
Besoknya dengan sudah berdandan rapi, dede Apem bersiap menyambut kedatangan calon mertua yang sudah mendarat pagi tadi di bandara. Saat ini menurut informasi dari abang botak, kedua mertuanya sudah di rumah abang botak.
Bagas sekeluarga juga tidak ke perusahaan hari ini. Abang gondrong dan Neon sekarang jadi lebih legowo dan menerima kalau memang adiknya gak tahan lagi pengen nikah. Tapi kesepakatan memang harus dicapai oleh dua pihak.
"Sayang, kamu cantik banget loh." Dara muncul dari belakang menuju anak gadisnya yang sudah cantik dengan kebaya modern berwarna putih yang pas sekali di tubuh sintalnya. Rambut dede Apem dibiarkan tergerai indah dengan beberapa jepitan cantik.
"Mami, dede deg-degan loh."
"Sayang, kamu sudah mantap pengen menikah muda?" tanya Dara sembari mengelus rambut putri cantiknya. Dede Apem mengangguk lalu menggenggam kedua tangan Dara.
"Dede gak mau lama pacaran, dede pengen nikah dulu baru puasin pacaran."
"Kalau itu yang terbaik menurut dede, Mami setuju kok. Yang penting abang botak bisa pegang komitmen untuk menjaga kamu dan gak boleh kasar sama kamu."
"Dede yakin kok Mi, abang botak pasti gak akan kasar dan jahat sama dede. Abang botak laki-laki baik, karena itu dede yakin mau menikah cepat sama abang botak."
Dara tersenyum lalu merangkul anak gadisnya. Iringan suara beberapa mobil mulai terdengar memasuki halaman rumah mereka. Dede Apem deg-degan banget.
Dia keluar dari kamar dan disambut papi sementara kedua abangnya sudah menunggu pula di bawah. Mereka tersenyum menyambut adik yang mereka sayangi itu.
__ADS_1
"Duh cantiknya adik abang." puji abang Neon yang langsung disambut senyum dede Apem.
"Tuan, Nyonya, abang botak sama pasukan sudah datang." lapor Tuti setengah berlari.
"Suruh masuk ya Ti."
Mereka juga mulai berjalan mendekat ke arah ruang tamu yang sudah di sulap menjadi ruangan cantik dengan dekorasi cantik.
Abang botak dan kedua orangtuanya melangkah masuk. Kedua orangtua botak bukan orang sembarangan, tetapi mereka juga nampak ramah dan tidak henti menebar senyum. Diantara mereka ada Doni dan Karmila juga Kevin dan Ratih. Ada Cheryl juga dan Marcel anaknya Doni yang bawa gandengan pacar dia. Cheryl udah lihat-lihatan lagi sama Neon.
Abang Aarash kesal Tiwi gak mau datang hari ini malah sibuk ke perusahaan. Kan kalau begini cuma dia yang jadi Nyamuk. Lagian bang, ya mbok itu jawara kampung emak ditembak dulu gitu kalo beneran suka, jangan diajak kemana-mana seenak udel tanpa hubungan apapun. Gak peka memang abang Ondrong. Bikin Tiwi di perusahaan jadi ngebanting berkas sedari tadi.
"Emang aku apanya dia? pacar bukan? istri jauh! seenaknya cium-cium! seenaknya pegang-pegang! seenaknya ajak-ajak!". dengus Tiwi kesal di mejanya sendiri. Sebenarnya dia juga kehilangan bang Ondrong hari ini, tapi kan dia gengsi.
"Jadi bagaimana Pak Bagas, apa kami bisa meminta Nak Aalisha ini untuk menjadi menantu kami? sebab, anak kami Wisnu Dirgantara sudah benar-benar mantap ingin mempersunting anak Pak Bagas."
"Melihat keseriusan kedua anak ini, saya pun tidak bisa melarang lagi, Pak Romi. Tapi, ada baiknya kita tanya sekali lagi untuk meyakinkan kedua belah pihak juga untuk menghasilkan keputusan terbaik."
"Gimana Wisnu, sudah siap gak kamu meminang Aalisha?" tanya Daddy sama abang botak.
__ADS_1
"Atas kesadaran, Wisnu siap Daddy."
"Aalisha?" tanya Bagas pada anaknya.
"Dede ikhlas dan menerima lamaran ini, Papi."
Mereka semua menarik nafas lega. Kemudian Abang botak mendekat ke arah dede Apem lalu memasangkan cincin pengikat kepada dede Apem.
Semua orang bertepuk tangan. Abang kembar jadi terharu, Papi sama Mami saling memeluk. Mereka akan segera menikahkan dede Apem sesuai kesepakatan mereka, satu bulan lagi dari sekarang.
Berita pernikahan dede Apem sudah menyebar. Seperti dugaan sebelumnya akan ada banyak drama patah hati sekelurahan SMA karya bangsa.
Kapten basket sekolah itu juga jadi drama banget hari ini. Permainan basketnya kacau. Gak ada satu pun bola yang masuk ke dalam ring basket. Dia pengen nangis di tengah lapangan karena pujaan hatinya sudah otewe halal sama abang botak.
Gak ada temannya yang berani negur permainannya yang kacau. Itu lebih baik daripada nanti kepala mereka yang bakal dilempar masuk ke dalam ring basket.
Abang Neon sekarang lagi duduk berdua bareng Cheryl. Mereka juga kayak lagi ngomongin hal yang serius. Jangan bilang mereka mau lamaran juga abis ini.
Abang Ondrong udah ketar-ketir. Tinggal dia doang yang jadi nyamuk lagi lihat semua orang pada punya pasangan. Daripada kesal mendingan abang menjauh, dia jadi insecure banget. Pengen ketemu Pratiwi buat dikawinin malam ini juga.
__ADS_1
Kawin sama menikah beda loh bang Ondrong tolong jangan sampai salah kaprah. Sangking gak fokusnya jalan bang Ondrong malah nabrak Tuti yang lagi bahagia lihat dede Apem sama abang botak yang lagi suap-suapan.
Tuti latah dia malah ambil palu thor dede Apem yang udah gak di tempel lagi pake police line terus geplak pantat abang Ondrong. Udah mau bengek dah tuh pantat nyamuk jomblo kena geplak berkali-kali.