CEO Gondrong Itu, Suamiku.

CEO Gondrong Itu, Suamiku.
Kejutan


__ADS_3

Karena kehamilan Dara sudah memasuki trimester kedua, yang berarti kondisi janin sudah semakin kuat karena memang turunan emaknya yang memang udah kuat juga, alias gak kalah sama sekali, Bagas jadi pengen ngajak Dara babymoon. Ide babymoon tercetus ketika dia berusaha menggali dan mengingat lagi apa yang belum ia berikan pada istri tercintanya selama mereka menikah hampir satu tahun ini.


Kalo udah begitu Bagas suka sedih banget, teringat dulu dia sering kasar ngomong sama Dara. Ya walaupun kasarnya bukan kasar yang gimana ya, lebih kayak acuh tak acuh tapi mau begitu loh. Dah lah kalian pikirlah gimana pokoknya Bagas dulu sama Nyai.


Nah sekarang Bagas dengan langkah riang lagi jalan menuju ruangan kerjanya dimana sang istri sedang asyik ngerjain laporan. Para karyawan yang melihat atasan mereka happy banget jadi penasaran, apalagi beberapa bulan terkahir ini pemandangan Bagas ngasih surprise ke istri selalu dilakukan terang-terangan tanpa mikirin perasaan mereka yang lagi terserang virus jones alias jomblo ngenes.


"Wah Pak Bagas, senang banget kayaknya. Pasti mau kasih kejutan ke istri ya?" tanya karyawannya kepo, yang lain pada pasang kuping, gayanya aja tangan di atas keyboard masing-masing padahal kupingnya on banget pengen tahu aja.


"Iya nih, mau kasih bini gue liburan. Kasihan waktu nikah kemaren belom sempat ajak dia bulan madu." sahut Bagas so sweet bikin karyawan di sana pada meleleh sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.


"So sweet ... kapan ya gue gitu juga? kata Tina mupeng, yang lain juga menganggukkan kepala menyadari nasib mereka gak sebagus Dara, dapat suami ganteng dan baik kayak yayang gondrong.


Bagas dengan langkah pelan masuk ke dalam ruangan. Dara yang lagi fokus banget ngetik jadi gak sadar suaminya udah di belakang dan nutup mata dia. Dara jadi berhenti ngetik lalu tersenyum mendapat perlakuan romantis ala-ala pasangan baru kawin itu dari suaminya.


"Mas, aku lagi ngerjain laporan nih, jangan ditutup dong matanya." ujar Dara serak-serak basah bikin Bagas terlena dengar suaranya.


"Aku punya kejutan buat kamu." sahut Bagas tanpa memperdulikan kalimat Dara barusan.


"Kamu kan tiap hari selalu kasih kejutan. Aku kayaknya gak bakal terkejut lagi deh." balas Dara terkekeh geli.


"Kali ini pasti terkejut. Aku punya kejutan, ini." Bagas membuka tangannya membuat Dara kembali berusaha mendapatkan penglihatan terangnya. Softlens Dara terasa kabur karena matanya sempat ditutup sesaat oleh Bagas.

__ADS_1


Setelah mendapat seluruh penglihatan terangnya, Dara melihat ada sebuah tiket yang disodorkan oleh suaminya. Benar, ia langsung memekik girang.


"Wah ke Bali, Mas?" teriak Dara sumringah sambil bergerak-gerak yang seketika menciptakan gempa lokal atas bawah, bersumber dari semangka sama perutnya.


"Iya, kamu suka?" tanya Bagas sambil menatap istrinya itu intens.


Dara mengangguk lalu meraih leher Bagas membuat bagas menjadi menunduk. Cup cup cup. Bagas mau melayang dapat tiga kecupan sekaligus. Dari kening lalu pipi lalu bibir. Bikin semua bulu yang ada di tubuhnya Bagas merinding disko dapat serangan mendadak seperti itu dari istri tercintanya.


"Jadi kita mau bulan madu ya?" tanya Dara lagi seolah tak percaya pada surprise Bagas kali ini. Ia juga sudah sumringah melihat paket babymoon retreat Banyan Tree Ungasan Bali selama tiga hari di sana nanti.


"Iya, Sayang. Kita mau babymoon lebih tepatnya. Kan belum tentu nanti setelah anak-anak kita lahir kamu bisa punya waktu banyak.


"Mas Bagas, makasih ya, aku jadi tambah sayang." Dara mendaratkan satu kecupan lagi di bibir suaminya yang langsung ditahan oleh Bagas agar mendapat ******* yang lebih lama.


Saat sedang asyik romantis-romantisan, pintu yang lupa dikunci itu terbuka. Dara jadi secepat mungkin melepaskan diri. Ternyata yang datang adalah mama dan papanya Bagas. Tuan Ben juga nyonya Kim.


"Masih pagi, Gas." goda papanya. Bagas cuma ketawa lalu melepaskan rangkulannya pada Dara.


Dara sendiri segera pergi ke pantry minta dibuatkan minuman untuk kedua mertuanya. Karyawan pantry cuma geleng-geleng. Istri atasan mereka ini suka sekali merepotkan dirinya sendiri. Padahal di dalam ruangan ada telepon.


"Mbak Dara, kan bisa telepon. Jadi gak perlu repot kesini." ujar salah satu karyawan. Dara hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


"Gak papa Bu, sekalian aku jalan-jalan gitu."


Ibu pantry cuma ngangguk aja. Lihat Dara yang jalan sambil nahan pinggang dan sedikit ngos-ngosan membuat ia sendiri yang jadi pengap. Setelah Dara keluar dari pantry, barulah dia bisa bernafas lega.


"Makanya Gas, kamu ngerasain sendiri kan, gimana enaknya kalau udah punya istri beneran. Kerjaan kamu beres, kamu juga gak keluyuran gak jelas lagi, prestasi kamu di perusahaan ini udah bagus banget."


Dara yang baru mau masuk mengurungkan niatnya, ia mendengar apa yang dibicarakan kedua mertuanya pada Bagas sambil tersenyum. Tina yang melihat Dara kayak cicak di dinding alias lagi nguping langsung negur.


"Bu Dar, ngapain?" tanya Tina, jiwa keponya udah mulai keluar.


Dara cuma mesem-mesem terus masuk. Bikin Tina kecewa karena gak jadi dapat berita.


"Nah ini yang diomongin udah balik lagi." Nyonya Kim menepuk-nepuk sofa di sebelahnya meminta Dara segera duduk.


"Jangan banyak kesana kemari, nanti capek loh." ujar nyonya Kim sambil mengelus perut menantunya.


"Gak papa kok Ma. Kan kalo kata dokter kandungan, malah jangan terlalu banyak diem, biar nanti waktu mau melahirkan jalan lahirnya bisa kebuka dengan mudah." sahut Dara. Udah, kalau udah bawa-bawa dokter ya teori lain pasti terbantahkan. Nyonya Kim akhirnya mengangguk setuju tanda mengesahkan teori Dara barusan.


"Oh iya, kita izin mau babymoon besok ya Pa, Ma. Tiga hari doang kok." Kata Bagas sambil menunjukkan tiket ke Bali dari saku kemejanya.


Kedua orangtuanya mengangguk setuju. Setelah itu papa dan Bagas berkeliling perusahaan sebab papa ingin melihat semua laporan dan data perusahaan hari itu juga. Para karyawan udah pasang tampang serius banget biar dapet gelar karyawan teladan dari papa bos.

__ADS_1


Sedang Dara dan mama asyik bercerita tentang kehamilannya Dara. Dara juga dapat cerita kalau Bagas dari kecil rambutnya memang udah gondrong. Kalau udah panjang bakal dipotong sebahu. Bagas dulu pernah ngamuk waktu mama Kim coba motong pendek rambutnya Bagas, terus Bagas jadi sakit.


Semenjak itu Bagas rambutnya selalu gondrong. Palingan kalau udah panjang bakal dipotong dikit aja. Dara yang udah punya niat pengen motong rambutnya Bagas jadi mundur teratur. Untung mama datang tepat waktu sebelum Dara memutilasi rambut gondrong Bagas. Kalo udah kejadian bisa berabe, bisa-bisa Bagas gak mau ngomong lagi sama Dara. Rambut doang bisa memutuskan ikatan cinta! gak mau Dara, biarin lah mau gondrong sampe pantat juga dijabanin kalo gitu.


__ADS_2