil berjalan terus duduk dekat jendela yang langsung menghadap pohon.


"Mas, aku kangen." pekik Dara sumringah terlebih saat Bagas mengubah panggilan suara jadi panggilan video.


Tampak suaminya sedang duduk sambil bertopang dagu. Mereka kayaknya beneran punya kontak batin yang cukup kuat sebab saat ini posisi mereka sama. Bagas juga sedang duduk di samping jendela kamar hotel yang masih terbuka. Beda di view aja sih, kalau Dara pemandangannya udah langsung pohon akasia rimbun. Kalau Bagas tampilannya lebih keren karena viewnya langsung menghadap ke langit penuh bintang juga lampu-lampu dari bawah sana.


"Aku ke ranjang dulu ya Mas." Dara buru-buru tutup jendela kamar lengkap dengan tirai, sebab daun yang tadinya tenang sekarang malah goyang-goyang. Ada apaan tuh kira-kira?


"Kamu belum ngantuk?" tanya Bagas setelah Dara udah rebahan di kasur. Bagas garuk-garuk kepala lihat istrinya nampak seksi sekali dengan tanktop putih ketat tanpa bra berenda sehingga yang dua itu berbentuk sempurna.


"Belum, aku susah tidur gak ada kamu."


"Nanti aku pulang ya."


"Masih lama ya Mas?"


"Dua mingguan lagi Yang. Abis ini aku bakal terbang lagi ke Perancis."

__ADS_1


Lama keduanya saling memandang tanpa bicara lagi. Saling menyentuh layar ponsel dengan semua kerinduan. Ceileh, baru dua hari juga.


"Moga cepat selesai ya masalahnya. Biar kamu cepat pulang." gumam Dara yang mulai ngantuk.


"Iya, makanya kamu jangan uring-uringan ya. Biar aku fokus disini dan cepat kembali."


Dara mengangguk. Dia udah menguap beberapa kali sambil menutup mulutnya.


"Mas Bagas, makan teratur ya. Jangan lupa istirahat juga." kata Dara lembut. Dengar suara istrinya yang begitu perhatian bikin Bagas gak tahan buat gak kecup istrinya itu dari jauh.


"Kamu juga ya. Olahraganya jangan terlalu diforsir. Aku gak mau kamu sakit nanti."


"Aku matiin ya, kita sama-sama istirahat."


"Iya Sayang, dadah Mas Bagas. Miss you." Dara mengecup layar ponselnya seolah sedang mengecup bibir suaminya itu.


"Miss and love you too."


Klik, sambungan panggilan video dimatikan. Dara menatap ke langit-lamgit lagi. Karena gak bisa tidur dia jadi beranjak. Dia masuk ke kamar kembar.

__ADS_1


Pelan-pelan Dara angkat tubuh Aarash dan Aariz satu persatu ke kamarnya. Terus terakhir angkat dede Apem yang udah tidur juga. Dia susun anaknya berjejer terus dia ikutan berbaring. Dara gak merasa kesepian, karena sekarang anak-anak tidur bersamanya selama papi gak ada.


Dara udah pulas bareng anak-anak, sementara di kamar hotel, Bagas pun sudah mulai terlelap. Dia tersenyum, kini setiap berangkat keluar negeri ada yang sudah menantikan kehadirannya di rumah.


Baru aja mau terpejam dan berlayar ke alam mimpi, satu panggilan telepon membuat Bagas terlonjak kaget. Nama Doni tertera di layar ponsel bikin Bagas sebal bin keki setengah mati. Ngapain coba, Doni nelepon dia malem-malem. Bukannya harusnya dia udah menjelajahi surga bersama yayang Mila.


"Woi sapi! udah malem ngapain lo telepon gue?" kesal Bagas pada Doni yang lagi gak tau aturan.


"Tolongin gue Gas, mobil gue mogok." Suara Doni terdengar panik.


"Tolong gimana gue lagi di Singapore. Lagian lo ada-ada aja jam segini masih keluyuran!"


"Eh Sapi! ada masalah di kantor gue makanya gue pulang telat." sahut Doni kesal.


"Telepon Kevin noh."


Akhirnya telepon dimatikan. Bagas udah mau mabok pengen terlelap. Matanya udah gak kuat. Beda sama dulu waktu masih nakal dan sering ke club malam, sampe pagi juga dijabanin.


Untung Kevin selalu standby. Bukan standby sih, dia emang belom bisa tidur karena habis ritual mulia sama istri.

__ADS_1


Selamet lo Don. Kalo enggak, udah bobo bareng mbak kunti di dalam mobil di pinggir jalan yang sepi ini.


__ADS_2