
Perusahaan besoknya beneran kedatangan mahasiswi magang sejumlah tiga orang. Dan tahukah pemirsah yang budiman, itu mahasiswi magang gak ada akhlak! mereka di hari pertama magang make rok pendek yang betulan cuma beberapa jengkal doang dari garis bulatan pantat.
Semua staff yang laki-laki udah mau lepas matanya melihat penampakan tiga mahasiswi magang dengan penampilan mirip sekretaris-sekretaris seksi di film dewasa yang dulu sering Bagas tonton.
Bagas sama Dara belum datang, jadi belum melihat bagaimana penampakan para mahasiswi magang yang udah bikin para staff jadi pada sesak nafas.
Tina udah sewot banget, lihat para anak magang yang lebih mirip artis b*kep dandannya. Dia harus segera berembuk dengan Dara untuk menyadarkan para anak magang itu kalo mereka udah kelewat gak ada akhlak!
Padahal Tina iri tuh, soalnya para anak magang punya wajah juga body lebih oke dari dia. Gak deh, tapi beneran, itu tiga anak magang harus dikasih pencerahan dulu biar mereka ngerti mereka lagi magang di perusahaan property bukan di perusahaan film panas yang harus berpakaian ekstra mini.
"Kenapa sih lo Tin? dari tadi bolak balik ngedumel gak jelas." ujar staff cowok yang kumisnya udah mirip pak Raden.
"Gue lagi nungguin Bu Dara. Dia mesti tegas kasih tahu ke anak-anak magang itu kalo baju mereka udah kelewatan seksi." sahut Tina sewot.
"Ngiri bilang bos! lo aja yang gak bisa kayak mereka. Makanya Tin, lo kudu olahraga biar badan lo langsingan dikit jadi bisa pake baju seksi ala-ala Maria Ozawa kayak anak-anak magang itu."
"Woi lu! Gue gak gendut ya, timbangan gue masih di garis kewajaran. Enak aja lo bilang gue gendut!" protes Tina yang gak terima tiap kali ada yang bilang dia udah lumayan chubby sekarang. Mentang-mentang udah punya pacar yang suka mompa tiap malem. Upss! keceplosan kan buka aibnya Tina. Gak boleh gitu Tin, bukan muhrim!
"Gue gak bilang elo gendut cuma sekarang lo sedikit mengembang. Mau saingan lo sama dede Apem?"
Nah lo dede Apem udah mau keselek cimol karena namanya disebut-sebut. Kalau abang botak dengar ada yang ngatain dede Apem gendut dia bisa kasih jurus tendangan ikan terbang tuh sama cowok berkumis tebal. Udah kayak rumput liar itu kumis, dirapiin napa?
"Sama aja Bambang! lo mau bilang kan, anak-anak magang itu lebih segalanya dari gue?" tanya Tina sengit.
"Lah emang iya kok. Terima kenyataan dong Tin, lo udah terlampau bohay."
"Sialan lo, rasain nih!" Tina bergerak cepat, nyumpelin itu gumpalan kertas ke mulut staff cowok yang suka banget ngajak dia debat.
Udah kejengkang itu cowok berkumis lebat bertepatan dengan kedatangan Dara sama Bagas. Mereka pada heran lihat Tina yang nampak kesal banget.
"Bu Dara, ibu datang tepat pada waktunya. Saya mau meeting sama Ibu. Pak Bagas, saya pinjam Ibu Dara bentar ya."
__ADS_1
Belum sempat Bagas ngasih izin Tina udah bawa Dara ke meja kerjanya. Dia udah gregetan pengen kasih tahu Dara info penting tentang tiga makhluk pake rok mini yang lagi nunggu di ruangan khusus buat kasih arahan ke para pegawai.
"Kenapa sih? kamu kayak kebakaran jenggot."
"Bukan kebakaran jenggot lagi Bu Dara. Ini udah kebakaran bulu kaki saya malahan."
"Emang ada apaan Tin?"
"Bu, udah tahu belum ada anak magang hari ini selama sebulan?"
"Udah kok, kemarin Mas Bagas kasih tau."
"Kalo yang magang setelannya kayak mau jadi model masalah dewasa, udah tahu belom?" cecar Tina lagi.
Nah yang ini Dara menggeleng. Dia jadi memberi perhatian lebih sama Tina.
"Masa segitunya Tin?"
"Mana sih anak-anaknya?" tanya Dara santai.
Dan pertanyaan Dara terjawab setelah tiga orang wanita beserta kepala HRD datang menghampiri Dara. Tina udah saling sikut sama Dara yang masih mencoba tenang.
Dara melihat ketiga makhluk Tuhan paling seksi itu dengan senyum yang tetap ia ulas meski ia sendiri risih dengan begitu pendeknya rok juga begitu ketatnya kemeja yang mereka kenakan.
"Bu Dara, ini ada mahasiswi magang mau diperkenalkan dulu sama Pak Bagas."
Dara menatap mereka kemudian mengangguk dan melangkah dengan anggun menuju ruangan Bagas yang pintunya masih tertutup.
Buka pintu terlihatlah bos gondrong dengan gaya coolnya seperti biasa, lagi menatap lekat berkas. Itu tiga anak magang udah pengen pingsan sangking terpesonanya mereka sama bos gondrong sampe salah satu di antara mereka gak sengaja jatuhin pena.
Dengar suara pena jatuh, Bagas jadi ngangkat kepala, bertambah sesak nafas itu para mahasiswi magang. Bagas menatap mereka semua terus menyambut istrinya.
__ADS_1
"Sayang?"
Para anak magang pada bertanya-tanya siapa yang dipanggil sayang atasan gondrong, ganteng, menggoda ulala itu.
Pertanyaan mereka terjawab setelah Dara melangkah anggun menuju bos gondrong terus cium pipi suaminya.
Bertambah bengek mereka semua. Apalagi setelah itu Bagas meraih jemari Dara terus menggenggamnya, baru kemudian ia mengalihkan pandangan lagi kepada kepala HRD dan tiga mahasiswi magang yang udah fokus melihat dia.
"Kenapa masih disitu?" tanya Bagas.
"Eh iya Pak Bagas maaf. Ini Pak, tiga mahasiswi magang yang bakal stay di perusahaan kita selama satu bulan."
"Oh, oke, perkenalkan diri dulu."
Ketiganya mulai memperkenalkan dirinya satu persatu. Dan semuanya membuat Dara jengah karena mereka pada kecentilan! Bagas sendiri hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka.
"Sayang, anak magang urusan kamu ya. Bantu kepala HRD jelasin tugas dan penempatan mereka dimana aja, terus ruangan apa aja yang gak boleh mereka masukin."
"Iya Sayang. Aku tinggal ya." Dara tersenyum manis pada Bagas diikuti tatapan iri para anak magang kecentilan.
"Ehmmmm tunggu." Suara Bagas kembali menghentikan langkah mereka.
"Itu kalian besok pake rok kayak istri saya ya, selutut, terus kemejanya jangan terlalu ketat." ujar Bagas sambil tersenyum manis bikin ketiganya pengen menggelepar kayak ikan gak dikasih air sangking gak tahannya mereka lihat Bagas. Tapi mereka kecewa berat pas Bagas bilang Dara itu istrinya.
Dara hanya tersenyum simpul. Dan segera membawa mereka keliling perusahaan. Nampak ketiganya kesulitan berjalan mengitari perusahaan yang begitu luas dengan sepatu yang terlalu tinggi juga rok dan kemeja yang terlampau pendek juga ketat.
"Hmmmmm Bu Dara, beneran ya istrinya Pak Bagas?" tanya salah satu dari mereka dengan wajah masih tak percaya.
"Masa suami saya bohong sama kalian." sahut Dara sambil tersenyum.
Ketiganya jadi lesu, tapi mereka tetap gak berhenti mengagumi CEO gondrong itu, ya ... kali aja gitu satu di antara mereka bisa dijadikan istri kedua. Wah gak beres nih kepengennya anak-anak magang benar-benar udah kelewat gak ada akhlak!
__ADS_1
awas aja nanti macem-macem nekat godain papi, mami bisa kesurupan terus keluarin jurus kamekameha, bukan dapet nilai malah dapet bogem mentah yang ada nantinya. Belom pernah ngerasain kan kalo mami udah keluarin jurus semangka mengguncang dunia? Bisa vertigo sampe stoke ringan kalian nantinya.